Apakah kamu pernah ikut tertawa saat teman kantor ramai-ramai membicarakan rencana liburan, padahal dalam hati sudah tahu kamu gak mungkin ikut? Bukan karena gak tertarik, gak punya waktu, atau lebih suka di rumah, melainkan karena uang yang harus dikeluarkan bakal mengganggu anggaran sampai akhir bulan. Kamu akhirnya bilang, "Lihat nanti, ya," meski sebenarnya sudah tahu jawabannya.
Hal seperti ini sering gak terlihat oleh orang lain. Kamu tetap bekerja, membalas pesan di grup, datang ke acara keluarga, bahkan sesekali membeli sesuatu yang kamu suka. Dari luar, hidupmu tampak berjalan seperti biasa. Namun, banyak keputusan yang sebenarnya bukan soal apa yang kamu inginkan, melainkan apa yang masih sanggup kamu tanggung. Lantas, kapan seseorang bisa dibilang hidup layak, dan kapan ia sebenarnya cuma berusaha menjaga agar hidupnya gak berantakan? Kemudian, seperti apa bedanya hidup layak dan sekadar bertahan hidup?
