Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

Ceramah Tarawih 2026 Malam ke-19: Menjemput Rida Allah

Ceramah Tarawih 2026 Malam ke-19: Menjemput Rida Allah
ilustrasi ceramah tarawih 2026 Malam ke-19 (unsplash.com/Raka Dwi Wicaksana)
Intinya Sih
  • Ceramah tarawih malam ke-19 Ramadan 2026 mengajak jamaah merenungi tujuan utama ibadah, yaitu menjemput ridho Allah SWT sebagai puncak kebahagiaan dan keberkahan hidup.
  • Ridho Allah dijelaskan sebagai tujuan tertinggi seorang Muslim yang hanya dapat diraih melalui iman kuat, amal saleh, serta keikhlasan dalam setiap perbuatan dan ibadah.
  • Umat Islam diajak memanfaatkan sisa Ramadan untuk memperbanyak ibadah dengan niat tulus agar memperoleh pahala berlipat ganda dan mendekatkan diri kepada ridho Allah SWT.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Is this "Intinya Sih" helpful?

Ceramah tarawih 2026 malam ke-19 dapat menjadi momen tepat untuk menyampaikan bagaimana menjemput rida Allah SWT. Menjelang memasuki sepuluh hari terakhir Ramadan, umat Islam telah menjalani berbagai ibadah dengan penuh kesabaran dan hikmah di dalamnya. Untuk itu, ceramah tarawih malam ke-19 dapat menjadi waktu yang tepat untuk merenungi tujuan utama di bulan Ramadan.

Sebagai seorang Muslim, tujuan utama kita adalah mendapatkan rida dan kasih sayang dari Allah SWT. Harta, jabatan, kekayaan, dan kesuksesan tak ada artinya bila seorang Muslim hidup tanpa mendapatkan keridaan dari penciptanya. Untuk itu, ceramah tarawih 2026 malam ke-19 akan mengajak jamaah untuk memaknai ibadah Ramadan demi memperoleh ridha Allah. 

Table of Content

1. Bagian pembuka

1. Bagian pembuka

Ilustrasi mencari keridhoan Allah (pexels.com/Thirdman)
Ilustrasi mencari keridhoan Allah (pexels.com/Thirdman)

Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh.

Alhamdulillahi rabbil ‘alamin, washshalatu wassalamu ‘ala asyrafil anbiya wal mursalin, Sayyidina Muhammad SAW, wa ‘ala alihi wa sahbihi ajma’in. Amma ba’du.

Jamaah tarawih yang dimuliakan Allah, tak terasa bahwa Ramadan hampir menyentuh sepuluh malam terakhirnya. Ramadan terasa berjalan begitu cepat, dan sebagai seorang Muslim, kita banyak memperoleh pelajaran melalui bulan ini. Untuk itu, mari kita tingkatkan ibadah kita di sisa hari Ramadan ini untuk menjemput rida Allah SWT.

Setiap muslim yang hidup pastinya menginginkan keberkahan hidup dan mendapat rida dari Allah SWT. Melalui berkahnya, hidup akan terasa aman dan itulah kebahagiaan sejati yang bahkan tak bisa dibandingkan oleh seluruh kenikmatan dunia. Untuk itu, mari merenungkan sisa waktu Ramadan untuk meningkatkan ibadah dan menjemput rida-Nya.

2. Bagian isi

ilustrasi sedekah yang ikhlas untuk menjemput ridho Allah (unsplash.com/Madrosah Sunnah)
ilustrasi sedekah yang ikhlas untuk menjemput ridho Allah (unsplash.com/Madrosah Sunnah)

Jamaah yang dimuliakan Allah, impian untuk mendapat rida Allah SWT bukanlah perkara yang mudah. Islam mengajarkan bahwa perlu iman yang kuat dan amal saleh serta keikhlasan untuk meraihnya. Setiap umat Muslim tidak hanya diperintahkan untuk beribadah dan berbuat baik, tetapi juga harus menyertakan hati yang ikhlas dalam menjalankan ibadah tersebut.

Ridho Allah merupakan tujuan hidup dari masing-masing diri kita. Tanpa ridanya, segala amal yang dilakukan tidak akan bernilai. Untuk itu, mari kita niatkan segala bentuk amal dan ibadah benar-benar hanya diniatkan karena Allah SWT.

Rida Allah sebagai tujuan hidup

Rida Allah SWT merupakan sesuatu yang memiliki kedudukan tinggi dalam kehidupan seorang Muslim. Allah SWT menegaskan bahwa keridaannya merupakan tujuan hidup yang harus dicapai. Dengan ridanya, setiap umat Muslim akan mendapatkan kebahagiaan yang tak ternilai harganya.

