Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install
For
You

10 Ciri Red Flag Kenalan Baru, Jangan Mudah Percaya meski Tampak Baik

10 Ciri Red Flag Kenalan Baru, Jangan Mudah Percaya meski Tampak Baik
ilustrasi pria dan perempuan (pexels.com/David Crypto)
Share Article

Kamu suka berkenalan dengan orang baru? Memperluas pertemanan memang ada manfaatnya. Dirimu dapat mempelajari karakter orang-orang, punya teman mengobrol di mana pun, menambah wawasan, bahkan sebagiannya membentuk jaringan yang berkualitas.

Namun, kamu juga harus waspada kalau-kalau kenalan barumu malah punya niat kurang baik padamu. Kasus-kasus penipuan, love scamming, penyekapan, kekerasan seksual, penganiayaan, hingga perdagangan orang yang dilakukan oleh kenalan baru patut diwaspadai. Bukan tidak mungkin dirimu juga menjadi korbannya bila tak berhati-hati.

Kenali tanda-tanda ketidakberesan tersebut secepat mungkin. Jika dirimu baru berkenalan dengan seseorang memang bukan saatnya untuk selalu berpikiran positif. Kamu juga boleh membagikan artikel ini ke teman, keluarga, atau media sosialmu agar menjadi pengetahuan bersama.

1. Baru kenal bilang cinta dan ngajak pacaran bahkan menikah

kenalan baru
ilustrasi kenalan baru (pexels.com/Vietnam Photographer)

Orang yang gampang jatuh cinta pada pandangan pertama pun tak akan seburu-buru ini. Seperti tidak ada waktu lain saja. Jangan merasa tersanjung oleh kata-kata cintanya seolah-olah dirimu memang telah menguasai hatinya. Malah boleh jadi dia yang berhasrat untuk menguasaimu dengan berbagai tujuan.

2. Mengajak pergi ke tempat yang jauh

pria dan wanita
ilustrasi pria dan wanita (pexels.com/KÁ 🐟)

Jangankan kenalan baru mengajakmu pergi ke tempat yang jauh. Tujuannya masih dalam kota pun sebaiknya dirimu gak langsung menerimanya. Apalagi hanya berduaan.

Atau bertiga, tapi orang ketiga adalah temannya. Tidak terkecuali apabila ia mengajakmu ke luar kota dengan alasan mencari pekerjaan di sana. Bisa-bisa malah dirimu tidak pernah dapat pulang ke keluarga.

3. Bicaranya terlalu muluk

pria dan wanita
ilustrasi pria dan wanita (pexels.com/RDNE Stock project)

Misalnya, ia langsung bicara terus punya sekian banyak toko bahkan perusahaan. Asetnya di mana-mana. Pendapatannya sangat besar. Mudah baginya untuk membeli apa saja.

Semua kenalannya orang-orang penting. Orang yang benar-benar hebat biasanya malah menutup rapat semua informasi itu dari kenalan baru. Jangan-jangan ia cuma hendak membuatmu terkesan sebelum masuk ke tahap berikutnya.

4. Pinjam uang atau barang berhargamu

kenalan baru
ilustrasi kenalan baru (pexels.com/Thái Trường Giang)

Bukankah orang yang sudah lama mengenalmu seperti sahabat, tetangga, bahkan saudara juga gak sembarangan pinjam uang atau barang? Tidak ada alasan untukmu mengabulkan permintaannya. Sekalipun jumlahnya tak terlalu besar.

Sebab dapat saja itu baru awalan untuk mengetes seberapa mudah dirimu dimintai sesuatu. Pun jika kamu gampang dimintai pinjaman 1 juta rupiah misalnya, berarti uangmu jauh lebih banyak dari itu. Setiap bentuk sikapmu yang mudah percaya dan terlalu baik hati dapat disalahgunakan olehnya.

5. Memaksakan pertemuan kembali tanpa urgensi

membaca chat
ilustrasi membaca chat (pexels.com/Maksim Goncharenok)

Dia ngotot sekali untuk bertemu lagi denganmu. Sekalipun kalian tinggal berjauhan bahkan beda kota atau negara. Kalau kamu bilang sibuk atau tidak bisa, ia memohon sebentar saja. Atau, dia berkeras akan menyesuaikan dengan jadwalmu asalkan dapat berjumpa kembali sesegera mungkin.

