Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

5 Novel Yuko Tsushima yang Singkap Sisi Gelap Jepang

5 Novel Yuko Tsushima yang Singkap Sisi Gelap Jepang
rekomendasi novel Yuko Tsushima (dok. Penguin/Territory of Light | dok. NYRB/Woman Running in the Mountains)
  • Lima novel Yuko Tsushima menyoroti sisi gelap Jepang melalui pengalaman ibu tunggal, kemiskinan, stigma sosial, dan absennya dukungan pengasuhan.
  • Territory of Light, Woman Running in the Mountains, dan Child of Fortune menggambarkan perempuan yang berjuang membesarkan anak di tengah tekanan patriarki dan ekonomi.
  • Wildcat Dome serta The Culling Times mengangkat perundungan ras campuran, trauma pascaperang, bencana 2011, hingga jejak eugenik dalam sejarah Jepang.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Share Article

Katanya Jepang adalah negara terbaik untuk liburan, tetapi bukan tempat yang ideal untuk tinggal. Selain jam kerja yang gak manusiawi serta sentimen negatif warlok terhadap orang asing, ide itu muncul karena Jepang juga punya segudang masalah lain yang bikin orang enggan menjadikannya tempat untuk bernaung. Misalnya patriarki yang mendarah daging sampai budaya tatemae yang bikin pusing.

Aturan dan norma rigid yang mereka pegang kadang juga menimbulkan kepelikan lain. Menariknya, selama ini kita disuguhi anime, manga, dan novel healing fiction yang rasanya bikin Jepang sulit untuk tidak diromantisasi. Sebagai penetral, coba baca novel-novelnya Yuko Tsushima, deh. Ia penulis perempuan Jepang yang menyingkap sisi gelap negaranya dengan cara brilian. Penasaran? Ini 5 buku yang bisa kamu buru sekarang juga.

  1. 1. Territory of Light

    Territory of Light Yuko Tsushima
    Territory of Light karya Yuko Tsushima (dok. Penguin/Territory of Light)

    Dalam Territory of Light kamu akan mengikuti kehidupan seorang ibu tunggal dan putrinya yang masih balita. Setelah bercerai, hidupnya tak sama lagi. Ia harus bekerja paruh waktu untuk bisa menafkahi sekaligus mengasuh anaknya serta tak lagi punya support system karena orang menaruh stigma padanya. Beberapa kali, orang menyarankannya untuk menikah lagi atau rujuk dengan suaminya ketimbang harus hidup “susah” seperti ini. Satu-satunya hal yang ia syukuri adalah apartemen yang ia tinggali bersama putri kecilnya. Meski terbit pada 70-an, kasus kemiskinan yang dialami orangtua tunggal, terutama ibu tunggal masih bisa ditemukan di Jepang sampai sekarang menurut data yang dipublikasikan NGO Jepang, Institute for Social Vision Design (ISVD) pada 2026.

  2. 2. Woman Running in the Mountains

    Woman Running in the Mountains
    Woman Running in the Mountains karya Yuko Tsushima (dok. NYRB/Woman Running in the Mountains)

    Fenomena serupa juga jadi bahan utama novel Yuko Tsushima lainnya yang berjudul Woman Running in the Mountains. Lakonnya Takiko, perempuan muda yang hamil setelah menjalin hubungan gelap dengan pria beristri. Dianggap aib keluarga dan jelas tak diterima kekasih gelapnya, Takiko memutuskan untuk membesarkan bayinya sendiri. Ia bekerja mencari nafkah sembari mengasuh Akira dengan sekuat tenaga. Dilakoninya berbagai upaya untuk menyeimbangkan perannya sebagai pencari nafkah utama dan pengasuh utama untuk Akira. Tentu dengan segala keterbatasan serta keinginannya untuk tetap bebas. Seperti novel sebelumnya, Tsushima menyenggol problem struktural di Jepang dengan cara yang unik dan tidak kentara, lewat hal-hal yang mungkin kamu abaikan.

  3. 3. Child of Fortune

    Child of Fortune Yuko Tsushima
    Child of Fortune karya Yuko Tsushima (dok. Penguin/Child of Fortune)

    Dalam Child of Fortune, Tsushima kembali mengekor perspektif ibu tunggal bernama Koko yang sudah punya putri berusia 11 tahun. Ia bercerai dari suaminya dan bekerja jadi guru piano paruh waktu. Ketika sudah bisa memilih, sang putri lebih sering tinggal di rumah kerabat Koko yang secara ekonomi lebih stabil dan status sosialnya lebih jelas ketimbang ibu kandungnya. Sementara, Koko hamil untuk kedua kalinya tanpa rencana dan kini harus memutar otak untuk membesarkan dua anak seorang diri. Child of Fortune bukan hanya soal Koko yang nonkonformis, tetapi juga fakta-fakta pahit tentang absennya ayah dalam pengasuhan anak, serta stigma dan kehidupan khas ibu tunggal di Jepang.

  4. 4. Wildcat Dome

    Wildcat Dome Yuko Tsushima
    Wildcat Dome karya Yuko Tsushima (dok. Penguin/Wildcat Dome)

    Wildcat Dome adalah kisah persaudaraan dua bocah yatim piatu bernama Mitch dan Kazu. Sejak kecil mereka dibesarkan layaknya bocah kembar, meski perawakan dan wajah mereka berbeda jauh. Namun, yang pasti, anak-anak ini berdarah campuran, membuat mereka jadi target perundungan teman-teman sebayanya. Ketika bencana besar mengguncang Jepang pada 2011, Mitch dan Kazu yang lama tak bersua memutuskan untuk mencari satu sama lain. Pada fase itulah, trauma dan kenangan masa lalu menyeruak membanjiri mereka dengan beban emosi yang begitu dahsyat. Wildcat Dome ditulis dengan latar 6 dekade, dari tahun 1947 hingga 2011, mengulik berbagai sisi gelap Jepang setelah Perang Dunia II.

  5. 5. The Culling Times

     The Culling Times Yuko Tsushima
    The Culling Times karya Yuko Tsushima (dok. NYRB/The Culling Times)

    Terinspirasi pengalaman pribadinya sendiri sebagai anak dari novelis legendaris Osamu Dazai (bernama asli Shūji Tsushima), Yuko Tsushima mencoba menghidupkan ceritanya lewat sosok Emiko. Ia diceritakan sebagai penyintas Perang Dunia II yang ayahnya tewas dibunuh dan dibesarkan ibunya bersama dua kakaknya yang mengidap disabilitas. Emiko yang hidup hingga tahun 2011, menyaksikan sendiri berbagai fenomena kultural, politik, dan ekonomi Jepang yang membentuk negara itu. Termasuk di antaranya keikutsertaan Jepang dalam praktik-praktik penciptaan kemurnian ras (eugenik) yang diinisasi Nazi.

    Yuko Tsushima memang salah satu penulis perempuan Jepang yang harus dirayakan. Berani mengambil POV kelompok tersisih dan menyingkap sisi gelap Jepang, buku-bukunya bisa jadi penetral gambaranmu tentang negeri yang sering diglorifikasi itu.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share Article
Editorial Team

Related Articles

See More