ilustrasi ibu dan anak membaca (pexels.com/RDNE Stock project)
Rutinitas membaca setiap hari bisa menjadi kebiasaan sederhana yang ikut membentuk pola kegiatan anak. Misalnya, kamu menetapkan waktu membaca selama 10–15 menit sebelum tidur atau setelah makan malam. Ketika dilakukan secara konsisten, anak mulai mengenali bahwa ada waktu tertentu dalam sehari yang digunakan untuk membaca dan menikmati cerita.
Kebiasaan ini juga gak perlu dibuat kaku seperti jadwal belajar. Kalau suatu hari hanya sempat membaca beberapa halaman, tetap gak masalah. Yang penting anak mendapatkan pengalaman bahwa buku adalah bagian dari kehidupan sehari-hari dan membaca bisa dilakukan untuk bersenang-senang. Dari kebiasaan kecil inilah, hubungan anak dengan buku bisa tumbuh secara perlahan.
Membacakan cerita setiap hari mungkin hanya membutuhkan waktu beberapa menit, tetapi momen tersebut bisa memberikan banyak pengalaman bagi anak. Mereka mendengar kosakata baru, belajar menyimak, menggunakan imajinasi, mengenali emosi, sekaligus menikmati waktu bersama orang yang mereka sayangi. Semua proses itu berlangsung sambil mereka duduk nyaman dan menikmati sebuah cerita.
Jadi, kalau selama ini kamu merasa belum punya banyak waktu untuk mendampingi anak belajar, mungkin sesi membaca cerita bisa menjadi salah satu cara yang sederhana untuk memulainya. Gak perlu menunggu anak bisa membaca sendiri dan gak perlu membuatnya seperti kegiatan belajar formal. Ambil satu buku favorit, duduk bersama, lalu mulai ceritanya malam ini. Siap mencoba?