Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Cara Mewujudkan Target Hidup di Usia Berapa pun, Gak Ada Kata Terlambat!
ilustrasi perempuan sedang merangkai moodboard (pexels.com/ron-lach)

Pernah gak sih kamu kepikiran untuk mulai hal baru, entah itu belajar investasi, ikut kelas olahraga, membangun bisnis sampingan, atau mengejar impian yang sempat tertunda? Sayangnya, banyak orang mengurungkan niat karena merasa usianya sudah tidak muda lagi atau takut gagal sebelum mencoba.

Menurut Gwendolyn Bounds, penulis Not Too Late: The Power of Pushing Limits At Any Age, dikutip dari Her Money, usia bukan halangan untuk berkembang dan mencapai target baru. Dari pengalamannya, ada beberapa strategi yang bisa membantu siapa saja mewujudkan tujuan hidup. Kira-kira bagaimana caranya? Yuk, simak artikel berikut!

1. Berani keluar dari rutinitas yang itu-itu saja

ilustrasi mahasiswa seni dan desain (pexels.com/olly)

Tanpa disadari, banyak orang menjalani hari dengan pola yang sama terus-menerus. Bangun pagi, berangkat kerja, pulang, lalu mengulang rutinitas yang sama keesokan harinya. Meski terasa nyaman, kebiasaan seperti ini bisa membuat kita sulit berkembang karena jarang mencoba sesuatu yang baru.

Bounds menyebut kondisi ini sebagai cycle of sameness atau siklus kesamaan. Menurutnya, penting untuk sesekali keluar dari zona nyaman dan memberi ruang bagi pengalaman baru. Langkah kecil seperti mengikuti kelas baru, mempelajari keterampilan yang belum pernah dicoba, atau mengubah kebiasaan sehari-hari bisa membuka peluang yang sebelumnya tidak terlihat.

“Kita tahu dari penelitian bahwa kebosanan kronis memiliki risiko kesehatan yang nyata. Hal itu dapat menyebabkan kecemasan dan depresi. Ketika kamu percaya bahwa masih ada potensi dalam dirimu yang belum tergali dan meluangkan waktu untuk mengembangkannya, itu bisa menjadi dorongan yang sangat kuat untuk memutus siklus tersebut,” kata Bounds.

2. Cari tahu apa yang diam-diam menghabiskan waktumu

ilustrasi bermain handphone (pexels.com/karolinagrabowska)

Banyak orang merasa tidak punya waktu untuk mengejar target baru. Padahal, menurut Bounds, masalahnya sering kali bukan kekurangan waktu, melainkan banyaknya waktu yang terbuang tanpa disadari. Ia menyebutnya time suck slices, yaitu potongan waktu lima hingga sepuluh menit yang terlihat sepele, tetapi bisa menumpuk menjadi berjam-jam dalam seminggu.

Time suck slices adalah potongan-potongan kecil waktu lima sampai sepuluh menit yang tersedot begitu saja sepanjang hari. Jika dijumlahkan, kamu akan menemukan bahwa sebenarnya ada banyak waktu yang bisa digunakan untuk sesuatu yang lebih bermakna,” jelas Bounds.

Coba perhatikan berapa lama waktu yang kamu habiskan untuk scrolling media sosial, membuka aplikasi belanja, atau menonton video tanpa tujuan. Sebagian waktu tersebut bisa dialihkan untuk melakukan hal yang mendekatkanmu pada target yang ingin dicapai, mulai dari belajar keterampilan baru hingga mengembangkan sumber penghasilan tambahan.

3. Jangan tunggu rasa takut hilang dulu

ilustrasi wanita sedang melakukan perjanan ke luar negeri (pexels.com/gustavofring)

Banyak orang menunda impiannya karena takut gagal atau melakukan kesalahan. Namun, Bounds menilai rasa takut bukan sesuatu yang harus dihindari. Justru, rasa takut menandakan bahwa kita peduli pada apa yang sedang diperjuangkan.

“Bagi saya, jika saya ingin terus mengikuti perlombaan dan ingin mendapatkan hasil yang baik, saya harus memberikan usaha terbaik dan mengatasi rasa takut itu,” ujar Bounds.

Hal serupa juga sering ditemukan dalam dunia investasi. Banyak orang merasa belum cukup paham sehingga terus menunda untuk memulai. Padahal, kemampuan dan kepercayaan diri biasanya justru berkembang setelah seseorang mulai mencoba dan belajar dari pengalaman.

4. Luangkan waktu untuk melihat kembali perjalanan hidupmu

ilustrasi wanita sedang menulis (pexels.com/georgemilton)

Terkadang, kita sulit menentukan tujuan baru karena terlalu sibuk menjalani rutinitas sehari-hari. Padahal, meluangkan waktu untuk meninjau kembali pengalaman hidup dapat membantu kita memahami apa yang benar-benar penting dan ingin dicapai ke depan.

Gerben Westerhof, seorang psikolog, dikutip dari Newyork Times, menjelaskan bahwa refleksi bukan hanya tentang mengenang masa lalu, tetapi juga melihat kemungkinan yang ada di masa depan. Dengan mengingat kembali pengalaman yang paling berkesan, pencapaian yang pernah diraih, atau penyesalan yang ingin diperbaiki, kamu bisa lebih mudah menentukan langkah berikutnya.

"Ini bukan hanya tentang melihat ke belakang, tetapi juga melihat ke depan dan memahami siapa dirimu. Apa yang bisa menjadi bab berikutnya dalam hidupmu?" kata Gerben Westerhof.

Pada akhirnya, bukan umur yang menentukan sejauh apa kamu bisa berkembang, melainkan keberanian untuk memulai. Jadi, impian mana yang ingin kamu wujudkan mulai hari ini?

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Editorial Team

Related Article