Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Belajar Hidup Sederhana dari Upin & Ipin: Bahagia Gak Harus Mahal
Upin dan Ipin mengikuti lomba karaoke (youtube.com/Les' Copaque Production)

Di tengah gaya hidup yang semakin lekat dengan media sosial, kebahagiaan sering terlihat seperti sesuatu yang mahal. Nongkrong di tempat kekinian, liburan ke luar negeri, membeli barang bermerek, atau punya kamar estetik seolah menjadi standar kehidupan yang menyenangkan.

Padahal, kalau diperhatikan, banyak momen paling berkesan justru datang dari hal-hal sederhana yang tidak membutuhkan banyak uang. Hal ini bisa dilihat dari keseharian serial Upin dan Ipin.

1. Bahagia tidak harus selalu dibeli

Upin dan Ipin sedang bermain bola (dok. Les' Copaque Production/Upin & Ipin)

Salah satu hal yang menarik dari kehidupan Upin dan Ipin adalah betapa sedikit hal yang dibutuhkan untuk membuat mereka senang. Bermain bersama teman, makan makanan kesukaan, pergi ke kebun, atau melakukan aktivitas bersama keluarga sudah cukup menjadi sumber kegembiraan.

Tidak selalu ada hadiah mahal atau tempat wisata mewah untuk menciptakan momen bahagia. Hubungan antara uang dan kebahagiaan memang jauh lebih kompleks daripada sekadar semakin banyak uang berarti semakin bahagia. Hal inilah yang dijelaskan oleh Robert Kenny, EdD, psikolog perkembangan dan senior advisor di Center on Wealth and Philanthropy, Boston College.

"Uang tidak bisa membeli kebahagiaan. Orang-orang yang sangat kaya memiliki kekhawatiran tersendiri: kecemasan mengenai anak-anak mereka, ketidakpastian dalam hubungan, serta ketakutan akan keterasingan," jelasnya dikutip dari American Psychological Association (APA).

"Sebagian besar anggapan kita tentang orang-orang yang sangat kaya berasal dari televisi, film, dan novel hiburan ringan dan banyak di antaranya tidak akurat," tambahnya.

Tapi bukan berarti uang tidak penting. Uang tetap dibutuhkan untuk memenuhi kebutuhan dasar dan menciptakan rasa aman. Namun, setelah kebutuhan tersebut terpenuhi, mengejar lebih banyak barang belum tentu memberikan tambahan kebahagiaan yang sebanding.

2. Waktu bersama orang terdekat lebih berarti

cuplikan animasi Upin dan Ipin Gosok Gigi (youtube.com/Les' Copaque Production)

Kalau diperhatikan, banyak momen menyenangkan dalam Upin & Ipin terjadi ketika karakter-karakternya melakukan sesuatu bersama. Mereka tidak harus pergi jauh untuk bersenang-senang. Bermain di halaman, bercanda, makan bersama, atau sekadar berkumpul bisa menjadi pengalaman yang berkesan karena dilakukan dengan orang yang dekat dengan mereka.

Hal tersebut sejalan dengan temuan dalam World Happiness Report 2025. Rui Pei dan Jamil Zaki dari Department of Psychology, Stanford University, menempatkan hubungan sosial sebagai bagian penting dalam kesejahteraan anak muda.

"Setiap persahabatan baru meningkatkan kemungkinan untuk mengalami peningkatan kesejahteraan sebesar 17 persen. Sebaliknya, hilangnya suatu persahabatan meningkatkan risiko terjerumus ke dalam lintasan penurunan kesejahteraan sebesar 19 persen. Temuan ini memperkuat bukti yang sudah ada bahwa ikatan sosial yang lebih kuat biasanya berujung pada kesejahteraan," jelasnya dalam World Happiness Report.

3. Belajar bersyukur dengan apa yang sudah ada

cuplikan episode Bila Hujan Turun serial Upin dan Ipin (youtube.com/Les' Copaque Production)

Upin dan Ipin juga memperlihatkan bagaimana anak-anak bisa menemukan kesenangan dari sesuatu yang sederhana. Mereka tidak selalu memiliki semua hal yang diinginkan, tetapi tetap bisa menikmati apa yang ada. Sikap seperti ini dekat dengan konsep gratitude atau rasa syukur, yaitu kemampuan menghargai sesuatu yang kita terima atau miliki.

Rasa syukur memang tidak selalu berarti harus merasa puas dengan semua keadaan. Sebaliknya, seseorang tetap boleh punya target dan keinginan, tetapi tidak menjadikan apa yang belum dimiliki sebagai satu-satunya ukuran kebahagiaan.

4. Makan sederhana bisa jadi momen istimewa

Upin dan Ipin melihat makanan (dok. Les' Copaque Production/ Upin & Ipin)

Salah satu gambaran kehidupan sederhana yang sering muncul adalah aktivitas makan bersama. Makanan tidak harus mahal untuk menjadi sesuatu yang menyenangkan. Sepiring nasi, camilan sederhana, atau makanan yang dibuat di rumah bisa terasa lebih istimewa ketika dinikmati bersama orang-orang yang kita sayangi.

Hal tersebut ternyata juga memiliki dasar dalam penelitian tentang kebahagiaan. World Happiness Report 2025 menemukan bahwa berbagi makanan memiliki hubungan yang kuat dengan kesejahteraan subjektif.

"Berbagi waktu makan terbukti menjadi indikator kesejahteraan subjektif yang sangat kuat—setara dengan faktor pendapatan dan status pekerjaan. Mereka yang lebih sering berbagi waktu makan dengan orang lain melaporkan tingkat kepuasan hidup dan afek positif yang jauh lebih tinggi, serta tingkat afek negatif yang lebih rendah. Hal ini berlaku lintas usia, jenis kelamin, negara, budaya, dan wilayah," demikian laporan para peneliti di World Happiness Report.

5. Kurangi yang tidak perlu, fokus pada yang berarti

Upin dan Ipin sedang membaca komik (dok. Les' Copaque Production/Upin & Ipin)

Hidup sederhana bukan berarti harus membuang semua barang atau mengikuti gaya minimalis secara ekstrem. Intinya adalah memahami mana yang benar-benar penting dan mana yang hanya membuat kita terus merasa kurang. Konsep ini juga menjadi dasar dari minimalisme, yang menempatkan perhatian lebih besar pada hal-hal yang dianggap penting dalam hidup.

Dalam kehidupan sehari-hari, prinsip ini bisa diterapkan tanpa harus melakukan perubahan besar. Misalnya, tidak membeli barang hanya karena sedang tren, berhenti mengikuti akun media sosial yang membuatmu terus membandingkan diri, memasak di rumah beberapa kali seminggu, atau memilih menghabiskan waktu dengan keluarga daripada terus mengejar aktivitas yang sebenarnya tidak dibutuhkan. Seperti Upin dan Ipin, kebahagiaan bisa ditemukan dari lingkungan terdekat ketika kita mau memperhatikan dan menikmatinya.

Pada akhirnya, belajar hidup sederhana dari Upin & Ipin bukan berarti harus hidup tanpa keinginan atau menolak kenyamanan. Pesannya lebih sederhana: jangan mengukur kebahagiaan hanya dari berapa banyak uang yang bisa dibelanjakan.

Curated For You

Editorial Team

Related Article