Allah SWT berfirman:

جَزَاۤؤُهُمْ عِنْدَ رَبِّهِمْ جَنّٰتُ عَدْنٍ تَجْرِيْ مِنْ تَحْتِهَا الْاَنْهٰرُ خٰلِدِيْنَ فِيْهَآ اَبَدًاۗ رَضِيَ اللّٰهُ عَنْهُمْ وَرَضُوْا عَنْهُۗ ذٰلِكَ لِمَنْ خَشِيَ رَبَّهٗࣖ ۝٨

jazâ'uhum ‘inda rabbihim jannâtu ‘adnin tajrî min taḫtihal-an-hâru khâlidîna fîhâ abadâ, radliyallâhu ‘an-hum wa radlû ‘an-h, dzâlika liman khasyiya rabbah

Artinya: “Balasan mereka disisi Tuhannya adalah surga ‘Adn yang mengalir di bawahnya sungai-sungai. Mereka kekal di dalamnya selama-lamanya. Allah ridho terhadap mereka dan mereka pun ridho kepada-Nya. Itu adalah (balasan) bagi orang yang takut kepada Tuhannya.” (QS. Al-Bayyinan ayat 8).

Dalam tafsir Tahlili, Allah menghadiahkan surga Adn yang di dalamnya terdapat berbagai kenikmatan dan kesenangan. Hadiah tersebut merupakan keridhoan Allah SWT atas iman dan amal saleh yang dilakukan dengan keikhlasan. Ganjaran-ganjaran kebahagiaan di dunia dan di akhirat merupakan hadiah untuk orang yang jiwanya penuh ketakwaan pada Allah SWT.

Ikhlas merupakan kunci meraih rida Allah

Jamaah yang dimuliakan Allah, salah satu kunci dalam meraih rida Allah adalah dengan keikhlasan dalam melakukan amal dan ibadah. Amal dan ibadah yang tidak dijalankan dengan keikhlasan tidak akan memiliki nilai di sisi-Nya. Untuk itu, setiap ibadah yang akan kita lakukan harus dilandasi dengan niat tulus hanya untuk Allah semata.

Dalam kehidupan sehari-hari, kita dapat melakukan kebaikan dengan hati yang ikhlas untuknya. Melakukan kebaikan seperti bersedekah untuk anak yatim dan fakir miskin atau kebaikan lainnya jika disertai rasa ikhlas, kebaikan tersebut akan bernilai mulia di sisi Allah dan manusia itu sendiri. Amal tersebut akan mendapat ganjaran pahala dan orang yang mendapat amal tertolong atas kebaikan diri si pemberi sedekah.

Ramadan adalah waktu untuk menjemput ridho Allah

Jamaah sekalian, mari kita gunakan sisa waktu Ramadan untuk menjemput rida Allah SWT. Pada bulan ini, setiap amal ibadah mendapat ganjaran berlipat ganda. Untuk itu, sangat dianjurkan untuk memperbanyak ibadah di bulan mulia ini.

Dengan menjalani ibadah Ramadan dan melandasinya dengan keikhlasan, kita akan mendapat pahala berkali-kali lipat dan dapat menjemput rida Allah. Ingatlah, tujuan hidup manusia adalah untuk mendapat rida-Nya, maka bersemangatlah dalam melakukan ibadah dan amal saleh. Karena itu, mari manfaatkan setiap detik Ramadan untuk mendekatkan diri kepada-Nya.

3. Bagian penutup

ilustrasi menjemput ridho Allah (pexels.com/Thirdman)
ilustrasi menjemput ridho Allah (pexels.com/Thirdman)

Jamaah yang dimuliakan Allah, menjemput rida-Nya merupakan tujuan tertinggi dalam hidup. Rida-Nya tidak dapat dibeli dengan harta, tetapi melalui amal saleh dan keikhlasan. Semoga kita semua tergolong ke dalam orang-orang yang mendapat ridhonya, aamiin.

Wassalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh

Itulah ceramah tarawih 2026 malam ke-19 dengan tema menjemput rida Allah. Melalui iman, amal saleh, dan keikhlasan, setiap ibadah yang dilakukan dapat menjadi jalan untuk meraih ridanya. Semoga Ramadan dapat menjadikan kita sebagai hamba yang meraih ridho dan mendapatkan keberkahan hidup.

Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Febriyanti Revitasari
EditorFebriyanti Revitasari
Follow Us