Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

7 Aktivitas Harian yang Cocok untuk Digital Detox, Mental Lebih Sehat

7 Aktivitas Harian yang Cocok untuk Digital Detox, Mental Lebih Sehat
ilustrasi menenangkan diri di rumah (unsplash.com/Vitaly Gariev)
  • Digital detox dilakukan dengan mengurangi keterhubungan pada perangkat elektronik untuk memberi jeda bagi pikiran, menekan stres, kelelahan mental, nyeri tubuh, serta dampak doomscrolling.
  • Prioritaskan rutinitas tanpa gawai, seperti olahraga ringan, berberes rumah, dan menulis catatan dengan pena-kertas agar waktu produktif tidak habis untuk menggulir layar.
  • Batasi gawai untuk kebutuhan penting, perbanyak aktivitas di alam, serta latih ingatan dengan melafalkan rencana atau benda agar ketergantungan pada perangkat perlahan berkurang.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Share Article

Akhir-akhir ini, internet dan media sosial kerap kali disebut sebagai salah satu pemicu gangguan kesehatan. Tak bisa dimungkiri, berselancar di internet dan media sosial memang menyenangkan. Namun, gudang raksasa informasi ini menimbulkan dampak di dua sisi. Memudahkan sekaligus melelahkan fisik dan mental.

Bagaimana tidak dikatakan lelah? Fisik yang sepenuhnya diam dan hanya jempol tangan yang bergerak dalam durasi panjang tentu menimbulkan gangguan di tubuh. Otak yang lelah karena menyaksikan banyak pergantian konten di layar. Begitu juga sendi-sendi di leher, jari, tangan, pinggang dan kaki menimbulkan nyeri ringan hingga berat. Ditambah, kebiasaan doomscrolling atau terlalu asyik berburu berita negatif di layar gawai hingga menimbulkan depresi atau gangguan mental lainnya. 

Jika sudah sampai di titik kecemasan dan lelah berlebihan, ada baiknya kita mengambil jeda dalam menggunakan internet dan media sosial. Cobalah untuk melakukan digital detox secara bertahap!

Digital detox adalah usaha menahan diri untuk tidak terhubung dengan  perangkat elektronik dan digital selama periode tertentu. Dengan digital detox, artinya ada jeda waktu bagi kita untuk menata hati dan pikiran tanpa melibatkan standar-standar dari media sosial. Stres, lelah mental dan nyeri di tubuh pun bisa berkurang. 

Lantas, apa yang bisa dilakukan untuk menjauh sejenak dari gawai dan internet? Ternyata, aktivitas harian yang sederhana pun bisa menyegarkan tubuh, pikiran dan mental. Berikut tujuh aktivitas yang bisa dicoba agar digital detox berhasil. 

  1. 1. Menentukan prioritas harian yang tidak melibatkan gawai

    ilustrasi bebas gadget seharian
    ilustrasi bebas gadget seharian (pexels.com/ Andrea Piacquadio)

    Kita seringkali terjebak menggunakan gawai hampir di setiap detik. Sebentar-sebentar, layar gawai digulir. Seolah mengecek hal penting. Padahal, tidak selalu begitu. Faktanya, itu hanyalah kebiasaan yang tidak terkontrol. Dampaknya, ketergantungan terhadap gawai begitu kuat. Waktu produktif pun hanya dihabiskan untuk menggulir layar tanpa ada kepentingan mendesak.

    Itu sebabnya, kita perlu menentukan prioritas harian yang tidak bersinggungan dengan gawai. Saat bangun tidur, jangan menyentuh gawai terlebih dulu! Utamakan untuk olahraga ringan sebelum beraktivitas di dapur atau sekadar afirmasi positif. Saat di pagi hari, utamakan untuk mempersiapkan diri agar tidak terlambat ke sekolah, kampus atau kantor.

    Begitu juga di saat siang, sore hingga malam. Selesaikan dulu urusan yang masuk daftar prioritas. Kita bisa membuka layar gawai di sela-sela waktu yang singkat. Sebab, berikutnya kita akan menyelesaikan daftar prioritas berikutnya.

  2. 2. Berberes ruangan atau rumah sesuai jadwal dan konsisten

    ilustrasi menyapu lantai rumah
    ilustrasi menyapu lantai rumah (pexels.com/RDNE Stock project)

    Konsisten dengan jadwal berberes di rumah dan ruang privat sangat membantu untuk menjauh dari penggunaan gawai. Saat berberes, seluruh anggota tubuh kita aktif bergerak. Berberes juga ampuh membuat pikiran lebih segar dan perasaan lebih lega. Kepuasan batin pun bisa diraih dengan cukup mudah. Kita hanya perlu rutin membersihkan dan merapikan hunian yang ditinggali.

