Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Apa MBTI yang Dikenal Paling Oversharing?
ilustrasi tipe ESFJ (pexels.com/Alena Darmel)
  • Artikel menjelaskan oversharing sebagai kebiasaan membagikan detail pribadi berlebihan, baik saat berinteraksi langsung maupun melalui media sosial.
  • ENFP, ENFJ, dan ESFP disebut cenderung terbuka karena memproses pikiran lewat cerita, membangun keakraban, atau spontan membagikan pengalaman hidup.
  • INFP dan ESFJ juga dinilai sering berbagi secara personal; artikel menyarankan membangun batasan karena tidak semua aspek kehidupan perlu diekspos.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Oversharing adalah kebiasaan seseorang membagikan informasi atau detail kehidupan pribadi secara berlebihan. Bahkan saat ini kebiasaan tersebut tidak hanya terjadi secara langsung, tetapi juga kerap terjadi melalui media sosial.

Berdasarkan tipe MBTI, ada beberapa kepribadian yang memiliki kebiasaan oversharing. Hal ini karena mereka cenderung memproses pikiran dengan cara berbicara kepada orang lain. Alasan lainnya adalah karena mereka sangat menghargai koneksi emosional yang mendalam dengan orang lain.

Tipe MBTI apa saja yang paling sering oversharing terhadap orang lain? Yuk, simak pembahasannya berikut ini!

1. ENFP

ilustrasi tipe ENFP (pexels.com/fauxels)

ENFP dikenal dengan kepribadiannya yang suka mengungkapkan isi pikiran mereka kepada orang lain. Itulah alasan utama mereka kerap melakukan oversharing. Cara mereka memproses isi kepala adalah dengan membicarakannya langsung kepada orang di sekitar mereka.

Bagi ENFP, salah satu cara menjalin kedekatan dengan orang lain yaitu dengan menceritakan tentang dirinya. Bahkan mereka bisa menceritakan trauma masa kecil, mimpi teraneh, hingga masalah percintaan mereka kepada orang yang baru dikenal dalam 10 menit pertama.

2. ENFJ

ilustrasi tipe ENFJ (pexels.com/Alena Darmel)

Kepribadian khas ENFJ adalah ramah dan penuh antusiasme. ENFJ selalu ingin menciptakan suasana yang akrab, mendalam, dan terbuka. Mereka merasa bahwa jika mereka membuka diri terlebih dahulu, orang lain akan merasa nyaman untuk ikut terbuka.

Itulah alasan mengapa ENFJ kerap membagikan emosi terdalam, kekhawatiran, atau bahkan drama kehidupan yang mereka alami kepada orang di sekitarnya. Bagi mereka, menceritakan hal tersebut adalah cara untuk memberikan empati atau menghibur orang lain.

3. ESFP

ilustrasi tipe ESFP (pexels.com/Mikhail Nilov)

ESFP adalah tipe yang paling mampu menikmati setiap detik dalam hidupnya dengan baik. Mereka hidup di momen saat ini dan sangat ekspresif terhadap apa pun yang terjadi. Itulah yang akhirnya membuat ESFP menganggap bahwa kisah hidupnya layak untuk dibagikan.

Terlepas dari kisah hidup mereka yang lucu, memalukan, ataupun sedih, ESFP selalu senang untuk membagikannya kepada orang lain. Biasanya, mereka spontan menceritakan detail-detail konyol yang terjadi dalam hidup mereka tanpa filter. Bahkan, ESFP sering kali baru tersadar bahwa cerita tersebut terlalu pribadi setelah membagikannya kepada orang lain.

4. INFP

ilustrasi tipe INFP (pexels.com/Antonius Ferret)

Meskipun seorang introver, INFP termasuk salah satu tipe yang oversharing. Salah satu alasannya adalah bahwa mereka sangat menghargai keaslian (authenticity). Ketika mereka merasa nyaman dengan seseorang, INFP tidak akan ragu-ragu untuk menceritakan tentang dirinya.

INFP akan meruntuhkan benteng pertahanan yang mereka bangun terhadap orang tertentu dalam hidup mereka. Mereka tidak oversharing kepada semua orang, melainkan secara selektif kepada orang yang dianggap berarti dalam hidupnya. Bahkan, INFP tak sungkan untuk menceritakan isi hati dan kegalauan terdalam mereka.

5. ESFJ

ilustrasi tipe ESFJ (pexels.com/Alena Darmel)

ESFJ adalah sosok yang sangat sosial dan peduli pada dinamika kelompok. Mereka menggunakan cerita personal untuk membangun jembatan komunikasi dan memastikan semua orang di sekitar mereka merasa dilibatkan.

Itulah alasan mengapa ESFJ kerap melakukan oversharing. Mereka cenderung banyak berbagi cerita tentang detail hubungan keluarga, gosip terbaru yang melibatkan mereka, atau opini emosional mereka mengenai suatu kejadian.

Bagi tipe MBTI di atas, oversharing sudah menjadi kebiasaan. Sesuatu yang biasa dilakukan memang sulit untuk ditinggalkan. Namun, jika kamu tipe MBTI yang terbiasa oversharing, ada baiknya kamu membangun batasan diri.

Pahami bahwa tidak semua aspek kehidupan harus terekspos ke publik. Sebab, ada beberapa hal yang lebih baik disimpan sendiri. Nah, menurutmu, oversharing itu baik atau buruk?

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Curated For You

Editorial Team

Related Article