Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Benda di Depan Mata Bisa Jadi Pengingat, Coba Terapkan Visual Cue
ilustrasi mengingat (pexels.com/Photo By: Kaboompics.com)
  • Visual cue memanfaatkan benda, tulisan, atau tanda di tempat terlihat untuk mengingatkan kegiatan di tengah rutinitas padat, sehingga tidak hanya mengandalkan ingatan.
  • Benda terkait tugas dapat diletakkan di lokasi strategis, seperti buku di meja, botol minum di samping laptop, atau payung dekat pintu.
  • Pengingat visual bisa dikaitkan dengan rutinitas dan dipakai melacak progres melalui checklist atau kalender, agar tindakan berikutnya serta pencapaian harian lebih terlihat.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Pernah mau melakukan sesuatu, tapi beberapa menit kemudian malah lupa? Padahal barang yang bisa mengingatkanmu sebenarnya ada di depan mata. Kondisi ini cukup sering terjadi ketika kita punya banyak hal yang harus dikerjakan dalam satu hari. Mulai dari membawa tumbler, membaca buku, olahraga, sampai mengerjakan tugas, semuanya bisa terlewat kalau hanya mengandalkan ingatan. 

Salah satu cara sederhana yang bisa dicoba adalah menggunakan visual cue atau pengingat visual. Visual cue bekerja dengan memanfaatkan benda, tulisan, atau tanda yang sengaja ditempatkan di tempat yang mudah terlihat. Tujuannya adalah membuat otak kembali teringat pada kegiatan yang ingin dilakukan. Jadi, daripada berharap tiba-tiba ingat, kamu bisa membuat lingkungan sekitar ikut membantu mengingatkan. Lantas, bagaimana cara menerapkan visual cue supaya benar-benar membantu?

1. Taruh benda yang berkaitan di tempat yang mudah terlihat

Ilustrasi pengingat kegiatan (unsplash.com/Alexandr Podvalny)

Cara paling gampang menerapkan visual cue adalah menjadikan benda sehari-hari sebagai pengingat. Misalnya, kalau ingin lebih rajin membaca, taruh buku di atas meja kerja, bukan di dalam lemari. Begitu juga kalau ingin lebih sering olahraga, kamu bisa meletakkan sepatu olahraga di dekat pintu agar langsung terlihat ketika hendak keluar. Strategi ini membuat benda tersebut berfungsi sebagai pengingat sebelum kamu sempat lupa. 

Seorang penulis artikel 7 Memory Strategies That Work at Any Age, Meg Selig menyarankan penggunaan benda yang sengaja ditempatkan untuk mengingatkan tugas tertentu. Ia mencontohkan, “Letakkan benda-benda yang bisa mengingatkanmu pada tugas yang harus dilakukan. Salah satu contoh klasiknya adalah menaruh keranjang cucian di depan pintu.” Demikian dikutip dari Psychology Today.

Jadi, kamu tidak harus membuat pengingat yang rumit. Benda yang memang sudah kamu punya bisa dimanfaatkan sebagai cue selama posisinya terlihat dan berkaitan dengan hal yang ingin kamu lakukan. Mau lebih sering minum air? Taruh botol di samping laptop. Mau ingat membawa payung? Letakkan di dekat pintu. Sederhana, tetapi justru itu yang membuatnya gampang diterapkan.

2. Hubungkan visual cue dengan kebiasaan yang sudah kamu lakukan

ilustrasi pengingat (pexels.com/Helena Lopes)

Visual cue juga akan lebih mudah dipakai kalau dikaitkan dengan rutinitas yang sudah ada. Contohnya, setelah selesai menyikat gigi, kamu langsung melihat sticky note di cermin yang mengingatkan untuk memakai skincare. Atau, setelah membuka laptop, kamu melihat daftar tugas yang sudah ditempel di samping layar. Dengan begitu, benda atau tulisan tersebut menjadi tanda bahwa ada tindakan yang perlu dilakukan berikutnya. 

“Simpan barang-barang penting di tempat yang sama setiap kali. Kunci? Taruh di gantungan khusus atau di kompartemen beritsleting di dalam tas. Begitu juga dengan ponsel, kacamata, dan barang penting lainnya. Kalau terpaksa menaruh suatu barang di tempat yang tidak biasa, ucapkan dengan lantang apa yang sedang kamu lakukan,” ujar Meg Selig,  penulis artikel 7 Memory Strategies That Work at Any Age, dikutip dari Psychology Today.

Jadi, visual cue bukan sekadar membuat benda terlihat, tetapi juga memberi konteks tentang apa yang harus dilakukan setelah melihatnya. Kamu bisa mulai dari satu kebiasaan kecil terlebih dahulu. Setelah pola tersebut terasa familier, kamu mungkin tidak lagi membutuhkan pengingat karena tindakan itu sudah mulai terasa otomatis.

3. Pakai visual cue untuk melihat progres

ilustrasi progres atau kemajuan (freepik.com/freepik)

Visual cue juga bisa dipakai untuk menunjukkan progres. Misalnya, kamu ingin membaca 10 halaman setiap hari, lalu membuat kalender kecil yang bisa diberi tanda setiap kali target selesai. Cara ini membuat tujuan yang awalnya terasa abstrak menjadi sesuatu yang mudah dilihat. Semakin banyak tanda yang terkumpul, semakin jelas pula progres yang sudah kamu buat. 

Psikoterapis Stevie Blum, LCSW, menjelaskan dalam Verywell Mind, “Melacak kemajuan secara visual menciptakan rasa puas. Kamu bisa melihat dengan jelas seberapa banyak yang sudah dicapai.”

Metode ini bisa dibuat sesederhana seperti checklist, kalender, sticky notes, atau kartu kecil yang kamu beri tanda setiap kali berhasil menyelesaikan target. Kuncinya bukan membuat sistem yang estetik atau sempurna, tetapi membuat perkembanganmu terlihat oleh mata. Dengan begitu, kamu punya alasan kecil untuk melanjutkannya besok karena bisa melihat bahwa usahamu tidak sia-sia.

Kalau selama ini kamu sering lupa melakukan sesuatu, mungkin masalahnya bukan karena kamu kurang disiplin. Bisa jadi, kamu hanya terlalu banyak mengandalkan ingatan di tengah rutinitas yang padat. Coba manfaatkan benda-benda di sekitar sebagai pengingat kecil. Mulai dari satu benda dan satu kebiasaan saja supaya tidak terasa merepotkan. Siapa tahu, meja kerja, pintu kamar, atau layar laptopmu justru bisa menjadi partner untuk membantu mengingat kebiasaan.

Curated For You

Editorial Team

Related Article