Upin dan Ipin sedang bermain bola (dok. Les' Copaque Production/Upin & Ipin)
Salah satu hal yang menarik dari kehidupan Upin dan Ipin adalah betapa sedikit hal yang dibutuhkan untuk membuat mereka senang. Bermain bersama teman, makan makanan kesukaan, pergi ke kebun, atau melakukan aktivitas bersama keluarga sudah cukup menjadi sumber kegembiraan.
Tidak selalu ada hadiah mahal atau tempat wisata mewah untuk menciptakan momen bahagia. Hubungan antara uang dan kebahagiaan memang jauh lebih kompleks daripada sekadar semakin banyak uang berarti semakin bahagia. Hal inilah yang dijelaskan oleh Robert Kenny, EdD, psikolog perkembangan dan senior advisor di Center on Wealth and Philanthropy, Boston College.
"Uang tidak bisa membeli kebahagiaan. Orang-orang yang sangat kaya memiliki kekhawatiran tersendiri: kecemasan mengenai anak-anak mereka, ketidakpastian dalam hubungan, serta ketakutan akan keterasingan," jelasnya dikutip dari American Psychological Association (APA).
"Sebagian besar anggapan kita tentang orang-orang yang sangat kaya berasal dari televisi, film, dan novel hiburan ringan dan banyak di antaranya tidak akurat," tambahnya.
Tapi bukan berarti uang tidak penting. Uang tetap dibutuhkan untuk memenuhi kebutuhan dasar dan menciptakan rasa aman. Namun, setelah kebutuhan tersebut terpenuhi, mengejar lebih banyak barang belum tentu memberikan tambahan kebahagiaan yang sebanding.