Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install
For
You

Ibu Bekerja Vs. Ibu di Rumah, Stop Perang yang Gak Perlu!

Ibu Bekerja Vs. Ibu di Rumah, Stop Perang yang Gak Perlu!
ilustrasi ibu dan anak (pexels.com/ketutsubiyanto)
Intinya Sih
  • Perdebatan antara ibu bekerja dan ibu di rumah dianggap tidak perlu karena keduanya sama-sama berjuang memberikan yang terbaik bagi keluarga dengan tantangan masing-masing.
  • Tuntutan sosial yang tidak realistis membuat banyak ibu merasa tertekan, sementara baik ibu bekerja maupun ibu di rumah sama-sama menghadapi kelelahan fisik dan mental.
  • Setiap pilihan hidup seorang ibu lahir dari situasi pribadi yang berbeda, sehingga dukungan dan saling memahami jauh lebih penting daripada membandingkan siapa yang lebih baik.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Is this "Intinya Sih" helpful?

Perdebatan tentang ibu bekerja dan ibu di rumah sering kali muncul tanpa akhir. Keduanya kerap ditempatkan dalam posisi seolah harus saling dibandingkan untuk menentukan siapa yang paling baik menjalani peran sebagai ibu. Padahal, setiap pilihan datang dengan tantangan yang sama-sama berat dan layak dihargai.

Di balik label yang berbeda, keduanya sama-sama sedang berusaha memberikan yang terbaik untuk keluarga. Karena itu, membandingkan satu sama lain justru hanya menambah tekanan yang sebenarnya tidak perlu. Yuk, pahami kenapa perang ini seharusnya dihentikan!

1. Tuntutan sosial sering kali tidak realistis

ilustrasi ibu duduk bersama dua anak
ilustrasi ibu duduk bersama dua anak (pexels.com/ellyfairytale)

Banyak ibu tumbuh dengan bayangan bahwa mereka harus bisa melakukan semuanya sekaligus. Mereka diharapkan sukses dalam karier, hadir penuh untuk anak, menjaga rumah tetap rapi, sekaligus tetap terlihat bahagia. Standar seperti ini sering kali terasa mustahil untuk dipenuhi oleh siapa pun.

Masalahnya, masyarakat sering menilai pilihan perempuan dari sudut pandang yang sempit. Saat seorang ibu bekerja, ia dianggap kurang hadir di rumah. Namun ketika memilih di rumah, ia justru dinilai tidak cukup produktif di luar keluarga.

“Pembagian keliru ini sering diberikan kepada perempuan adalah seolah kami harus memilih karier, penelitian, atau anak. Padahal, sebenarnya itu bukan pilihan yang harus selalu dipertentangkan,” jelas Megan Clancy, mahasiswa filsafat, dikutip dari The New York Times.

2. Ibu bekerja dan ibu di rumah sama-sama capek

Ilustrasi ibu dan anak
Ilustrasi ibu dan anak (pexels.com/pixabay)

Ada anggapan bahwa ibu bekerja lebih lelah karena harus membagi energi antara kantor dan rumah. Padahal, ibu yang di rumah juga menjalani hari yang panjang tanpa benar-benar punya waktu istirahat. Mengurus anak, rumah, dan kebutuhan keluarga tetap menjadi pekerjaan penuh waktu.

Kelelahan mereka mungkin terlihat berbeda, tetapi sama nyatanya. Satu menghadapi tekanan profesional sekaligus domestik, sementara yang lain menghadapi rutinitas rumah tangga yang tidak pernah benar-benar selesai. Tidak ada yang lebih ringan di antara keduanya.

“Perempuan berada pada risiko tertinggi selama masa menjadi orangtua,” ujar Megan Smith, Dr.P.H., M.P.H., profesor psikiatri dan studi anak di Yale School of Medicine, dikutip dari Parents.

3. Beban mental tidak kalah berat

ilustrasi ibu dan anak
ilustrasi ibu dan anak (pexels.com/ketutsubiyanto)

Selain lelah secara fisik, banyak ibu juga membawa beban mental yang tidak terlihat. Mereka terus memikirkan jadwal anak, kebutuhan rumah, kondisi emosional keluarga, hingga hal-hal kecil yang sering luput dari perhatian orang lain. Beban ini bisa dirasakan oleh ibu bekerja maupun ibu di rumah.

Bahkan ketika terlihat tenang dari luar, pikiran seorang ibu jarang benar-benar berhenti. Ada rasa tanggung jawab yang terus berjalan sepanjang hari. Inilah yang membuat banyak ibu merasa lelah, bahkan ketika tubuhnya sedang diam.

“Banyak ibu menjadi perencana utama, penanggung beban emosional, dan penjaga keharmonisan dalam keluarga,” ujar Caitlin Slavens, seorang psikolog, dikutip dari Gulf News.

4. Pilihan hidup tiap orang berbeda

ilustrasi ibu dan anak
ilustrasi ibu dan anak (pexels.com/ketutsubiyanto)

Tidak semua ibu memiliki situasi yang sama dalam hidupnya. Ada yang bekerja karena kebutuhan ekonomi, ada yang bertahan bekerja karena mencintai kariernya, dan ada yang memilih di rumah karena merasa itu yang terbaik untuk keluarganya. Setiap keputusan biasanya lahir dari pertimbangan yang sangat personal.

Karena itu, tidak adil jika satu pilihan dianggap lebih mulia dari yang lain. Yang terlihat dari luar sering kali tidak mencerminkan alasan sebenarnya. Hanya orang yang menjalaninya yang benar-benar tahu apa yang terbaik untuk dirinya dan keluarganya.

5. Kompetisi yang sebenarnya tidak ada gunanya

ilustrasi ibu dan anak memeriksa buah
ilustrasi ibu dan anak memeriksa buah (pexels.com/pavel-danilyuk)

Persaingan antara ibu bekerja dan ibu di rumah sebenarnya tidak membawa manfaat apa pun. Membandingkan siapa yang lebih berkorban hanya membuat sesama perempuan saling menjauh. Padahal, keduanya sama-sama sedang menjalani peran yang tidak mudah.

Alih-alih saling menilai, dukungan justru jauh lebih dibutuhkan. Menjadi ibu bukan soal siapa yang paling lelah atau paling hebat. Pada akhirnya, semua ibu sedang berusaha mencintai keluarganya dengan cara terbaik yang mereka bisa.

Tidak ada satu definisi tentang ibu yang paling benar. Menjadi ibu bekerja maupun ibu di rumah sama-sama penuh tantangan yang tidak sederhana. Jadi daripada terus membandingkan, mungkin sudah waktunya kita berhenti berkompetisi dan mulai saling memahami.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Muhammad Tarmizi Murdianto
EditorMuhammad Tarmizi Murdianto
Follow Us

Related Articles

See More