Di era yang serba cepat, hidup terasa seperti perlombaan tanpa garis akhir. Target kerja menumpuk, pencapaian teman berseliweran di media sosial, ekspektasi keluarga berdiri seperti papan skor yang tak pernah mati lampunya. Tanpa sadar, kita terus menekan diri sendiri untuk lebih, lebih, dan lebih lagi.
Padahal, ada satu kata sederhana yang jarang diajarkan sejak kecil: cukup. Bukan berarti menyerah, bukan pula berarti berhenti bertumbuh. “Cukup” adalah kemampuan mengenali batas sehat, agar hidup tidak berubah menjadi mesin tanpa tombol istirahat. Berikut tujuh cara belajar bilang cukup pada diri sendiri di tengah tekanan hidup. Selengkapnya lihat pada artikel di bawah ini, ya!
