Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

5 Cara Membedakan Cari Informasi dan Sekadar Terjebak Doomscrolling

5 Cara Membedakan Cari Informasi dan Sekadar Terjebak Doomscrolling
ilustrasi orang memainkan ponsel (pexels.com/Ketut Subiyanto)
Share Article

Membuka media sosial untuk mencari kabar terbaru sebenarnya gak selalu menjadi kebiasaan buruk. Ada banyak situasi yang memang membuat kita perlu mengetahui perkembangan suatu isu. Permasalahannya adalah niat mencari informasi bisa berubah menjadi aktivitas scrolling panjang tanpa disadari.

Kamu mungkin sudah mendapatkan informasi yang dibutuhkan, tetapi masih berpindah dari satu unggahan ke unggahan lainnya. Alih-alih semakin paham, pikiran justru terasa penuh setelahnya. Supaya bisa mengenali batasnya, berikut beberapa cara membedakan mencari informasi dengan sekadar terjebak doomscrolling.

  1. 1. Perhatikan apakah kamu tahu informasi apa yang sedang dicari

    Seseorang memegang dan menggunakan ponsel dengan kedua tangan, sebagai ilustrasi aktivitas bermain ponsel sehari-hari.
    ilustrasi orang memainkan ponsel (pexels.com/Sam Lion)

    Mencari informasi biasanya dimulai dengan tujuan yang cukup jelas. Kamu mungkin ingin mengetahui perkembangan terbaru, memastikan kebenaran suatu kabar, atau memahami kronologi sebuah peristiwa. Setelah mendapatkan jawabannya, aktivitas mencari informasi pun seharusnya bisa dihentikan.

    Doomscrolling cenderung membuat tujuan tersebut semakin kabur. Kamu terus membuka unggahan berikutnya hanya untuk melihat apakah ada sesuatu yang baru, meski gak tahu informasi apa lagi yang sebenarnya dibutuhkan. Scrolling yang awalnya berlangsung beberapa menit akhirnya bisa berlanjut jauh lebih lama.

  2. 2. Lihat apakah informasi yang ditemukan masih memberikan hal baru

    Seorang perempuan memegang dan menatap layar ponsel dalam ilustrasi, menggambarkan aktivitas menggunakan perangkat seluler.
    ilustrasi perempuan menatap ponsel (pexels.com/MiriamAlonso)

    Saat sebuah isu ramai dibicarakan, informasi yang sama bisa muncul berkali-kali dari akun berbeda. Kamu mungkin membaca kronologi serupa, melihat potongan video yang sama, atau menemukan pendapat yang hanya mengulang pembahasan sebelumnya. Banyaknya konten yang dilihat akhirnya gak selalu sejalan dengan banyaknya informasi baru yang diperoleh.

    Coba berhenti sejenak dan tanyakan apa hal baru yang kamu ketahui dari beberapa unggahan terakhir. Jika jawabannya hampir gak ada, mungkin kamu sudah mendapatkan informasi yang cukup untuk saat itu. Kamu tetap bisa mengecek perkembangannya lagi nanti ketika memang ada kabar baru.

  3. 3. Bedakan membaca fakta dengan terus mencari reaksi orang lain

    Seorang perempuan duduk sendiri dengan ekspresi jenuh, mengilustrasikan rasa bosan dan kelelahan emosional.
    ilustrasi perempuan merasa jenuh (pexels.com/Anna Tarazevich)

    Setelah mengetahui inti sebuah berita, rasa penasaran terkadang beralih ke kolom komentar atau unggahan orang lain. Kamu mulai ingin tahu siapa yang setuju, siapa yang marah, atau bagaimana warganet menanggapi kejadian tersebut. Tanpa terasa, waktu yang dihabiskan membaca reaksi justru lebih panjang daripada mencari fakta.

    Pendapat orang lain memang bisa memberikan sudut pandang tambahan, tetapi gak semuanya membantu memahami sebuah peristiwa. Terlalu banyak membaca komentar bahkan bisa membuat fakta dan asumsi terasa bercampur. Memilih sumber informasi yang jelas akan lebih berguna daripada mencoba mengikuti seluruh percakapan di internet.

  4. 4. Perhatikan apakah kamu masih bisa berhenti dengan mudah

    Ilustrasi seorang perempuan menatap layar ponsel di tangannya, menggambarkan aktivitas menggunakan perangkat seluler.
    ilustrasi perempuan menatap layar ponsel (pexels.com/Alex Green)

    Saat benar-benar mencari informasi, biasanya ada titik ketika kamu merasa sudah mendapatkan hal yang dibutuhkan. Ponsel bisa diletakkan dan perhatian kembali dialihkan ke pekerjaan atau aktivitas lainnya. Kamu gak merasa harus terus memeriksa apakah ada perkembangan baru beberapa menit kemudian.

    Dorongan untuk terus mengecek bisa menjadi tanda bahwa kebiasaan tersebut mulai bergeser. Apalagi jika kamu sudah berniat berhenti, tetapi berkali-kali membuka media sosial untuk melihat kabar yang sama. Mengenali dorongan tersebut membantu kamu menentukan kapan rasa ingin tahu sudah berubah menjadi kebiasaan yang sulit dihentikan.

  5. 5. Rasakan kondisi pikiran setelah selesai membaca

    Ilustrasi perempuan duduk sambil berpikir, dengan tangan menopang dagu dan pandangan tertuju ke depan.
    ilustrasi perempuan berpikir (pexels.com/KATRIN BOLOVTSOVA)

    Informasi memang gak selalu membuat perasaan menjadi lebih baik, terutama ketika topik yang dibahas cukup berat. Meski begitu, mencari informasi seharusnya membuatmu setidaknya lebih memahami apa yang sedang terjadi. Ada fakta atau konteks baru yang kamu dapatkan setelah meluangkan waktu untuk membaca.

    Doomscrolling sering memberikan hasil yang berbeda. Setelah lama scrolling, kamu mungkin justru merasa semakin gelisah atau kewalahan tanpa bisa menjelaskan informasi penting apa yang baru diperoleh. Kondisi tersebut bisa menjadi pengingat bahwa menambah durasi membaca belum tentu membuatmu semakin memahami suatu isu.

    Mencari informasi dan doomscrolling bisa berawal dari tindakan yang sama, yaitu membuka berita atau media sosial. Perbedaannya mulai terlihat dari tujuan, informasi yang didapatkan, hingga kemampuanmu untuk berhenti. Mengetahui kabar terbaru memang penting, tetapi kamu gak harus membaca setiap unggahan untuk bisa memahami apa yang sedang terjadi.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share Article
Editorial Team
Atqo Sy
EditorAtqo Sy

Related Articles

See More