Menurut Suzie Pileggi Pawelski, MAPP, dan James Pawelski, Ph.D., “Rumah yang lebih tertata dan tidak terlalu penuh dengan barang dapat membantu memulihkan diri. Kondisi tersebut dapat menumbuhkan rasa tenang, damai, bahagia, dan puas, yang pada akhirnya juga mengurangi stres,” dilansir dari Psychology Today.
Lagi Tren “Kinda Chic”, Ini 5 Hal yang Ternyata Bikin Nyaman

Belakangan ini, media sosial ramai dengan istilah “kinda chic” yang dipakai untuk menyebut hal-hal sederhana dalam kehidupan sehari-hari. Tren ini muncul di TikTok dan Instagram dengan format “kinda chic to...” yang biasanya diikuti kebiasaan atau pilihan yang sebenarnya biasa saja. Mulai dari mengulang outfit kesukaan, tidur lebih awal, sampai memilih menghabiskan waktu sendirian, semuanya bisa disebut kinda chic.
Tren ini populer karena membuat sesuatu yang mundane terasa lebih personal dan layak dirayakan. Alih-alih harus selalu terlihat glamor, kinda chic justru mengajak orang menikmati hal-hal yang bikin hidup terasa lebih nyaman. Lalu, apa saja hal sederhana yang ternyata bisa bikin kita merasa lebih tenang? Beberapa kebiasaan kecil berikut mungkin sudah sering kamu lakukan tanpa sadar.
1. Mengulang outfit yang paling bikin nyaman

ilustrasi outfit nyaman (freepik.com/freepik) Kalau kamu punya satu outfit yang rasanya selalu cocok dipakai dalam berbagai situasi, tidak ada salahnya memakainya berulang kali. Di tengah tren yang membuat kita seolah harus terus mencoba pakaian baru, outfit favorit justru bisa menjadi pilihan paling praktis.
Mengulang pakaian juga tidak otomatis berarti kamu kehabisan ide dalam berpakaian. Justru, kamu sudah tahu kombinasi mana yang paling cocok dengan gaya dan keseharianmu. Kamu bisa mengubah detail kecil seperti tas, sepatu, aksesori, atau outer agar tampilannya terasa berbeda. Cara ini juga membuat pakaian yang sudah dimiliki benar-benar terpakai, alih-alih hanya memenuhi lemari.
2. Merapikan satu sudut kecil di kamar

Ilustrasi merapikan kamar (pexels.com/Ron Lach) Kamar tidak harus langsung berubah seperti hasil makeover di Pinterest untuk terasa lebih nyaman. Kamu bisa mulai dari hal kecil, seperti merapikan meja, melipat pakaian yang menumpuk, atau mengembalikan barang ke tempatnya. Lima sampai sepuluh menit saja sudah cukup untuk membuat ruangan terasa sedikit lebih lega.
Jadi, tidak perlu menunggu punya waktu untuk deep cleaning. Pilih satu area yang paling sering kamu lihat dan rapikan bagian tersebut terlebih dahulu. Kadang, sedikit ruang kosong di meja kerja saja sudah cukup untuk membuat kepala terasa tidak terlalu penuh.
3. Tidur lebih awal tanpa merasa bersalah

ilustrasi tidur (pexels.com/cottonbro studio) Ada kebiasaan yang terdengar sangat sederhana, tetapi sering kalah oleh ajakan nongkrong atau keinginan scroll TikTok sampai tengah malam yakni tidur. Padahal, memilih pulang lebih awal atau menolak ajakan karena tubuh memang butuh istirahat bukan berarti kamu membosankan.
Tidur lebih awal bisa menjadi salah satu bentuk “kinda chic” yang paling sederhana. Kamu tidak perlu punya morning routine lima langkah atau bangun pukul 05.00 untuk merasa produktif. Terkadang, malam yang tenang dan tidur cukup adalah hal yang paling kamu butuhkan.
4. Bilang “tidak” pada ajakan yang tidak kamu inginkan

ilustrasi menolak (pexels.com/Monstera Production) Kalau tubuh dan pikiran sedang butuh istirahat, menolak ajakan untuk bertemu bukan sesuatu yang perlu membuatmu merasa bersalah. Kamu tetap bisa menyayangi teman-temanmu tanpa harus selalu tersedia setiap saat.
Jadi, tidak apa-apa mengatakan, “Aku kayaknya istirahat dulu malam ini, ya.” Batasan kecil seperti ini justru bisa membuat waktu dan energi terasa lebih menjadi milikmu. Nyaman bukan berarti selalu mengikuti keinginan orang lain, tetapi tahu kapan harus memilih diri sendiri.
5. Jauh sebentar dari HP

ilustrasi meletakkan HP di kantong celana (pexels.com/Soulful Pizza) Kita mungkin sudah terbiasa mengisi setiap jeda dengan membuka media sosial. Sedang menunggu makanan, kita scrolling TikTok, ,menunggu jemputan, kita buka Instagram, bahkan sebelum tidur pun masih sempat mengecek notifikasi. Padahal, mengambil jeda dari layar bisa menjadi cara sederhana untuk memberi kepala sedikit ruang.
Dr. Aditi Nerurkar, dosen di Divisi Global Health and Social Medicine, Harvard Medical School menyarankan agar kita sesekali menjauh dari perangkat. “Kita memang perlu tetap mengikuti informasi, tetapi jangan sampai mengorbankan kesehatan mental. Dan mengurangi penggunaan bukan berarti harus berhenti sepenuhnya, melainkan mengurangi ketergantungan,” dilansir dari Harvard Health Publishing.
Tren “kinda chic” ini menarik karena mengubah hal-hal kecil yang sering dianggap biasa menjadi sesuatu yang boleh dinikmati. Mengulang outfit, tidur lebih awal, merapikan kamar, atau sekadar bilang tidak ternyata punya tempatnya sendiri dalam hidup yang nyaman. Jadi, tidak perlu memaksakan diri mengikuti standar “chic” versi orang lain. Cari saja hal sederhana yang membuatmu berpikir, “Oh, ternyata begini caraku merasa nyaman.”






















