Ada kebiasaan yang sering dianggap wajar karena sudah berlangsung lama, yaitu mengatakan hal yang ingin didengar atasan meskipun kenyataannya tidak sepenuhnya demikian. Budaya asal bapak senang tidak selalu muncul dalam rapat besar atau lingkungan kerja formal. Kebiasaan ini juga bisa ditemukan dalam urusan pelayanan publik, pendidikan, komunitas, bahkan lingkungan tempat tinggal.
Sekilas terlihat sepele karena tidak menimbulkan konflik secara langsung, padahal dampaknya sering dirasakan oleh orang yang sama sekali tidak terlibat dalam proses pengambilan keputusan. Sederhananya, budaya asal bapak senang bisa merugikan banyak pihak. Oleh karena itu, menarik untuk melihat sisi lain dari kebiasaan yang sering dianggap lumrah ini.
