Digital Self Care, 5 Langkah agar Ponsel Tak Menguras Fokus

- Digital self care adalah kebiasaan mengatur teknologi agar aktivitas digital lebih sehat dan tidak menguras perhatian, tanpa harus berhenti memakai ponsel.
- Kurangi gangguan dengan mematikan notifikasi tidak penting, menghapus foto, video, aplikasi, chat, grup, serta file yang sudah tidak relevan.
- Evaluasi media sosial yang paling menyedot waktu melalui unfollow akun tidak nyaman, pengaturan notifikasi, pembersihan following, dan batas waktu aplikasi.
Ponsel adalah salah satu benda yang rasanya paling penting bagi sebagian orang. Bangun tidur cek notifikasi, bekerja lewat aplikasi, mencari hiburan di media sosial, sampai menyimpan foto dan berbagai catatan pribadi semuanya dilakukan lewat ponsel. Karena terlalu terbiasa, kamu mungkin tidak sadar kalau aktivitas digital itu terasa melelahkan.
Self care ternyata gak selalu harus dilakukan dengan skincare, pergi liburan, atau me time. Ada bentuk perawatan diri lain yang sering dilupakan, yaitu digital self care. Sederhananya, digital self care adalah kebiasaan mengatur penggunaan teknologi agar aktivitas digital terasa lebih sehat, dan gak menguras perhatian. Kamu bisa mulai dari lima hal berikut secara perlahan.
1. Bersihkan notifikasi yang terlalu ramai

ilustrasi notifikasi ponsel (unsplash.com/jamie452) Coba perhatikan layar HP-mu. Berapa banyak notifikasi yang muncul setiap hari? Kalau hampir setiap beberapa menit ada bunyi, getaran, atau pop-up, sudah waktunya melakukan sedikit digital decluttering. Tidak semua notifikasi memiliki itu penting. Pesan dari keluarga atau pekerjaan mungkin memang perlu segera diketahui.
Namun, notifikasi promo marketplace, game, aplikasi berita, atau gak harus muncul setiap saat. Terlalu banyak notifikasi bikin perhatianmu terus berpindah. Bahkan ketika kamu tidak langsung membuka pesan tersebut, kemunculannya sudah cukup untuk mengganggu fokus. Mulailah dengan membuka pengaturan notifikasi dan matikan pemberitahuan dari aplikasi yang tidak benar-benar membutuhkan perhatianmu.
2. Hapus foto dan video yang memenuhi galeri

ilustrasi galeri hp (pexels.com/Karola G) Galeri HP sering menjadi tempat penumpukan digital yang paling tidak terasa. Satu momen aja bisa menghasilkan puluhan foto. Belum lagi screenshot percakapan, tangkapan layar promo, foto blur, meme, video yang ingin dikirim ke teman, sampai gambar yang sebenarnya sudah tidak pernah dilihat lagi.
Ketika kapasitas HP mulai penuh, kinerja perangkat bisa ikut terganggu dan kamu menjadi kesulitan mencari foto yang benar-benar penting. Kamu gak perlu membersihkan ribuan foto sekaligus. Coba mulai dari folder screenshot atau video, lalu hapus foto yang buram, duplikat, atau gak penting lagi. Untuk foto yang masih ingin disimpan tapi jarang dibuka, kamu bisa memindahkannya ke cloud atau perangkat lain.
3. Rapikan aplikasi yang sudah jarang dipakai

ilustrasi ponsel (unsplash.com/masakaze) Berapa banyak aplikasi yang ada di HP-mu tapi sudah berbulan-bulan gak pernah dibuka? Bisa jadi jumlahnya lebih banyak daripada yang kamu kira. Aplikasi yang jarang digunakan bukan hanya memakan ruang penyimpanan. Beberapa di antaranya juga dapat berjalan di latar belakang, mengirim notifikasi, atau bahkan meminta akses.
Coba buka daftar aplikasi dan lakukan pengecekan. Kalau kamu sudah tidak ingat kapan terakhir kali menggunakan sebuah aplikasi, itu bisa menjadi tanda bahwa aplikasi tersebut layak dihapus. Jika suatu hari dibutuhkan lagi, selama aplikasinya masih tersedia, kamu biasanya bisa mengunduhnya kembali.
4. Hapus chat dan grup yang sudah tidak relevan

ilustrasi mengirim chat (unsplash.com/christianw) Aplikasi pesan instan juga bisa menjadi sumber kekacauan digital. Grup sekolah lama, komunitas yang sudah tak aktif, obrolan pekerjaan dari proyek yang selesai, atau chat dengan berbagai akun bisnis bisa terus memenuhi daftar percakapan. Kamu bisa mulai dengan mengarsipkan percakapan yang masih ingin disimpan tetapi tidak perlu terlihat setiap hari.
Untuk grup yang memang sudah gak relevan, pertimbangkan untuk keluar jika memungkinkan. Perhatikan juga file yang dikirim melalui aplikasi chat. File yang menumpuk dapat menghabiskan ruang penyimpanan. Kalau ada percakapan penting, kamu tidak harus menghapusnya. Digital self care bukan berarti membuat HP kosong tanpa alasan, tapi memilih apa yang memang layak dipertahankan.
5. Evaluasi aplikasi media sosial yang paling banyak menyedot waktu

ilustrasi media sosial (pexels.com/Tracy Le Blanc) Bagian ini mungkin sedikit lebih sulit karena yang perlu dirapikan bukan hanya isi HP, tapi juga kebiasaanmu menggunakannya. Coba lihat aplikasi mana yang paling sering kamu buka. Kalau satu aplikasi membuatmu berniat melihat sesuatu selama lima menit tapi akhirnya menghabiskan satu jam, sudah waktunya mengevaluasi cara penggunaannya.
Kamu tak harus langsung menghapus media sosial. Langkah kecil seperti unfollow akun yang membuatmu merasa tak nyaman, mematikan notifikasi, membersihkan daftar following, atau menggunakan batas waktu aplikasi bisa menjadi awal yang lebih realistis. Perhatikan juga jenis konten yang sering muncul di timeline agar kamu gak kewalahan.
Digital self care tak harus selalu berarti berhenti menggunakan teknologi. Ketika isi HP lebih teratur, kamu mungkin akan menyadari bahwa digital self care sebenarnya sesederhana memberi ruang bagi diri sendiri untuk tidak selalu tersedia bagi dunia digital.



![[QUIZ] Kamu Sebenarnya Bahagia atau Cuma Terlihat Bahagia?](https://image.idntimes.com/post/20260608/happy-54_8bdaebf0-a99a-4020-bd29-1465013f1352.jpg)


















