"Melalui Innovation Harvest, kami ingin memberikan ruang bagi mahasiswa untuk tidak hanya menyampaikan gagasan, tetapi juga membawa gagasan tersebut kepada audiens yang lebih luas. Kami berharap pengalaman ini dapat mendorong generasi muda untuk semakin memahami tantangan sektor pertambangan dan berani menghadirkan inovasi yang dapat terus dikembangkan ke depan," ujar Anggita.
ESDM Goes to Campus 2026 Kenalkan Inovasi Pertambangan ke Mahasiswa

- ESDM Goes to Campus 2026 Subsektor Minerba di ULM Banjarmasin diikuti sekitar 200 mahasiswa untuk mengenalkan Good Mining Practice, inovasi pertambangan, dan peluang karier mineral-batubara.
- Tim Komando Politeknik Negeri Balikpapan memenangkan Innovation Harvest 2026 lewat SIGAP TAMBANG, sistem AI-IoT untuk memprediksi dan mengendalikan risiko longsor highwall tambang batubara terbuka.
- Innovation Harvest menghimpun lebih dari 140 proposal mahasiswa, sementara talkshow dan diskusi industri membekali peserta tentang kompetensi, praktik pertambangan, lingkungan, serta peluang karier.
Membayangkan dunia pertambangan mungkin identik dengan aktivitas eksplorasi dan alat-alat berat. Namun, di balik industri tersebut terdapat kebutuhan terhadap inovasi, teknologi, serta generasi muda yang mampu menghadirkan solusi untuk menjawab berbagai tantangan di lapangan.
Semangat itulah yang dibawa melalui ESDM Goes to Campus 2026 Subsektor Minerba yang digelar di Universitas Lambung Mangkurat (ULM), Banjarmasin, Kalimantan Selatan, pada Senin (31/8/2026). Kegiatan yang diikuti sekitar 200 mahasiswa ini menjadi ruang untuk memperkenalkan penerapan Good Mining Practice, inovasi pertambangan, sekaligus peluang pengembangan karier di sektor mineral dan batubara.
1. Mahasiswa diajak melihat pertambangan dari sisi inovasi

Ilustrasi pertambangan (freepik.com/upklyak) Salah satu agenda utama dalam ESDM Goes to Campus 2026 adalah Innovation Harvest Winner Showcase. Sesi ini menghadirkan Tim Komando dari Politeknik Negeri Balikpapan yang berhasil menjadi Juara 1 Innovation Harvest 2026 dengan membawa inovasi bertajuk “SIGAP TAMBANG: Sistem Prediksi dan Kendali Otomatis Berbasis AI-IoT untuk Mitigasi Risiko Longsor Highwall Tambang Batubara Terbuka”.
Inovasi tersebut menunjukkan bahwa perkembangan teknologi seperti kecerdasan buatan dan Internet of Things dapat memiliki peran dalam menjawab persoalan nyata di sektor pertambangan. Di hadapan mahasiswa ULM dan perguruan tinggi lainnya, anggota Tim Komando, Regustian Dana dan Arkan Jihadi Asyrof, turut membagikan proses pengembangan inovasi, tantangan yang mereka hadapi, hingga pengalaman mengikuti kompetisi tersebut.
Kehadiran karya mahasiswa dalam forum tersebut juga memperlihatkan bahwa inovasi di sektor pertambangan tidak selalu datang dari industri. Kampus dan mahasiswa memiliki ruang untuk ikut melahirkan gagasan yang nantinya dapat dikembangkan lebih jauh.
2. Kompetisi menjadi ruang bagi mahasiswa untuk mengubah ide menjadi solusi

Tim Komando dari Politeknik Negeri Balikpapan (dok. ESDM Goes to Campus 2026) Sebelum sampai pada tahap showcase, Innovation Harvest 2026 telah menghimpun lebih dari 140 proposal mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi di Indonesia. Gagasan yang masuk tidak hanya membahas teknologi pertambangan, tetapi juga mencakup praktik pertambangan yang baik, pengelolaan lingkungan dan reklamasi pascatambang, hingga pengembangan serta pemberdayaan masyarakat.
Koordinator Kehumasan dan Informasi Publik Direktorat Jenderal Mineral dan Batubara, Anggita Miftah Hairani, mengatakan bahwa kompetisi tersebut dirancang untuk memberikan ruang lebih luas bagi mahasiswa dalam mengembangkan gagasan.
Penyerahan penghargaan kepada Tim Komando dalam kegiatan tersebut pun menjadi bagian dari upaya memperkenalkan karya mahasiswa kepada ekosistem pertambangan yang lebih luas. Dengan begitu, ide yang lahir dari kompetisi tidak berhenti sebagai proposal atau proyek akademik, tetapi memiliki peluang untuk terus dikembangkan.
3. Generasi muda juga diperkenalkan dengan peluang karier di sektor pertambangan

Para narasumber dan moderator di sesi Youth Empowerment Talkshow (dok. ESDM Goes to Campus 2026) Selain berbicara mengenai inovasi, ESDM Goes to Campus 2026 memberikan kesempatan bagi mahasiswa untuk melihat sektor pertambangan dari perspektif karier. Melalui Youth Empowerment Talkshow, peserta mendapatkan wawasan mengenai Good Mining Practice dan kesiapan yang dibutuhkan untuk menjadi bagian dari generasi pertambangan masa depan.
Sementara itu, Career Industry Talks menghadirkan sejumlah perusahaan dan BBPMB tekMIRA untuk memberikan gambaran mengenai kompetensi yang dibutuhkan industri serta peluang karier yang tersedia. Hal ini menjadi penting karena mahasiswa tidak hanya membutuhkan pengetahuan akademik, tetapi juga pemahaman mengenai bagaimana kompetensi mereka dapat diterapkan ketika memasuki dunia profesional.
Kegiatan tersebut sekaligus menjadi ajakan bagi mahasiswa untuk tidak hanya menjadi penonton dalam perkembangan sektor pertambangan Indonesia. Direktur Teknik dan Lingkungan Mineral dan Batubara, Ahmad Syauqi yang membuka acara juga mendorong mahasiswa untuk mengambil peran, dengan harapan gagasan dari generasi muda dapat terus dikembangkan dan berkontribusi terhadap kemajuan sektor pertambangan Indonesia.
Masa depan sektor pertambangan tidak hanya ditentukan oleh sumber daya alam yang tersedia, tetapi juga oleh kemampuan manusia dalam mengelola, berinovasi, dan menjawab berbagai tantangan yang muncul. Kehadiran ESDM Goes to Campus 2026 menjadi salah satu ruang untuk mempertemukan gagasan mahasiswa dengan kebutuhan nyata industri.
Melalui inovasi, edukasi, dan kesempatan untuk mengenal dunia profesional lebih dekat, mahasiswa memiliki ruang yang semakin luas untuk mempersiapkan diri menghadapi industri pertambangan masa depan. Bagi mahasiswa yang tertarik dengan dunia teknologi, lingkungan, maupun industri mineral dan batubara, inilah saatnya mulai mengembangkan ide dan mengambil bagian dalam menciptakan masa depan pertambangan Indonesia yang lebih baik.





















