ilustrasi orangtua menasihati anak (pexels.com/kindelmedia)
Ketika melihat anak yang selalu mengalah atau sulit mengatakan "tidak", banyak orangtua mungkin ingin segera mengubah perilaku tersebut. Padahal, menurut Emily Waitt, orangtua justru perlu membantu remaja lebih mengenali perasaan dan kebutuhan dirinya terlebih dahulu. Jika kamu mulai melihat tanda-tanda fawning pada anak, beberapa langkah berikut bisa dicoba:
1. Validasi perasaan mereka
Pastikan remaja tahu bahwa emosi, kebutuhan, dan pendapat mereka penting untuk didengar. Dengan begitu, mereka tidak merasa harus selalu mengutamakan orang lain demi diterima.
2. Berikan contoh batasan yang sehat
Tunjukkan bahwa mengatakan "tidak" atau menetapkan batasan bukanlah hal yang buruk. Ini bisa membantu remaja memahami bahwa menjaga diri sendiri bukan berarti egois.
3. Dorong mereka lebih mandiri
Berikan kesempatan kepada remaja untuk mengambil keputusan dan menyampaikan pendapatnya sendiri. Semakin sering mereka melakukannya, semakin besar pula rasa percaya diri yang terbentuk.
4. Cari bantuan profesional bila diperlukan
Jika fawning mulai memengaruhi kesehatan mental atau kehidupan sehari-hari mereka, jangan ragu mencari bantuan profesional. Dukungan dari terapis dapat membantu remaja membangun strategi koping yang lebih sehat.
Fawning bukan sekadar sikap terlalu baik atau sulit menolak orang lain. Memahaminya sejak dini bisa membantu remaja belajar menghargai diri sendiri tanpa harus terus-menerus menyenangkan semua orang.