Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

Burnout Menumpuk? Buku Lama di Rak Bisa Jadi Penyelamat Mental

Burnout Menumpuk? Buku Lama di Rak Bisa Jadi Penyelamat Mental
ilustrasi membaca (pexels.com/Serra Topay)
  • Burnout digambarkan sebagai kelelahan fisik dan mental akibat pekerjaan serta tuntutan hidup; membaca ulang buku lama di rumah menjadi alternatif sederhana saat cuti atau liburan sulit dilakukan.
  • Buku lama mengurangi usaha mencari bacaan baru dan lebih mudah dipahami karena alurnya sudah familier, sehingga pikiran tidak perlu menguras energi untuk memahami hal baru.
  • Membaca ulang dapat mengalihkan perhatian dari masalah, memberi waktu menyendiri dengan stimulus lebih sedikit, serta mengingatkan bahwa koleksi buku di rumah masih berguna untuk menenangkan diri.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Share Article

Burnout merupakan kondisi lelah yang kompleks. Bukan hanya capek fisik atau psikis yang dialami, melainkan campuran keduanya. Sering kali burnout disebabkan oleh hal-hal terkait pekerjaan dan banyaknya tuntutan dalam hidup.

Ketika kamu mengalami burnout, apa yang biasanya dilakukan? Ambil cuti mungkin terasa menarik. Hanya saja dirimu gak bisa melakukannya setiap saat. Izinnya sulit diperoleh apalagi ketika pekerjaan sedang menumpuk.

Itu artinya, kamu juga tidak dapat pergi berlibur. Salah satu cara sederhana untuk mengatasi burnout tanpa perlu cuti dan pergi ke mana pun ialah membaca koleksi buku lama di rumah. Seperti buku yang terakhir dibaca setahun lalu atau bahkan lebih lama lagi. Kenapa ini cukup efektif?

  1. 1. Gak perlu repot mencari buku baru yang bisa bikin tambah burnout

    memilih buku
    ilustrasi memilih buku (pexels.com/Tuba Karabulut)

    Kamu lagi mengalami kelelahan kronis secara jasmani maupun mental. Beban yang dirasakan pasti sangat berat. Sudah seharusnya kamu mengistirahatkan diri. Bayangkan jika dirimu ingin membaca buku mumpung ada sedikit waktu luang saja mesti beli dulu.

    Ini gampang dilakukan ketika kamu tak mengalami burnout. Namun, benar-benar merepotkan dan bikin malas saat dirimu sudah dalam kondisi super capek. Kamu merasa gak punya tenaga sedikit pun untuk pergi ke toko, memilih satu dari sekian banyak buku di rak, lalu menempuh perjalanan pulang.

    Jika dirimu tetap berusaha melakukannya, barangkali sampai rumah sudah malas untuk membaca. Sementara burnout tambah parah. Dengan memanfaatkan buku-buku lama di rumah, kamu hanya perlu mengambilnya di rak dan bisa langsung rebahan santai sambil membacanya.

  2. 2. Lebih mudah memahami isi bacaan sehingga gak makin pusing

    membaca
    ilustrasi membaca (pexels.com/Through Noyan's Lens)

    Sudah pernah membaca sebuah buku dengan belum pernah sama sekali akan memberikan pengalaman berbeda. Kalau kamu telah membaca satu buku kemudian sekarang membacanya kembali, pasti masih banyak bagian yang cukup diingat. Dirimu membaca satu paragraf saja langsung punya gambaran lagi tentang kelanjutannya.

    Ketika kamu gak sedang burnout mungkin membaca buku lama terasa membosankan. Dirimu cuma betah membaca sebentar lalu tutup buku. Namun, dalam kondisi burnout justru rereading meringankan kerja pikiran.

