ilustrasi seseorang beristigfar (freepik.com/freepik)
Saat emosi sulit dikendalikan, mengambil waktu untuk mengingat Allah bisa menjadi cara sederhana untuk menenangkan diri. Kamu bisa memperbanyak istigfar atau membaca doa yang membuat hati lebih tenang. Alih-alih langsung mengetik pesan panjang kepada orang yang membuat kamu marah, coba berhenti sebentar dan gunakan waktu tersebut untuk berzikir. Beberapa menit mungkin cukup untuk membuat perasaan yang tadinya meledak-ledak menjadi sedikit lebih terkendali. Setelah hati lebih tenang, kamu bisa menentukan apakah masalah tersebut memang perlu dibicarakan sekarang atau bisa menunggu.
Mendekat kepada Allah juga mengingatkan kamu bahwa menjaga lisan bukan hanya soal hubungan dengan manusia. Ada tanggung jawab spiritual di balik setiap perkataan yang disampaikan. Karena itu, ketika sedang kesal, cobalah meminta pertolongan kepada Allah agar diberi kemampuan untuk mengendalikan ucapan dan emosi. Kamu gak harus langsung menjadi orang yang selalu tenang dalam setiap situasi. Namun, setiap kali berhasil menahan satu ucapan yang buruk, kamu sudah belajar menjadi pribadi yang lebih mampu mengendalikan diri.
Kesal, kecewa, dan marah tetap menjadi bagian dari perasaan manusia yang wajar. Kamu gak perlu berpura-pura bahwa semuanya baik-baik saja hanya demi terlihat sabar di depan orang lain. Menjaga lisan berarti belajar menyampaikan perasaan tanpa mengubahnya menjadi hinaan, fitnah, atau perkataan yang sengaja melukai. Kamu tetap boleh mengatakan bahwa suatu perlakuan membuat kamu gak nyaman. Hanya saja, pilih waktu dan kata-kata yang tepat agar pesan tersebut bisa disampaikan secara lebih baik.
Kalau hari ini kamu sedang menghadapi seseorang yang membuat emosi naik turun, coba beri dirimu sendiri sedikit ruang sebelum merespons. Tarik napas, diam sejenak, ingat Allah, lalu pikirkan apakah ucapan yang ingin kamu keluarkan benar-benar perlu. Bisa jadi, satu kalimat yang berhasil kamu tahan hari ini justru menyelamatkan hubungan dari pertengkaran yang lebih besar. Kesabaran memang gak selalu mudah, tetapi bisa dilatih melalui hal-hal kecil setiap hari. Jadi, ketika rasa kesal datang lagi, yuk belajar memilih kata yang baik tanpa harus mengabaikan apa yang kamu rasakan.