Tatapan pria (male gaze) adalah salah satu konsep dalam kerangka pikir feminisme yang cukup mudah kita temukan contohnya, terutama dalam berbagai produk hiburan. Sesuai dengan istilah yang dipakai, male gaze berkenaan dengan perspektif maskulin heteronormatif ketika mendeskripsikan dan memahami perempuan. Ia kerap kali melihat perempuan sebagai objek seksual dan pelengkap hidup pria ketimbang individu yang berdiri sendiri.
Miris, male gaze tak hanya ada dalam produk hiburan. Implementasinya menembus realitas sehari-hari, bahkan sempat jadi norma yang diyakini banyak orang, baik pria maupun perempuan. Sepanjang sejarahnya, male gaze merugikan perempuan. Ia bikin perempuan makin rentan jadi korban kekerasan dan kejahatan berbasis gender. Bagaimana bisa? Beberapa karya sastra klasik dan modern berikut bisa menjelaskannya kepadamu.