6. Langsung main ke rumah/kos-kosanmu atau justru dirimu dipaksa ikut

pria dan wanita
ilustrasi pria dan wanita (pexels.com/Vinh Lâm)

Kenalan baru sebatas teman mengobrol di suatu kesempatan semestinya tidak tertarik buat main ke rumah atau kos-kosanmu. Ia juga tak akan repot-repot mengajakmu ke rumah atau indekosnya. Orang tanpa tendensi apa pun pastinya memiliki banyak kesibukan dan bukan sekadar mengejarmu sampai rumah atau tempat kos.

Jangan pernah memberikan alamatmu ke kenalan baru dengan gamblang. Hati-hati juga apabila dia membuntutimu. Mending kamu pura-pura pergi ke rumah teman sampai situasi aman. Bila dirimu yang dipaksa ikut ke rumah atau kos-kosannya dengan alasan apa pun, tolak dengan tegas.

7. Minta nebeng padahal masih banyak pilihan alat transportasi

kenalan baru
ilustrasi kenalan baru (pexels.com/kittbui)

Sekarang pilihan alat transportasi sangat beragam. Bahkan beroperasi 24 jam, seperti ojek dan taksi. Hindari memberikan tumpangan pada orang yang belum lama dikenal olehmu. Misalnya, baru hitungan hari, minggu, atau beberapa bbulan.

Pun kalian tidak secara intensif bertemu dalam konteks yang jelas. Kalian bukan teman kuliah atau kerja. Aneh sekali kalau dirimu telah berniat baik memesankan dan membayari ongkos ojek atau taksinya pun, dia berdalih ini itu cuma biar dapat menebeng padamu. Jangan sampai dia berbuat jahat padamu dalam perjalanan.

8. Minta fotomu

memotret
ilustrasi memotret (pexels.com/Huy Nguyễn)

Baik dia minta kiriman foto darimu atau ingin langsung memotretmu mending gak usah diberi. Toh, dirimu bukan model. Dia juga bukan fotografer. Gak usah repot-repot menanyakan alasannya menginginkan fotomu.

Cukup bilang tidak. Orang yang kurang baik dapat menyalahgunakan fotomu buat kepentingan pribadinya. Seperti penipuan, fantasi seks, diedit dengan berbagai tujuan, dan sebagainya.

9. Menceritakan terlalu banyak kesedihan dalam hidupnya

kenalan baru
ilustrasi kenalan baru (pexels.com/Ánh Đặng)

Memang terkadang curhat sama orang asing lebih menyenangkan karena tidak akan dihakimi. Kamu diharapkan hanya menjadi pendengar yang meringankan beban di hatinya. Akan tetapi, bila kesedihan yang diceritakan banyak sekali sampai hidupnya seperti penuh drama berhati-hatilah. Bukan tak mungkin setelah kamu jatuh iba baru dia minta ini itu. Dirimu menjadi lebih sulit menolak.

10. Posesif dan cemburuan

pria dan wanita
ilustrasi pria dan wanita (pexels.com/cottonbro studio)

Ingat ya, kamu bukan siapa-siapanya. Kenalan baru sepertinya tidak punya hak untuk bersikap posesif terhadapmu. Perkara dalam hati dia merasa cemburu ketika kamu bersama orang lain atau sibuk, itu urusan pribadinya. Kalau dia menjadikanmu target dari sikap posesifnya dengan marah-marah tak jelas atau melarangmu ini itu segera menjauh dan tolak dominasinya dengan tegas.

Kamu memang orang baik dan selalu terbuka pada pertemanan baru. Namun, orang lain belum tentu punya niat baik terhadapmu. Tetaplah berhati-hati dan selalu terbuka pada keluarga tentang orang-orang yang baru kamu kenal. Biar mereka bisa bantu melindungimu.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share Article
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Pinka Wima Wima
EditorPinka Wima Wima

Related Articles

See More

Dinamika Kehidupan Setelah Menikah dan Cara Menjalaninya, Happy!

24 Jun 2026, 19:03 WIBLife