    Kamu gak perlu menguras sisa-sisa energi buat memahami sesuatu yang baru. Membaca buku lama tak ubahnya dirimu menelusuri jalan yang pernah dilalui. Kamu tahu betul harus bergerak ke mana. Tidak ada rasa takut tersesat alias keliru memahami teks yang tersaji di hadapan.

  3. 3. Perhatian ke masalah teralihkan saat masuk lebih dalam ke bacaan

    membaca
    ilustrasi membaca (pexels.com/Sixtine 식스틴 Epitalon)

    Walaupun kamu selalu membaca dengan konsentrasi penuh, pembacaan pertama dengan kedua kali pasti lain. Saat dirimu baru membaca sebuah buku satu kali ibarat mengupas bagian permukaannya saja. Apalagi jenis bukunya cukup sulit dipahami atau topiknya berat.

    Ketika kamu membacanya untuk kali kedua, dirimu masuk ke lapisan yang lebih dalam. Ini akan membuat pikiranmu benar-benar tersedot ke bacaan. Kamu akan lebih mudah melupakan masalah-masalah yang bikin burnout.

    Tentu nanti selepas dirimu selesai membaca perhatian dapat kembali ke persoalan tersebut. Namun, kamu sudah lebih tenang dan merasa fresh sehingga pikiran pun lebih jernih. Jika dirimu membaca buku baru saat burnout, boleh jadi fokus terpecah 50:50. Sebagian perhatian ke buku baru dan sebagian lagi tetap tersandera masalah.

  4. 4. Menyendiri baca buku menghindarkanmu ketemu orang-orang

    membaca
    ilustrasi membaca (pexels.com/Vitaly Gariev)

    Ada dua pilihan kalau kamu lagi merasa gak baik-baik saja. Pertama, gabung dengan teman-teman supaya bisa curhat, bercanda, dan meringankan beban. Kedua, jika suasana hati terlalu buruk seperti saat dirimu burnout parah malah mending rehat dulu dari interaksi.

    Lebih aman untukmu menyendiri beberapa waktu. Supaya kamu kembali tenang. Dirimu menutup peluang bakal merasa tambah gak kondusif akibat kehadiran orang lain di momen yang kurang tepat.

    Buku-buku lama di rumah berperan penting sebagai penyelamat mental. Kamu gak cuma bengong sendirian, tapi bisa membaca buku-buku tersebut. Dirimu tak perlu terpapar dengan lebih banyak stimulus di luar sana yang dapat membuatmu makin kelelahan.

  5. 5. Sadar bahwa kamu menyimpan benda yang sangat berguna

    membaca
    ilustrasi membaca (pexels.com/Sakshi Patwa)

    Burnout mudah menyebar ke mana-mana dan menimbulkan semacam komplikasi dalam diri. Burnout karena beban kerja misalnya, dapat membuatmu lambat laun merasa hidupmu tidak berarti dan kamu payah. Apalagi ketika dirimu pulang ke rumah serta menjumpai berbagai barang yang sebenarnya tak lebih dari sampah.

    Kamu pasti bakal merasa tambah kesal. Hidupmu terasa jauh lebih kacau daripada kesadaranmu selama ini. Sementara adanya buku-buku lama yang dapat dibaca sambil menenangkan diri membawamu ke satu pemahaman baru.

    Bahwa sejauh ini kamu cukup pandai dan bijak buat membeli buku bagus, membacanya, kemudian menyimpannya dengan rapi di rak. Buku-buku lama itu semacam investasi yang tidak hanya meningkatkan cara berpikir. Namun, juga kembali berguna buat dibaca ulang selagi kamu burnout parah. Itu salah satu keputusan terbaik dalam hidupmu.

    Bila selama ini kamu kerap burnout tanpa tahu kudu ngapain, coba lirik rak bukumu. Boleh jadi obatnya sesimpel membaca buku lama. Kalaupun itu tak 100 persen menghilangkan rasa capekmu, pasti cukup membantu untukmu merasa lebih baik.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share Article
Editorial Team

Related Articles

See More