ilustrasi buku bekas (pexels.com/Denniz Futalan)
Pencarian buku bekas bisa menjadi menarik ketika ada satu judul tertentu yang sudah lama ingin dimiliki. Buku tersebut mungkin sudah tidak dicetak, sulit ditemukan di toko biasa, atau hanya tersedia dalam edisi tertentu. Setiap kali melihat lapak buku bekas, mata otomatis mencari judul tersebut di antara ratusan buku lain.
Begitu akhirnya ketemu, rasanya tentu berbeda dengan mengklik tombol beli pada toko daring. Ada proses mencari, membandingkan kondisi, melihat harga, lalu memutuskan apakah buku tersebut layak dibawa pulang. Kalau kondisinya bagus dan harganya sesuai, penemuannya terasa seperti keberuntungan kecil.
Itulah salah satu alasan bookthrifting tetap menarik meskipun sekarang hampir semua buku bisa dicari melalui internet. Buku baru memberikan kemudahan karena kita bisa langsung mendapatkan judul yang diinginkan, sedangkan buku bekas menawarkan kemungkinan menemukan sesuatu yang bahkan tidak sedang dicari. Jadi, daya tarik buku bekas bukan semata-mata karena harganya lebih murah, melainkan karena setiap buku bisa datang dengan edisi, kondisi, dan cerita kecil yang berbeda.