Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

Apa Itu Gear Acquisition Syndrome? Saat Hobi Bikin Kita Terus Belanja

Apa Itu Gear Acquisition Syndrome? Saat Hobi Bikin Kita Terus Belanja
ilustrasi memegang kamera (pexels.com/kaboompics)
  • Gear Acquisition Syndrome (GAS) adalah kebiasaan membeli atau mengumpulkan perlengkapan hobi secara terus-menerus, meski barang yang dimiliki masih cukup; istilah ini bukan diagnosis medis.
  • Iklan, ulasan, unboxing, media sosial, dan obrolan komunitas dapat memperkuat dorongan belanja serta membuat penghobi merasa tertinggal, sehingga keputusan membeli kurang rasional.
  • Mengendalikan GAS dapat dilakukan dengan menetapkan anggaran, menunda pembelian, memaksimalkan barang lama, dan mencatat pemakaian perlengkapan agar belanja mendukung kebutuhan serta latihan.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Share Article

Apakah kamu pernah membeli banyak barang untuk mendukung hobi? Misalnya, kamu baru mulai rutin berlari, tetapi tiba-tiba ingin membeli sepatu baru, jam olahraga, running vest, hingga earphone khusus lari. Kalau keinginan seperti ini terus muncul meski perlengkapan yang ada masih cukup, kamu mungkin sedang mengalami Gear Acquisition Syndrome atau GAS.

GAS merupakan istilah yang digunakan untuk menggambarkan kebiasaan terus membeli atau mengumpulkan perlengkapan yang berkaitan dengan hobi. Istilah ini bukan diagnosis medis, tetapi lebih menggambarkan pola ketika membeli gear mulai terasa seperti bagian utama dari hobi. Yuk, simak lebih lanjut seputar Gear Acquisition Syndrome di bawah ini!

  1. 1. Keinginan memiliki peralatan baru terus muncul

    ilustrasi belanja online
    ilustrasi belanja online (pexels.com/AS Photography)

    GAS biasanya terlihat ketika kita terus merasa membutuhkan perlengkapan baru meskipun barang yang dimiliki sebenarnya masih bisa digunakan. Misalnya, kamu yang baru membeli kamera sudah mulai mencari lensa berikutnya karena merasa hasil fotonya akan jauh lebih bagus dengan peralatan tersebut. Pola serupa bisa terjadi pada gitaris, pelari, penggemar komputer, atau hobi lainnya.

    Masalahnya, pembelian baru sering memberikan rasa puas yang hanya bertahan sementara. Setelah barang diterima dan digunakan beberapa kali, perhatianmu dapat kembali tertuju pada produk lain yang dianggap lebih canggih atau lebih cocok. Akibatnya, hobi yang seharusnya menjadi aktivitas menyenangkan perlahan berubah menjadi siklus mencari, membeli, dan menginginkan perlengkapan berikutnya.

  2. 2. Iklan dan komunitas memperkuat dorongan belanja

    ilustrasi bermain gitar
    ilustrasi bermain gitar (pexels.com/Alena Darmel)

    Perkembangan internet membuat kita semakin mudah melihat berbagai produk baru. Media sosial, review produk, video unboxing, dan konten dari penghobi lain dapat membuat perlengkapan tertentu terlihat seperti sesuatu yang harus kita miliki. Padahal, kebutuhan sebenarnya belum tentu sebesar yang terlihat dari konten tersebut.

    Komunitas juga dapat memengaruhi cara kita memandang peralatan. Ketika banyak orang membicarakan kamera, sepatu, gitar, atau komponen komputer terbaru, kamu bisa merasa tertinggal jika belum memilikinya. Kondisi ini bukan berarti komunitas selalu buruk, tetapi tekanan sosial dan perbandingan dengan orang lain dapat membuat keputusan membeli menjadi kurang rasional.

  3. 3. Barang bertambah tetapi kemampuan tidak berubah

    ilustrasi seorang fotografer
    ilustrasi seorang fotografer (pexels.com/JÉSHOOTS)

    Salah satu tanda yang perlu diperhatikan adalah ketika kita lebih sering membeli peralatan daripada menggunakannya untuk meningkatkan kemampuan. Kamera baru tidak otomatis membuatmu menjadi fotografer yang lebih baik, begitu pula gitar mahal yang tidak langsung membuat permainan musik menjadi lebih bagus. Dalam banyak hobi, kemampuan justru berkembang melalui latihan dan pengalaman yang konsisten.

    Karena itu, kamu bisa mencoba melihat apakah perlengkapan baru benar-benar menyelesaikan masalah yang sebelumnya tidak dapat diatasi. Jika barang lama masih mampu memenuhi kebutuhan dan kamu belum memaksimalkan penggunaannya, pembelian berikutnya mungkin lebih didorong keinginan daripada kebutuhan. Sebelum membeli, kamu bisa mempertimbangkan apakah barang tersebut memberikan fungsi baru atau hanya menggantikan perlengkapan yang sebenarnya masih layak digunakan.

  4. 4. Cara mengendalikan Gear Acquisition Syndrome

    ilustrasi menghitung uang
    ilustrasi menghitung uang (pexels.com/Kaboompics)

    Mengendalikan GAS bukan berarti kamu harus berhenti membeli perlengkapan. Kamu bisa menetapkan anggaran khusus untuk hobi agar pengeluaran tetap berada dalam batas yang aman. Sebelum membeli, beri waktu beberapa hari atau minggu untuk melihat apakah keinginan tersebut tetap muncul atau hanya muncul karena promosi dan tren.

    Kamu juga bisa membuat aturan sederhana, misalnya menjual atau menggunakan secara maksimal barang lama sebelum membeli barang baru. Cara lainnya bisa dengan mencatat seberapa sering setiap perlengkapan benar-benar digunakan, sehingga kamu mengetahui mana yang memang bermanfaat. Dengan begitu, uang yang dikeluarkan tetap mendukung kesenangan dan perkembangan kemampuan, bukan sekadar menambah jumlah barang.

    Memiliki perlengkapan baru memang bisa membuat hobi terasa semakin menyenangkan. Namun, kemampuan dan pengalaman tetap tidak selalu bergantung pada seberapa mahal atau banyak barang yang kamu miliki. Dengan lebih bijak memilih perlengkapan, kamu bisa tetap menikmati hobi tanpa terjebak dalam kebiasaan belanja berlebihan.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share Article
Editorial Team

Related Articles

See More