Menyadari kalau lingkungan pertemanan kamu sudah gak sehat itu rasanya campur aduk. Di satu sisi kamu ingin bertahan demi sejarah pertemanan yang sudah lama dilalui, tapi di sisi lain mental kamu rasanya makin terkuras tiap kali kumpul bareng. Fenomena ini sering dialami pas masa-masa pubertas dan pencarian jati diri, di mana cara remaja menghadapi circle toxic jadi tantangan nyata yang gak mudah dilalui. Menjelang Hari Remaja Sedunia tanggal 12 Agustus mendatang, ini menjadi momen yang pas buat kamu lebih peduli sama kesehatan mental diri sendiri.
Kalau situasi toksik ini terus dibiarkan, energi kamu bakal habis cuma buat mikirin omongan orang lain yang gak ada habisnya. Kamu bisa makin ragu sama potensi diri sendiri hanya karena terus-terusan kena gaslighting atau microaggression dari teman sendiri. Padahal, masa remaja itu waktunya kamu berkembang dan eksplorasi banyak hal positif, bukan malah sibuk merawat luka batin akibat berteman sama orang yang salah.
