Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

Apa Itu Clothing Swap? Ini Manfaat dan Cara Mengadakannya

3 min read
Apa Itu Clothing Swap? Ini Manfaat dan Cara Mengadakannya
ilustrasi dua perempuan berbincang di ruangan berisi pakaian (pexels.com/kampus)
Share Article

Punya pakaian yang masih bagus tetapi sudah jarang dipakai? Daripada membiarkannya menumpuk di lemari, kamu bisa mencoba clothing swap bersama teman atau komunitas.

Kegiatan ini menjadi cara untuk bertukar pakaian sekaligus memberikan kesempatan bagi pakaian yang sudah dimiliki untuk digunakan kembali. Sebelum mengadakannya, kenali dulu apa itu clothing swap, manfaatnya, dan cara membuat acaranya.

  1. 1. Apa itu clothing swap?

    ilustrasi mencari baju thrift
    ilustrasi mencari pakaian thrift (pexels.com/cottonbro)

    Clothing swap adalah kegiatan ketika sekelompok orang berkumpul untuk saling bertukar pakaian yang sudah tidak digunakan tetapi masih layak pakai. Setiap peserta membawa pakaian yang sudah tidak diinginkan, kemudian pakaian tersebut dikumpulkan agar dapat dipilih oleh peserta lain.

    Pakaian yang tidak terpilih setelah acara dapat disumbangkan kepada pihak yang membutuhkan. Dengan cara ini, clothing swap menjadi kegiatan bertukar pakaian yang juga dapat menjadi aktivitas bersama teman atau komunitas.

  2. 2. Manfaat clothing swap untuk lemari dan lingkungan

    ilustrasi pria dan wanita memilih pakaian bekas
    ilustrasi pria dan wanita memilih pakaian bekas (pexels.com/julia-m-cameron)

    Clothing swap dapat menjadi alternatif untuk mendapatkan pakaian tanpa harus membeli pakaian baru. Kegiatan ini juga membuat pakaian yang sudah dimiliki dapat kembali digunakan oleh orang lain, alih-alih langsung menjadi barang yang tidak terpakai.

    Mengutip dari Southern Living, clothing swap sebagai salah satu cara untuk melawan fast fashion. Kegiatan ini juga memungkinkan pakaian yang tidak terpilih untuk didonasikan sehingga dapat digunakan oleh orang lain yang membutuhkan.

    “Tujuannya adalah membuat orang terbiasa dengan gagasan bahwa mereka gak selalu harus membeli barang baru dan bisa menemukan beberapa barang yang benar-benar mereka sukai,” ujar Lauren Anderson, penyelenggara clothing swap di Akron, Ohio, dikutip dari USA TODAY.

  3. 3. Tips mengadakan clothing swap

    ilustrasi memilih pakaian (pexels.com/cottonbro)
    ilustrasi memilih pakaian (pexels.com/cottonbro)

    1. Atur peserta dan pakaian yang akan dibawa

    Kirim undangan dan kumpulkan RSVP sekitar tiga minggu sebelum acara. Cara Palmer menyarankan peserta membawa 5–10 pakaian berkualitas yang sudah dibersihkan dan masih dalam kondisi baik, kemudian mengingatkan peserta untuk menyerahkan pakaian tersebut sebelum acara agar bisa dipilah terlebih dahulu.

    2. Siapkan area pakaian dan tempat mencoba

    Siapkan area berbeda untuk berbagai jenis pakaian dan aksesori menggunakan meja makan, meja lipat, atau rak yang sudah dikosongkan. Sediakan pula cermin dan pencahayaan yang baik agar peserta lebih mudah melihat dan mencoba pakaian yang tersedia.

    “Apa pun yang tidak diklaim bisa langsung dikemas dan disumbangkan sehingga penyelenggara gak berakhir dengan lebih banyak barang berantakan daripada sebelumnya,” ujar Cara Palmer, profesional home organizer dan pendiri Organize Every Room, dikutip dari Southern Living.

    3. Tentukan tempat donasi untuk pakaian yang tersisa

    Sebelum acara dimulai, tentukan pihak yang akan menerima pakaian yang tidak terpilih. Cara Palmer menyarankan penyelenggara bekerja sama dengan organisasi perempuan setempat sehingga sudah ada rencana untuk menangani pakaian yang tidak diklaim.

    4. Adakan tantangan padu padan setelah acara

    Setelah acara, kamu bisa mengadakan tantangan padu padan agar peserta memanfaatkan pakaian yang mereka dapatkan. Maria Anderson, pakar penataan dan pengorganisasian rumah berbasis di Atlanta, dikutip dari laman yang sama, menyarankan peserta mengunggah penampilan mereka ke media sosial dan memberikan hadiah untuk penampilan yang paling kreatif atau stylish.

    Clothing swap bisa jadi cara sederhana untuk memperpanjang usia pakaian sekaligus mengurangi kebiasaan membeli barang baru. Dengan aturan yang jelas dan persiapan yang tepat, kegiatan ini juga bisa menjadi aktivitas seru bersama teman atau komunitas.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share Article
Editorial Team

Related Articles

See More