    Pada dasarnya, salah satu hal yang dibutuhkan oleh pikiran adalah kesibukan yang menyenangkan. Di satu sisi, berberes memang pekerjaan yang akan terus berulang dan bikin lelah. Namun, tak bisa dimungkiri jika berberes juga mendatangkan perasaan bahagia, lega dan nyaman. Itu sebabnya, ini menjadi salah satu kegiatan yang cocok untuk mengobati lelah efek internet dan media sosial.

  3. 3. Memanfaatkan pena dan kertas untuk menulis catatan pengingat

    ilustrasi membuat catatan pengingat
    ilustrasi membuat catatan pengingat (pexels.com/Anna Tarazevich)

    Kita cukup sering menggunakan gawai sebagai alat untuk mencatat hal-hal prioritas dalam keseharian. Misalnya, daftar belanja, rencana kepergian, jadwal belajar, target pekerjaan hingga menyimpan resep masakan. Pena dan kertas mulai jarang digunakan sebab dirasa kurang praktis. Namun, jika untuk tujuan digital detox, kita perlu membiasakan lagi menulis dengan pena dan kertas.

    Menulis secara manual sangat bagus untuk mempertajam daya ingat. Meski bikin tangan pegal, otak terlatih untuk mengingat hal sederhana dan tak mudah lupa. Perlahan, kita bisa melepas ketergantungan dari gawai.

  4. 4. Membatasi durasi penggunaan gawai secara ketat

    ilustrasi membatasi penggunaan gadget
    ilustrasi membatasi penggunaan gadget (pexels.com/Andrea Piacquadio)

    Jika internet dan media sosial membuat kita cemas berlebihan, ada baiknya segera mengambil jeda. Batasi penggunaan gawai hanya untuk keperluan penting. Tegaskan aturan pada diri sendiri bahwa gawai bukan untuk mencari hiburan dan doomscrolling! Dengan begitu, kita berhasil menjauh sejenak dari hiruk pikuk internet dan media sosial. Hal-hal yang memicu pesimisme tak akan banyak singgah di pikiran.

    Memperketat penggunaan gawai memberi ruang lebih besar pada kita untuk mengerjakan hal-hal produktif di dunia nyata. Pekerjaan yang menumpuk lebih cepat selesai. Rutinitas harian pun bisa dijalani dengan konsisten. Itu juga membuat emosi dan mental kita lebih stabil.

  5. 5. Menghabiskan waktu lebih banyak saat beraktivitas di alam

    ilustrasi bersepeda di taman
    ilustrasi bersepeda di taman (pexels.com/Pack2Ride)

    Alam juga sangat ampuh menyembuhkan gangguan yang dialami oleh fisik maupun psikis. Tak heran jika beberapa alternatif pengobatan memanfaatkan alam sebagai jalan kesembuhan. Sebenarnya, wajar saja karena tubuh kita memang dirancang punya kecocokan yang besar dengan alam.

    Kita bisa menjauh sejenak dari gawai dan memilih untuk ke pantai, ikut aktivitas pendakian, berkebun maupun memetik hasil panen sayur dan buah. Tentunya, berkegiatan di alam itu menyenangkan. Meski melelahkan fisik, itu membuat tidur di malam hari lebih nyenyak. Tidur yang berkualitas akan membuat keberhasilan digital detox semakin besar.

  6. 6. Melafalkan nama benda yang akan diambil dan rencana yang akan dilakukan

    ilustrasi mengingat tanpa mencatat
    ilustrasi mengingat tanpa mencatat (pexels.com/Andrea Piacquadio)

    Cara yang satu ini cukup unik. Tak hanya mencatat di atas kertas yang bisa menguatkan daya ingat. Melafalkan nama benda dan rencana yang akan dilakukan dengan nyaring juga bisa berdampak demikian. Saat kita ingin mengambil tas, cobalah ucapkan dengan lantang. "Aku ingin mengambil tas."

    Efeknya, ingatan itu mampu bertahan lama. Jika dibiasakan, otak akan terlatih mengingat banyak hal tanpa sibuk mencatat. Perlahan, kita juga bisa melepas kebergantungan dari gawai. Jika kita sedang memasuki fase digital detox, aktivitas ini juga cocok diterapkan.

    Banyak sekali pilihan aktivitas yang bisa diterapkan untuk melakukan digital detox. Bukan berarti hidup tanpa gawai, internet dan media sosial sama sekali. Tapi, lebih kepada usaha mengurangi intensitasnya. Menjauh sejenak dari gawai bukan berarti kosong dari kesibukan. Sebaliknya, banyak aktivitas non-digital yang bisa menjadi alternatif pengganti. Kesannya juga tak kalah seru, menyenangkan dan berdampak positif bagi fisik dan mental. Sesekali, cobalah melakukan digital detox di rumah!

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share Article
Editorial Team

Related Articles

See More