Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

Cara Menghindari Tekanan Mental Karena Asap Kebakaran Hutan

3 min read
Cara Menghindari Tekanan Mental Karena Asap Kebakaran Hutan
Ilustrasi karhutla (magnific.com/magnific)
  • Batasi paparan berita karhutla dan pantau kualitas udara dari sumber tepercaya, sambil fokus pada langkah yang bisa dikendalikan seperti memakai respirator dan menjaga udara dalam ruangan.
  • Pertahankan rutinitas, tidur, makan, hobi, serta koneksi sosial meski aktivitas luar ruang terbatas; isolasi dan perubahan rutinitas dapat memperbesar stres akibat asap.
  • Ceritakan kecemasan kepada orang tepercaya dan konsultasikan dengan psikolog atau profesional kesehatan mental bila gangguan tidur, konsentrasi, atau aktivitas harian terus terjadi.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) bukan cuma bikin udara dipenuhi asap, tetapi juga membuat aktivitas sehari-hari terasa lebih berat. Mau berangkat kerja jadi waswas, olahraga di luar rumah harus ditunda, belum lagi rasa khawatir kalau asap berdampak pada kesehatan diri dan keluarga. Kalau kondisi ini terus berlangsung, sampai kapan kita bisa bertahan tanpa merasa stres?

Rasa cemas saat menghadapi situasi seperti ini sebenarnya wajar. Namun, kalau terus memikirkan kemungkinan terburuk sampai sulit tidur, susah fokus, atau merasa kewalahan, kesehatan mental juga perlu diperhatikan. Yuk, simak tiga cara menghadapi tekanan mental akibat asap karhutla!

  1. 1. Batasi berita dan fokus pada hal yang bisa dikendalikan

    Ilustrasi melihat hp
    Ilustrasi melihat hp (freepik.com/The Yuri Arcurs Collection)

    Saat kabar karhutla terus bermunculan di media sosial, rasanya ingin memantau setiap perkembangan apalagi ketika kualitas udara memburuk dan kita gak tahu kapan keadaan akan kembali normal. Namun, terlalu sering membaca berita atau menonton video kebakaran bisa membuat pikiran semakin penuh dengan kekhawatiran.

    Thomas Joseph Doherty, PsyD, psikolog klinis yang mendalami hubungan lingkungan dan kesehatan mental, mengatakan kepada Scientific American, "Merasa kewalahan dalam situasi seperti ini adalah hal yang wajar." Jadi, kamu gak perlu menyalahkan diri sendiri hanya karena merasa takut atau cemas.

    Coba batasi waktu membaca berita dan cukup ikuti informasi kualitas udara dari sumber tepercaya. Kamu juga bisa menyiapkan masker respirator yang sesuai, menjaga udara di dalam ruangan tetap bersih, dan menyesuaikan aktivitas berdasarkan kondisi udara. Dengan begitu, perhatianmu gak habis untuk memikirkan hal-hal yang berada di luar kendali.

  2. 2. Tetap jalani rutinitas dan jangan mengisolasi diri

    Ilustrasi sedih
    Ilustrasi sedih (magnific.com/magnific)

    Ketika asap membuatmu harus lebih banyak beraktivitas di dalam ruangan, hari-hari bisa terasa monoton. Pekerjaan menumpuk, rencana akhir pekan berantakan, bahkan bertemu teman pun jadi lebih sulit. Kalau dibiarkan, perubahan rutinitas ini bisa membuatmu merasa kesepian dan semakin terbebani.

    U.S. Environmental Protection Agency (EPA) menjelaskan dalam panduan Coping with the Stress of Wildfire Smoke bahwa asap kebakaran dapat memicu stres karena membatasi aktivitas di luar ruangan, menjauhkan seseorang dari teman dan keluarga, serta mengganggu rutinitas sehari-hari. Karena itu, menjaga koneksi sosial dan tetap melakukan kegiatan yang disukai bisa membantu menghadapi tekanan tersebut.

    Kamu bisa tetap mengobrol dengan teman lewat telepon, menonton film bersama keluarga, atau mengerjakan hobi di rumah. Jangan lupa menjaga waktu tidur dan makan, ya. Gak harus produktif setiap saat; memberi diri sendiri waktu untuk beristirahat juga penting ketika situasi di sekitar sedang gak menentu.

  3. 3. Jangan ragu mencari bantuan saat kecemasan terasa berlebihan

    Ilustrasi sedih
    Ilustrasi sedih (magnific.com/magnific)

    Ada kalanya rasa khawatir soal karhutla sulit dihentikan, bahkan ketika kamu sudah berada di tempat yang relatif aman. Pikiran tentang kesehatan keluarga, pekerjaan yang terganggu, atau kemungkinan asap kembali memburuk bisa terus berputar di kepala. Kalau sampai mengganggu tidur, konsentrasi, dan aktivitas harian, jangan menganggapnya sebagai sesuatu yang harus ditahan sendirian.

    Ceritakan kekhawatiranmu kepada orang yang dipercaya. Jika perasaan tersebut terus berlanjut dan mulai mengganggu keseharian, pertimbangkan untuk berkonsultasi dengan psikolog atau tenaga kesehatan mental profesional. Kamu gak harus menunggu sampai benar-benar kewalahan untuk mencari bantuan.

    Menghadapi karhutla memang melelahkan, apalagi ketika dampaknya mulai terasa pada kesehatan dan aktivitas sehari-hari. Sambil tetap melindungi diri dari paparan asap, beri ruang untuk beristirahat, terhubung dengan orang terdekat, dan mencari bantuan jika dibutuhkan.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share Article
Editorial Team

Kisah Koperasi Perempuan di Tepi Rel

Related Articles

See More