Apa Itu BookTok? Tren yang Bikin Orang Kembali Suka Membaca

- BookTok adalah komunitas di TikTok yang berfokus pada konten buku, tempat kreator berbagi ulasan, rekomendasi, dan pengalaman membaca dari berbagai genre secara menarik.
- Fenomena BookTok mendorong meningkatnya minat baca karena algoritma TikTok membuat konten literasi mudah viral, sehingga pengguna tertarik mengikuti cerita dan membeli buku yang direkomendasikan.
- Popularitas BookTok turut mengangkat nama penulis lokal maupun internasional seperti Toshikazu Kawaguchi dan Leila Chudori, memperluas apresiasi terhadap karya sastra di kalangan pembaca muda.
Konten dengan topik buku semakin digemari oleh berbagai pengguna media sosial, termasuk TikTok. Fenomena ini mendorong orang-orang yang hobi membaca buku untuk bergabung dan membentuk komunitas yang dikenal dengan sebutan BookTok. Konten kreator pun semakin aktif membuat ulasan buku secara online sekaligus membagikan pengalaman dan rekomendasi bacaan.
BookTok menjadi salah satu hashtag populer di TikTok yang digunakan oleh komunitas pembaca, penulis, hingga kreator yang membagikan progres membaca ke audiens luas. Melalui BookTok, semangat literasi pun semakin tersebar, mengajak lebih banyak orang untuk mengenal dan menikmati berbagai karya tulis dengan cara yang lebih santai dan menyenangkan.
1. Kenalan dengan BookTok, fenomena media sosial yang ramai dibicarakan

BookTok menjadi komunitas bagi kreator di TikTok yang mengangkat tema buku sebagai topik yang dibahas olehnya. BookTok influencer akan memberikan rekomendasi, unboxing buku yang datang, atau menunjukkan bookshelf yang dimiliki.
Rekomendasi buku datang dari berbagai genre seperti young adult fiction, romance, fantasy, dan berbagai tema lainnya. Ada juga beberapa judul yang merupakan kombinasi dari beberapa genre populer. Mereka akan memaparkan sinopsis dan pandangannya terkait buku yang telah ditamatkan serta memberi rating.
Buku yang dibicarakan tidak selalu judul baru. Misalnya, ketika suatu buku diadaptasi menjadi film seperti Wuthering Heights, BookTok akan kembali mengulas bacaan tersebut.
2. Mengapa BookTok ramai dibicarakan?

BookTok telah menjadi fenomena yang ramai dibicarakan, seiring meningkatnya minat baca seseorang. Konten kreator mendorong audiens untuk mengikuti cerita atau informasi di buku. Mayoritas BookTok menampilkan bacaan fiksi, membuat orang lain ingin ikut serta membaca cerita mereka berkat kisah yang menarik.
Algoritma dari aplikasi TikTok juga mendorong pengguna terus terpapar dengan konten serupa. Akibatnya, konten sejenis viral. Mendorong lebih banyak BookTok untuk membuat review dan membicarakan topik serupa secara lebih sering.
Saat ini, banyak orang memanfaatkan TikTok sebagai media untuk melihat ulasan buku sebelum membeli. Selain itu, pembaca juga memanfaatkan TikTok untuk mendiskusikan suatu tema dan judul dari novel yang telah dibacanya.
3. Berbagai nama penulis makin ramai dibicarakan

Ramainya konten buku juga membawa keuntungan tersendiri bagi penulis. Di Indonesia sendiri, penulis buku asal Jepang kian digemari berkat popularitasnya di TikTok. Kisah yang unik dengan latar tak biasa, membuat banyak orang menggemari novel fiksi asal Jepang.
Sebut saja Toshikazu Kawaguchi, penulis seri novel Before the Coffee Gets Cold yang kemudian diterjemahkan dalam bahasa Indonesia berjudul Funiculi Funicula. Hal serupa juga terjadi dengan Satoshi Yagisawa, penulis yang terkenal di Indonesia dengan serial buku berjudul Days at the Morisaki Bookshop.
Hal serupa juga terjadi pada para penulis Indonesia yang telah menerbitkan karya dengan tema-tema tertentu dan turut ramai dibicarakan di TikTok. Sebut saja Leila Chudori dan Laksmi Pamuntjak serta sastrawan lainnya yang kerap disebut ketika audiens membahas isu politik maupun sejarah Indonesia di masa lampau.
Nama-nama tersebut kemudian membuka jalan bagi penulis lain untuk karyanya dinikmati oleh masyarakat Indonesia. Kira-kira, kamu suka gak dengan tren BookTok yang saat ini tengah ramai dibicarakan?