Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

Suka Jalan Mondar-Mandir saat Telepon? Ternyata Ada Alasannya

Suka Jalan Mondar-Mandir saat Telepon? Ternyata Ada Alasannya
ilustrasi menelpon (pexels.com/RDNE Stock project)
  • Berjalan saat menelepon dapat menyalurkan peningkatan energi fisiologis, terutama ketika percakapan terasa penting, menegangkan, atau membuat bersemangat.
  • Tanpa ekspresi dan bahasa tubuh lawan bicara, tubuh dapat merespons emosi percakapan melalui gerakan fisik seperti mondar-mandir.
  • Gerakan ritmis saat berjalan bisa membantu sebagian orang menjaga fokus, menyusun respons, dan memproses percakapan kompleks tanpa merasa terlalu tertekan.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Share Article

Pernah gak sih, baru beberapa menit menerima telepon, kita tanpa sadar jalan ke sana kemari tanpa tujuan yang jelas? Padahal awalnya cuma duduk santai di kasur atau sofa, tetapi tahu-tahu sudah mondar-mandir dari kamar ke ruang tengah sambil tetap fokus ngobrol. Kebiasaan ini cukup sering dilakukan ketika seseorang sedang menelepon, terutama saat percakapannya terasa serius, membuat bersemangat, atau membutuhkan konsentrasi. Lantas, kenapa tubuh seolah-olah ikut “bekerja” ketika kita sedang berbicara dengan orang lain lewat telepon? Rupanya, ada alasan yang membuat berjalan bisa terasa lebih nyaman daripada sekadar diam di tempat. 

Gerakan tersebut dapat berkaitan dengan cara tubuh merespons energi emosional, membantu mengatur suasana hati, sekaligus membuat pikiran terasa lebih lepas. Jadi, kalau kamu sering keliling rumah ketika sedang menelepon, kebiasaan itu belum tentu berarti kamu sedang gelisah. Bisa jadi, tubuhmu memang sedang mencari cara paling natural untuk mengikuti percakapan yang sedang berlangsung. Bahkan, psikolog melihat gerakan fisik sebagai salah satu cara yang dapat membantu seseorang mengelola kondisi emosionalnya. Lalu, apa sebenarnya yang terjadi di balik kebiasaan sederhana ini?

  1. 1. Tubuh sedang menyalurkan energi yang muncul

    ilustrasi menelpon saat di jalan (pexels.com/Ono Kosuki)
    ilustrasi menelpon saat di jalan (pexels.com/Ono Kosuki)

    Ketika menerima telepon, apalagi dari orang yang penting atau membicarakan sesuatu yang cukup menegangkan, tubuh bisa mengalami peningkatan gairah fisiologis. Kondisi ini membuat seseorang merasa lebih aktif, sehingga duduk diam justru terasa kurang nyaman. 

    Seorang psikolog klinis, Joshua Klapow, PhD, menjelaskan bahwa ketika gairah fisiologis meningkat, seseorang bisa benar-benar merasa perlu bergerak. Ia mengatakan, “Sangat sering ketika gairah fisiologis meningkat, kamu mungkin benar-benar perlu bergerak,” dikutip dari Bustle.

    Itu sebabnya kebiasaan ini bisa muncul ketika kamu sedang menerima telepon dari seseorang yang membuatmu excited maupun ketika sedang membicarakan sesuatu yang bikin deg-degan. Kamu mungkin tidak sadar bahwa tubuh sedang mencari cara untuk tetap aktif sambil memproses percakapan. Selama kebiasaan tersebut tidak mengganggu aktivitas sehari-hari, sebenarnya tidak ada yang aneh dari berjalan sambil menelepon.

  2. 2. Kita kehilangan bahasa tubuh lawan bicara

    ilustrasi menelpon (pexels.com/alex-green)
    ilustrasi menelpon (pexels.com/alex-green)

    Ada satu hal yang hilang ketika kita berbicara lewat telepon, yakni visual feedback. Kita gak bisa melihat ekspresi wajah, gerakan tangan, kontak mata, atau perubahan bahasa tubuh lawan bicara. Padahal, hint tersebut yang biasanya membantu kita memahami bagaimana seseorang merespons ucapan kita. 

    Ken Fogel, Psy.D., dari Chicago School of Professional Psychology, menjelaskan pada Men’s Health, “Ketika seseorang hadir di depan kita, kita bukan satu-satunya yang menahan emosi tersebut. Emosi itu saling berpindah. Namun, saat menelepon, rasanya seperti kamu sedang memainkan kentang panas dan gak bisa memberikannya kepada siapa pun.”

    Di sinilah aktivitas berjalan dapat mengubah emosi tersebut sebagai aktivitas fisik. Jadi, kalau kamu merasa kaki otomatis bergerak setiap kali menelepon, mungkin tubuh sedang mencari bentuk respons lain karena gak mendapatkan seluruh petunjuk visual yang biasanya muncul dalam percakapan langsung. Bukan berarti kamu gak betah ngobrol, melainkan cara komunikasi yang berbeda bisa menghasilkan respons tubuh yang berbeda pula.

  3. 3. Jalan bisa membantu pikiran terasa lebih “lancar”

    ilustrasi menelpon (pexels.com/Joanna Bogacz)
    ilustrasi menelpon (pexels.com/Joanna Bogacz)

    Ketika sedang menelepon, kita sebenarnya melakukan aktivitas yang membutuhkan perhatian cukup besar, terutama jika percakapannya panjang atau membahas sesuatu yang kompleks. Berjalan dapat memberikan aktivitas fisik sederhana yang ritmis tanpa membutuhkan terlalu banyak perhatian sadar. Alhasil, sebagian orang justru merasa lebih mudah berpikir sambil bergerak daripada ketika harus duduk diam. Sensasi berpindah tempat juga bisa membuat percakapan terasa tidak terlalu “berat” secara mental. Tidak heran kalau ide-ide tertentu justru muncul ketika kita sedang berjalan keliling kamar sambil ngobrol. 

    Psikolog Jeffrey Bernstein, PhD menjelaskan bahwa bergerak secara fisik dapat membantu seseorang keluar dari kondisi emosional yang terasa stuck. “Gerakan membuatmu tidak lagi terjebak,” ujarnya dikutip dari Psychology Today.

    Efek ini juga menjelaskan kenapa sebagian orang spontan berdiri atau berjalan ketika sedang mencari jawaban dalam percakapan. Tubuh bergerak, sementara otak tetap sibuk menyusun kata, mengingat sesuatu, atau mencari respons yang tepat. Namun, tentu saja, bukan berarti berjalan otomatis membuat semua orang berpikir lebih baik. Setiap orang punya kebiasaan berbeda dalam mengatur fokus dan emosi. Kalau kamu merasa lebih nyaman berjalan ketika menelepon, bisa jadi tubuhmu memang sudah menemukan ritmenya sendiri.

    Jadi, kalau selama ini kamu sering tanpa sadar berjalan setiap kali menerima telepon, ternyata kebiasaan itu gak seaneh yang dibayangkan. Tubuh bisa bergerak untuk menyalurkan energi, beradaptasi dengan komunikasi tanpa bahasa tubuh, sekaligus membantu otak memproses informasi. Mungkin memang begitu cara tubuhmu ikut “ngobrol”.

Share Article
Editorial Team

Related Articles

See More