9 Tips Cegah Keinginan Bunuh Diri, Waspadai Perasaan Tak Sesuai Fakta

Isu kesehatan mental sekarang makin mengemuka. Di tengah kehidupan yang kian keras, sebagian orang mungkin merasa tekanan psikisnya sangat besar. Maraknya pemberitaan tentang kejadian bunuh diri pun memiliki dua sisi.
Satu sisi, kamu menjadi makin memahami pentingnya kesehatan mental. Di sisi lain, bunuh diri dapat terasa kian wajar dilakukan. Guna menghindari diri sendiri ingin melakukan bunuh diri, simak sembilan tips berikut ini.
1. Jangan merasa sendirian

Perasaan sendirian yang menguat ketika kamu menghadapi masalah harus cepat-cepat dicocokkan dengan fakta. Apakah perasaan itu tepat sesuai kenyataan? Lihat sekitar dan sadari betapa banyak orang baik yang mengenalmu, bahkan orang asing dengan kepedulian tinggi.
Kamu punya saudara kandung, keluarga besar, tetangga, dan teman baik di dunia nyata maupun maya. Perasaan gak punya kawan tidak menggambarkan realitas. Akui keberadaan mereka dan jangan ragu untuk menceritakan persoalanmu.
2. Tumbuhkan terus harapan

Bunuh diri selalu didorong oleh keputusasaan. Harapan dalam hidup seolah-olah sirna sehingga kamu merasa kehidupan ini tak lagi berguna. Sejatinya, harapan tidak pernah ada habisnya.
Asa merupakan ciptaan dirimu sendiri. Kamu dapat terus menumbuhkannya dalam situasi sesulit apa pun. Kamu pun cukup memantiknya dengan awalan, "Ah, siapa tahu besok ...".
3. Hargai diri dan kehidupan

Kamu terlalu berharga untuk mati lebih dini. Mari bercermin dan memandangi diri dengan saksama. Kamu diciptakan di dunia ini untuk banyak alasan penting.
Sedang bunuh diri merupakan tindakan yang didorong oleh pandangan bahwa keberadaanmu gak berharga. Kamu penting, setidaknya untuk diri sendiri serta orang-orang yang menyayangimu. Pasti ada satu atau dua orang yang menganggapmu tak berharga. Namun, masih ada lebih banyak orang yang berpikir sebaliknya, termasuk dirimu sendiri.
4. Tebarkan manfaat untuk sesama

Kamu akan berpikir jutaan kali buat mengakhiri hidup apabila ada banyak tanggung jawab yang mesti ditunaikan. Jangan menjadikan kehidupanmu sebagai kotak kecil, sehingga kamu cuma hidup buat kepentingan-kepentingan sendiri.
Hiduplah dalam rangka menjadi berkat buat sesama. Setiap kemanfaatan yang bisa kamu berikan pada orang lain akan meniupkan semangat hidup yang lebih besar. Daya hidupmu menjadi berlipat-lipat. Bukannya mengakhiri hidup, kamu justru ingin menjaga diri sebaik mungkin supaya dapat terus berguna bagi banyak orang.
5. Batasi kesedihan dan rasa malu

Semua orang bisa merasa sedih dan malu. Akan tetapi, tak setiap orang yang merasakan kedua hal tersebut berujung dengan bunuh diri. Kamu mesti ikut dalam rombongan besar yang terakhir.
Rasa sedih dan malu karena apa pun jangan dibiarkan berlarut-larut. Beri waktu yang tegas untuk kamu memikirkannya. Misalnya, setelah 3 hari dari suatu kejadian burukmu tak mau lagi memusingkannya.
6. Cari semangat dari tontonan dan bacaan

Penurunan semangat hidup gak bisa dibiarkan. Kamu sendiri mesti aktif berusaha membangkitkannya kembali. Selain bercerita dengan orang lain seperti dalam poin pertama, gunakan pula kekuatan pengaruh tontonan dan bacaan yang kamu konsumsi.
Jika kamu punya kecenderungan ingin bunuh diri, hindari tontonan dan bacaan yang gelap karena dapat memengaruhi cara berpikir dan keputusan yang diambil. Pilih tayangan serta bacaan yang memotivasi atau jenaka. Keduanya akan sangat membantu memperbaiki suasana hati dan menumbuhkan lagi semangatmu.
7. Tingkatkan kemampuan problem solving

Keinginan bunuh diri bakal menurun drastis, apabila kamu memiliki lebih banyak alternatif solusi dari permasalahan yang dihadapi. Luaskan pandanganmu, sehingga kamu mampu melihat ragam cara buat mengatasi problem hidup. Dari solusi yang benar-benar efektif buat memecahkannya sampai bersikap masa bodoh.
Kamu mesti paham bahwa gak semua persoalan dapat diselesaikan dengan cepat. Beberapa masalah bahkan tak perlu direspons dengan terlalu serius dan akan berlalu seiring waktu. Punya banyak jurus untuk menghadapi persoalan hidup menghindarkanmu dari keputusasaan.
8. Konsultasikan kondisi psikis pada psikolog atau psikiater

Ketika kamu makin kesulitan untuk mengendalikan emosi dan pikiran, jangan tunda buat menemui psikolog atau psikiater. Pertolongan yang cepat dan tepat oleh orang yang ahli akan sangat berguna buat mencegahmu melakukan bunuh diri. Jangan ada perasaan malu sedikit pun untuk pergi ke psikolog atau psikiater.
Jujurlah tentang apa yang dialami baik peristiwa nyatanya maupun perasaan dan pemikiranmu. Utarakan kecemasan-kecemasan yang dirasakan serta keinginan bunuh diri yang menguat akhir-akhir ini. Ikuti setiap saran serta jangan memutuskan berhenti menemui psikolog atau psikiater sebelum kondisi psikismu betul-betul stabil.
9. Pendekatan spiritual

Terakhir, pendekatan dari sisi spiritual tidak boleh ditinggalkan. Kehidupan dipenuhi misteri sehingga tak setiap pertanyaan dapat dijawab oleh diri sendiri maupun orang lain. Kamu bisa menjadi begitu khawatir tentang segala hal apabila tidak punya sandaran yang lebih besar kuasanya dari manusia.
Tingkatkan kegiatan ibadah dan berdoa. Bahkan, ketika kamu merasa baik-baik saja, jangan tinggalkan Tuhan. Pendekatan spiritual akan memperkuat pijakanmu di tengah segala ujian dalam hidup.
Munculnya keinginan bunuh diri tidak bisa disikapi dengan main-main. Kamu tak tahu kapan dorongan itu akan menjadi sangat kuat. Jaga kesehatan mentalmu dengan sebaik-baiknya.
Siapa saja bisa mengalami depresi, termasuk dirimu. Namun, ada baiknya untuk tidak menganggap bahwa bunuh diri bisa menjadi solusi atas permasalahanmu. Jika membutuhkan dukungan kesehatan mental dan psikososial, kamu bisa menghubungi nomor +628113855472 (Love Inside Suicide Awareness).
Kamu juga bisa mengakses bagaimana menjaga kesehatan mental dan menghubungi layanan profesional di laman Pencegahan Bunuh Diri Into The Light Indonesia, www.intothelightid.org/tentang-bunuh-diri.



















