Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install
For
You

5 Cara Mengatasi Mid-Year Fatigue yang Bikin Lemas

5 Cara Mengatasi Mid-Year Fatigue yang Bikin Lemas
ilustrasi perempuan lelah (freepik.com/KamranAydinov)
Intinya Sih
  • Artikel membahas fenomena mid-year fatigue yang sering muncul di pertengahan tahun, ditandai dengan menurunnya semangat dan energi meski aktivitas tidak banyak berubah.
  • Ditekankan pentingnya berhenti membandingkan diri dengan target lama atau pencapaian orang lain, serta menjaga ritme istirahat agar mental tetap stabil.
  • Disarankan membuat target kecil yang realistis dan memberi izin pada diri untuk menikmati hari biasa tanpa rasa bersalah sebagai langkah memulihkan semangat.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Share Article

Memasuki pertengahan tahun, banyak orang mulai merasakan mid-year fatigue tanpa benar-benar menyadarinya. Target yang dulu terasa masuk akal mendadak terlihat jauh, sementara semangat yang biasanya muncul di awal tahun terasa makin tipis. Kelelahan mental seperti ini sering berjalan pelan, sampai akhirnya kamu merasa lemas meski aktivitas harian tidak banyak berubah.

Yang bikin bingung, kondisi ini gak selalu terlihat seperti burnout yang dramatis. Justru muncul lewat hal-hal kecil yang terasa sepele, tetapi terus menumpuk di kepala. Kalau belakangan kamu merasa energi dan semangat mudah habis, yuk simak beberapa cara mengatasi mid-year fatigue berikut ini.

1. Berhenti mengukur diri dari target Januari

ilustrasi perempuan mengalami digital burnout
ilustrasi perempuan mengalami digital burnout (magnific.com/pvproductions)

Layar ponsel masih menyimpan daftar resolusi yang dibuat dengan penuh optimisme di awal tahun. Sesekali kamu membukanya lalu membandingkan kondisi sekarang dengan versi dirimu yang penuh semangat beberapa bulan lalu. Setelah itu, suasana hati langsung berubah tanpa alasan yang jelas.

Perasaan berat itu wajar karena otak cenderung fokus pada hal yang belum tercapai dibanding proses yang sudah dijalani. Saat terus melihat diri dari target lama, kamu lebih mudah merasa gagal daripada berkembang. Coba lihat kembali kemajuan kecil yang selama ini terlewat dari perhatianmu.

2. Kurangi konsumsi konten yang memicu rasa tertinggal

ilustrasi mengakses instagram
ilustrasi mengakses instagram (pexels.com/Plann)

Saat istirahat sebentar, jempolmu otomatis membuka media sosial. Dalam beberapa menit, kamu melihat teman pindah kerja, menikah, membeli kendaraan baru, atau liburan ke tempat impian. Tanpa sadar, hari yang awalnya biasa saja berubah terasa kurang memuaskan.

Kelelahan mental sering bertambah ketika otak terus menerima perbandingan sosial dalam jumlah besar. Kamu jadi sibuk mengejar standar hidup orang lain tanpa sempat memahami kebutuhan sendiri. Memberi jarak sejenak dari konten yang membuatmu tertekan bisa membantu energi emosionalmu pulih perlahan.

3. Kembalikan ritme istirahat yang mulai berantakan

ilustrasi perempuan tidur
ilustrasi perempuan tidur (pexels.com/cottonbro studio)

Beberapa minggu terakhir, waktu tidur mungkin bergeser sedikit demi sedikit. Kamu masih terjaga sambil menonton video pendek, membaca komentar, atau sekadar berpindah dari satu aplikasi ke aplikasi lain. Besok paginya tubuh terasa berat meski durasi tidur terlihat cukup.

Burnout tidak selalu datang dari pekerjaan yang terlalu banyak. Tubuh dan pikiran yang jarang mendapatkan jeda berkualitas juga bisa memicu kelelahan mental berkepanjangan. Memperbaiki ritme istirahat membantu otak mendapatkan ruang untuk memulihkan energi yang terkuras setiap hari.

4. Buat target yang lebih dekat dan realistis

ilustrasi perempuan menyusun target
ilustrasi perempuan menyusun target (magnific.com/freepik)

Tumpukan tugas sering terasa menakutkan karena semuanya terlihat besar dalam waktu bersamaan. Daftar pekerjaan yang panjang membuatmu bingung harus mulai dari mana. Akhirnya, kamu memilih menunda karena merasa sudah terlalu lelah untuk berpikir.

Membagi target besar menjadi langkah kecil bisa mengurangi beban mental yang tidak perlu. Otak lebih mudah merespons tugas yang jelas dan terukur dibanding tujuan yang terasa jauh. Dari situ, semangat biasanya muncul kembali karena kamu bisa melihat progres secara nyata.

5. Izinkan diri menikmati hari yang biasa saja

ilustrasi perempuan menikmati teh
ilustrasi perempuan menikmati teh (pexels.com/Anna Pou)

Pikiranmu mungkin terus meminta hari yang produktif, bermakna, dan penuh pencapaian. Saat satu hari berlalu tanpa sesuatu yang istimewa, muncul rasa bersalah yang sulit dijelaskan. Bahkan waktu santai terasa seperti sesuatu yang harus dipertanggungjawabkan.

Padahal, tidak semua hari harus menghasilkan pencapaian besar. Memberi ruang untuk hidup dengan tempo yang lebih tenang bukan berarti kamu kehilangan arah. Justru penerimaan terhadap ritme diri sendiri bisa menjadi cara penting untuk keluar dari kelelahan mental yang menumpuk.

Mid-year fatigue bukan tanda bahwa kamu lemah atau kurang berusaha. Kondisi ini sering muncul ketika tubuh dan pikiran sudah terlalu lama bergerak tanpa jeda yang cukup. Saat semangat terasa menurun, mungkin yang kamu butuhkan bukan dorongan untuk berlari lebih cepat, melainkan kesempatan untuk bernapas dengan ritmemu sendiri.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share Article
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Agsa Tian
EditorAgsa Tian

Related Articles

See More