Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Cara Menghindari Rasa Terasingkan dalam Pertemanan Bertiga, Terapkan!
Ilustrasi teman (pexels.com/Adrienn)
  • Rasa terasing dalam pertemanan bertiga sering muncul karena dinamika kedekatan yang berubah, namun hal itu tidak selalu berarti hubungan sedang renggang atau berakhir.
  • Membangun kebiasaan dan kenangan bersama bertiga, seperti aktivitas rutin sederhana, dapat menjaga rasa kebersamaan dan mencegah munculnya jarak emosional.
  • Mengungkapkan perasaan dengan jujur menggunakan I-statement membantu menghindari prasangka serta memperkuat komunikasi agar hubungan tetap sehat dan saling memahami.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Pernah tiba-tiba merasa menjadi orang yang "paling diam" saat sedang berkumpul bertiga? Dua temanmu tertawa karena candaan yang tidak kamu mengerti, membahas cerita yang ternyata terjadi saat kamu tidak ikut, atau sudah punya rencana tanpa sengaja memberitahumu. Tidak ada pertengkaran, tetapi ada rasa asing yang perlahan muncul.

Perasaan seperti ini lebih sering terjadi daripada yang kita kira. Dalam pertemanan bertiga, dinamika memang mudah berubah karena kedekatan antarindividu tidak selalu berjalan seimbang. Kabar baiknya, rasa terasingkan bukan berarti persahabatanmu sedang berakhir. Ada beberapa cara agar hubungan pertemanan tetap hangat tanpa harus memendam perasaan sendirian!

1. Jangan terlalu cepat menganggap mereka sengaja menjauh

Ilustrasi teman (magnific.com/magnific)

Saat dua teman terlihat semakin akrab, pikiran sering kali langsung bekerja lebih cepat daripada kenyataan. Baru melihat mereka beberapa kali pergi bersama, kita sudah sibuk bertanya-tanya apakah posisi kita mulai tergantikan. Padahal, belum tentu mereka memiliki maksud seperti itu. Bisa saja mereka sedang berada di lingkungan yang sama, memiliki hobi baru, atau lebih sering bertemu karena rutinitas yang kebetulan sejalan.

"Persahabatan itu dinamis. Kedekatan antaranggota bisa berubah karena lingkungan, aktivitas, atau fase hidup yang berbeda, dan itu tidak selalu berarti seseorang sedang disingkirkan," ujar Dr. Marisa G. Franco, psikolog sekaligus pakar persahabatan dari University of Maryland, dikutip dari Psychology Today.

Jika rasa tidak nyaman mulai muncul, cobalah mengungkapkannya dengan santai. Percakapan yang jujur sering kali jauh lebih menenangkan daripada membiarkan asumsi tumbuh tanpa arah. Tidak semua jarak adalah tanda perpisahan. Terkadang, yang kita butuhkan bukan jawaban dari orang lain, melainkan keberanian untuk berhenti menyimpulkan sesuatu yang belum tentu terjadi.

2. Bangun kenangan yang hanya dimiliki bertiga

Ilustrasi teman (magnific.com/ prostooleh)

Rasa tersisih sering kali lahir dari hal-hal yang terlihat sepele. Candaan yang hanya dipahami dua orang, cerita yang selalu dimulai dengan, "Waktu kita kemarin…" atau kebiasaan baru yang tanpa sadar hanya dijalani berdua. Jika terus berulang, momen-momen kecil itu bisa membuat satu orang merasa semakin jauh dari lingkaran pertemanannya sendiri.

Karena itu, cobalah membuat kebiasaan yang memang menjadi milik bertiga. Tidak perlu agenda yang rumit. Menonton serial yang hanya boleh dilanjutkan saat semua hadir, mencoba tempat makan baru setiap bulan, atau sekadar menjadwalkan ngopi bersama bisa menjadi cara sederhana untuk menjaga rasa kebersamaan.

3. Ungkapkan perasaan sebelum menjadi jarak

Ilustrasi teman (magnific.com/magnific)

Memendam rasa kecewa sering kali terasa lebih mudah daripada membicarakannya. Padahal, semakin lama dipendam, semakin besar kemungkinan muncul prasangka yang sebenarnya tidak pernah terjadi. Akibatnya, hubungan yang awalnya baik-baik saja justru terasa semakin renggang.

"Gunakan I-statement untuk menyampaikan perasaan. Fokus pada apa yang kamu rasakan, bukan menyalahkan orang lain," ujar Dr. Nicole Atkinson, pakar komunikasi hubungan, dalam kajian dinamika pertemanan yang diulas Vogue India.

Daripada berkata, "Kalian selalu ninggalin aku", cobalah ungkapan "Akhir-akhir ini aku merasa agak tertinggal. Aku kangen kita sering kumpul bertiga". Kalimat sederhana seperti itu membuka ruang untuk saling memahami, bukan saling menyalahkan. Sering kali, hubungan tidak rusak karena kurang peduli, melainkan karena terlalu banyak hal yang tidak pernah diucapkan.

4. Berhenti mengukur kedekatan

Ilustrasi teman (freepik.com/tirachardz)

Dalam pertemanan bertiga, mudah sekali merasa tertinggal ketika melihat dua teman lebih sering bersama. Padahal, kedekatan tidak selalu berjalan dalam porsi yang sama. Ada kalanya dua orang lebih sering bertemu karena rutinitas, lingkungan, atau minat yang sedang sejalan, dan itu tidak otomatis berarti orang ketiga sedang disisihkan.

Daripada terus membandingkan, cobalah fokus pada kualitas hubungan yang kamu miliki dengan masing-masing teman. Persahabatan yang sehat bukan diukur dari seberapa sering bersama, melainkan dari rasa saling menghargai, saling melibatkan, dan tetap membuat satu sama lain merasa memiliki tempat, meski dinamika di dalamnya terus berubah.

Dinamika dalam pertemanan bertiga memang akan terus berubah. Namun selama setiap orang masih mau saling melibatkan dan saling memahami, tidak ada alasan untuk takut kehilangan tempat. Sebab, persahabatan yang baik selalu membuatmu merasa pulang, bukan sekadar hadir.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Curated For You

Editorial Team

Related Article