Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

DIY Laundry Basket dari Kardus, Solusi Hemat Bikin Lebih Rapi

4 min read
DIY Laundry Basket dari Kardus, Solusi Hemat Bikin Lebih Rapi
Ilustrasi keranjang laundry (generated image by ChatGPT/Robertus Ari)
Share Article

Menumpuknya pakaian kotor di sudut kamar bisa membuat ruangan terlihat berantakan, apalagi jika belum memiliki keranjang atau basket laundry khusus. Namun, kamu tidak harus langsung membeli tempat baru untuk mengatasinya. Kardus bekas berukuran besar bisa dimanfaatkan menjadi laundry basket sederhana yang fungsional sekaligus menarik.

Dengan sedikit kreativitas, kardus bekas paket, kardus sepatu, atau kardus peralatan rumah tangga dapat diubah menjadi wadah pakaian kotor. Bagian luarnya bisa dilapisi kain, kertas kado, atau wallpaper sisa agar tampilannya lebih estetik.

  1. 1. Pilih kardus yang kokoh dan sesuai ukuran

    Ilustrasi baju kotor menumpuk (freepik.com/freepik)
    Ilustrasi baju kotor menumpuk (freepik.com/freepik)

    Sebelum mulai membuat DIY laundry basket, pilih kardus yang masih dalam kondisi baik. Kardus bekas peralatan elektronik, paket berukuran besar, atau perlengkapan rumah tangga biasanya memiliki lembaran yang lebih kokoh dibandingkan kardus tipis. Pastikan tidak ada bagian yang lembek, berjamur, terkena minyak, atau berbau menyengat.

    Ukuran kardus dapat disesuaikan dengan kebutuhan dan luas kamar. Selain kardus, siapkan juga alat dan bahan seperti gunting atau cutter, penggaris, pensil, lem tembak atau lem serbaguna, lakban, kain pelapis, serta tali untuk pegangan.

  2. 2. Perkuat struktur kardus agar tidak mudah roboh

    ilustrasi kardus bekas (freepik.com/freepik)
    ilustrasi kardus bekas (freepik.com/freepik)

    Setelah menentukan ukuran, rapikan bagian kardus yang tidak diperlukan. Jika kardus memiliki tutup atau lipatan tambahan, kamu bisa memotongnya agar bentuknya lebih menyerupai keranjang. Namun, jangan buru-buru membuang seluruh bagian penutup karena beberapa potongan bisa dimanfaatkan untuk memperkuat dasar dan dinding.

    Untuk membuat struktur lebih kokoh, gunakan potongan kardus tambahan pada bagian bawah. Tempelkan dua atau tiga lapis kardus dengan arah gelombang yang berbeda jika memungkinkan, lalu rekatkan hingga kuat. Bagian sudut juga dapat diperkuat menggunakan lakban tebal atau potongan kardus berbentuk segitiga agar dinding tidak mudah melengkung.

  3. 3. Lapisi kardus dengan kain agar lebih estetik

    Ilustrasi menggunting kardus (freepik.com/freepik)
    Ilustrasi menggunting kardus (freepik.com/freepik)

    Setelah struktur dasar selesai, saatnya mempercantik tampilan laundry basket. Kamu bisa menggunakan kain bekas sprei, sarung bantal, tote bag yang sudah tidak terpakai, atau kain kanvas sisa. Pilih bahan dengan warna netral seperti putih, krem, abu-abu, atau cokelat muda jika ingin menghadirkan kesan minimalis dan Japandi.

    Ukur kain sesuai bagian luar kardus, lalu sisakan sedikit bagian untuk dilipat ke dalam. Oleskan lem secara tipis dan merata sebelum menempelkan kain. Ratakan perlahan agar tidak muncul gelembung atau kerutan. Untuk hasil yang lebih praktis, kamu juga bisa menggunakan wallpaper tempel atau kertas dekoratif, tetapi pastikan permukaannya tidak mudah mengelupas.

    Agar lebih fungsional, tambahkan lapisan kain bagian dalam sebagai liner atau kantong penampung pakaian. Pilih kain yang bisa dilepas sehingga lebih mudah dicuci secara terpisah. Namun, perlu diingat bahwa lapisan kain bukan berarti kardus menjadi tahan air. Laundry basket berbahan kardus sebaiknya tetap digunakan di area kering dan tidak terkena cipratan air secara langsung.

  4. 4. Tambahkan pegangan dan ventilasi sederhana

    ilustrasi baju kotor (pexels.com/Karolina Grabowska)
    ilustrasi baju kotor (pexels.com/Karolina Grabowska)

    Laundry basket akan lebih mudah digunakan jika memiliki pegangan. Kamu bisa membuat dua lubang pada sisi kanan dan kiri kardus, lalu memasukkan tali rami, tali katun, atau pita kain yang cukup kuat. Ikat ujung tali dari bagian dalam dan tambahkan penguat berupa potongan kardus atau lakban agar lubang tidak cepat robek.

    Selain pegangan, pertimbangkan untuk membuat beberapa lubang kecil di sisi kardus sebagai ventilasi. Lubang dapat membantu sirkulasi udara, terutama jika keranjang digunakan untuk menampung pakaian kotor yang sudah kering.

    Hindari membuat terlalu banyak lubang karena dapat mengurangi kekuatan dinding kardus. Ventilasi penting karena pakaian yang lembap tidak ideal disimpan terlalu lama di dalam wadah tertutup.

    "Menaruh barang apa pun yang lembap atau basah di dalam keranjang cucian pada dasarnya akan membuat waktu pengeringannya lebih lama, sehingga menciptakan lingkungan yang ideal bagi jamur dan bakteri untuk berkembang biak," kata pakar laundry Zachary Pozniak dikutip dari The Spruce.

  5. 5. Gunakan dan rawat dengan cara yang tepat

    Ilustrasi keranjang laundry (generated image by ChatGPT/Robertus Ari)
    Ilustrasi keranjang laundry (generated image by ChatGPT/Robertus Ari)

    Karena terbuat dari kardus, laundry basket DIY ini paling cocok digunakan untuk menampung pakaian kotor yang kering. Hindari memasukkan handuk basah, pakaian setelah olahraga yang masih berkeringat, atau baju yang baru terkena hujan.

    Sebaiknya angin-anginkan pakaian yang lembap terlebih dahulu sebelum memasukkannya ke dalam keranjang. Letakkan keranjang di sudut kamar yang kering, tidak dekat dengan kamar mandi yang sering terkena cipratan air, dan tidak langsung menyentuh lantai lembap.

    Kamu bisa menambahkan alas kaki kecil, papan tipis, atau tatakan untuk menjaga bagian bawah kardus tetap jauh dari kelembapan. Jangan gunakan keranjang ini sebagai tempat menyimpan pakaian bersih jika bagian dalamnya sudah pernah terkena kotoran atau lembap.

    Membuat DIY laundry basket dari kardus bisa menjadi cara kreatif untuk menghemat biaya sekaligus memanfaatkan barang bekas di rumah. Meski begitu, kardus memiliki keterbatasan terhadap air dan kelembapan, sehingga penggunaannya perlu disesuaikan dengan kondisi pakaian yang disimpan dan tempatnya.

Share Article
Editorial Team

Related Articles

See More