"Ketika saya malas melakukan sesuatu, saya menggunakan teknik untuk productivity bernama Pomodoro Technique. Kamu bisa set timer 25 menit untuk bekerja, lalu 5 menit untuk break, dan ulangi timer itu," ujar Heidi Reeder, Ph.D., associate professor in the Department of Communication at Boise State University, dilansir Psychology Today.
Cara Fokus Belajar Lebih Lama Tanpa Stres di Awal Tahun 2026, Catat!

Awal tahun 2026 sering kali datang bersama resolusi baru, termasuk tekad untuk belajar lebih serius dan produktif. Namun, semangat yang besar tidak jarang berujung pada kelelahan mental ketika waktu belajar terasa panjang dan tekanan mulai menumpuk. Jika tidak dikelola dengan tepat, fokus justru mudah buyar dan stres datang lebih cepat.
Padahal, belajar dalam durasi lama tidak harus selalu identik dengan rasa tertekan. Dengan strategi yang tepat, fokus bisa dijaga lebih stabil tanpa mengorbankan kesehatan mental. Mulai dari pengaturan waktu, lingkungan belajar, hingga cara mengelola energi, ada beberapa langkah sederhana yang bisa diterapkan agar proses belajar tetap efektif dan terasa lebih ringan di awal tahun ini.
1. Gunakan teknik Pomodoro

Pertama, gunakan Teknik Pomodoro yang merupakan teknik manajemen waktu yang populer. Teknik ini bisa membuatmu lebih fokus dan produktif saat belajar. Cara menerapkan teknik ini adalah membagi ritme waktu belajar.
Misalnya, fokuskan waktu belajar selama 25 menit (deep focus). Lalu, ambil waktu 5 menit untuk istirahat atau relax. Ulangi cycle itu selama 4 kali, kemudian ambil waktu istirahat yang panjang selama 15-30 menit.
2. Buat target belajar yang jelas dan realistis

Memasuki awal tahun, mungkin kita memiliki banyak target dan resolusi. Oleh sebab itu, disarankan untuk membuat target-target ini lebih detail dan spesifik, termasuk dalam konteks belajar.
Menentukan tujuan harian atau sesi belajar bisa membantu otak tetap terarah. Tentunya, bisa menurunkan stres karena kamu sudah tahu apa yang akan dicapai. Misalnya, kamu sedang belajar Bahasa Inggris. Cobalah untuk menargetkan, misal, 20 kosakata per hari.
3. Pecah informasi kompleks menjadi bagian-bagian kecil

Belajar sering terasa berat bukan karena materinya sulit, tapi karena semuanya datang sekaligus. Saat informasi terlalu padat, otak cenderung cepat lelah dan kehilangan fokus. Karena itu, memecah materi kompleks menjadi bagian-bagian kecil bisa jadi cara yang lebih ramah untuk diri sendiri saat belajar.
Metode ini dikenal sebagai chunking, belajar sedikit demi sedikit, tapi konsisten. Dengan membagi materi ke potongan yang lebih sederhana, otak jadi lebih mudah menyerap tanpa merasa kewalahan. Proses belajar pun terasa lebih tenang, dan pelan-pelan, pemahaman terbentuk dengan lebih utuh.
Teknik tersebut dicontohkan juga oleh Toni Bernhard, J.D., former law professor at the University of California, Davis, dikutip dari Psychology Today, "Beberapa orang biasanya menetapkan durasi waktu tertentu untuk mengerjakan tugas, saya melakukan kebalikannya. Saya memecah atau menguraikan task menjadi 'doable chunks' dan mengerjakan itu sampai benar-benar selesai. Misalnya, ketika mengerjakan suatu tulisan, daripada menetapkan 'saya akan mengerjakan selama 1 jam,' saya prefer menetapkan 'saya akan mengerjakan sampai draft pertama selesai."
Maksudnya adalah, jika draft pertama memang selesai dalam waktu 15 menit, itu lah waktunya untuk istirahat atau berhenti. Lalu, jika selesai dalam waktu 1 jam, itu lah waktunya untuk istirahat. Jadi, target atau fokusnya pada tugas yang dikerjakan, bukan strict pada waktu. Itu lah mengapa, teknik ini biasanya membagi atau menguraikan tugas ke bagian-bagian kecil dan diselesaikan satu per satu.
4. Jangan lupa tetap istirahat yang cukup

Belajar tanpa jeda sering dianggap produktif, padahal justru bisa bikin otak cepat lelah. Saat tubuh dan pikiran dipaksa terus bekerja, fokus menurun dan materi jadi sulit dicerna. Karena itu, istirahat bukan tanda malas, tapi bagian penting dari proses belajar itu sendiri.
Tidur yang cukup, sekitar 7–8 jam, membantu otak menyusun ulang dan memperkuat memori dari apa yang sudah dipelajari. Begitu juga dengan jeda-jeda kecil di tengah sesi belajar. Dengan memberi ruang untuk berhenti sejenak, energi mental bisa pulih, dan belajar terasa lebih ringan sekaligus efektif.
"Jika kamu mengerjakan tugas dengan jumlah sangat banyak, kamu cenderung akan lebih cepat lelah di kemudian hari. Sebaiknya, susun tugas/materi sesuai prioritas. Jangan menargetkan sesuatu yang terlalu besar," ucap Alice Boyes, Ph.D., translates principles from Cognitive Behavioral Therapy and social psychology, lewat situs Psychology Today.
Itulah beberapa tips belajar di awal tahun dengan lebih efektif dan tidak stres. Semoga membantu, ya!


















