Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

Kenapa Anak Perlu Merasa Bosan? Ahli Ungkap 4 Manfaatnya

Kenapa Anak Perlu Merasa Bosan? Ahli Ungkap 4 Manfaatnya
ilustrasi anak bosan (pexels.com/Alexander Dummer)
Share Article

Rasa bosan sering dianggap sebagai hal yang perlu dihindari, terutama pada anak. Banyak di antara para orangtua mungkin merasa gagal dalam mengasuh ketika anaknya merasa bosan. Gak jarang pula orangtua langsung memberikan ponsel atau menyalakan televisi supaya anak terbebas dari rasa bosannya.

Padahal, momen ketika anak gak memiliki kegiatan justru dapat memberi ruang untuknya beristirahat, berpikir, dan mengeksplorasi hal-hal baru sesuai imajinasinya. Bahkan, para ahli sepakat bahwa rasa bosan dapat memberikan sejumlah manfaat bagi tumbuh kembang anak. Mulai dari mendorong kreativitas hingga melatih kemandirian, berikut empat manfaat rasa bosan yang penting untuk diketahui orangtua.

  1. 1. Dapat menjadi wadah kreativitas imajinasi anak

    ilustrasi anak mengeluarkan mainannya (pexels.com/Keira Burton)
    ilustrasi anak mengeluarkan mainannya (pexels.com/Keira Burton)

    Para ahli sepakat bahwa waktu istirahat itu penting bagi anak-anak, begitu pula memberikan waktu 'bosan'. Michael Rich, MD, MPH , Direktur Laboratorium Kesehatan Digital dan asosiasi profesor pediatri di Harvard Medical School, mengutip dari Parents, mengatakan, rasa bosan bisa menjadi berkah untuk anak.

    "Rasa bosan harus dirangkul, bukan dihindari. Rasa bosan adalah wadah kreativitas, imajinasi, dan inovasi," ungkapnya.

    Kebosanan yang mungkin terasa menjengkelkan bisa menjadi wadah untuk anak belajar acara mentolerasi perasaan frustasi tersebut. Jika dibiarkan sendiri terlalu lama, anak-anak akan cenderung introspektif dengan menciptakan makhluk khayalan atau membangun rumah dengan kain dan bantal sofa.

  2. 2. Mengurangi rasa stres

    ilustrasi anak menulis (pexels.com/Andrea Piacquadio)
    ilustrasi anak menulis (pexels.com/Andrea Piacquadio)

    Menurut psikolog anak Yalda T. Uhls, dikutip dari Parents, rasa bosan justru bisa membantu mengurangi stres pada anak yang memiliki jadwal terlalu padat. Waktu tanpa kegiatan dapat menjadi kesempatan bagi anak untuk beristirahat dari berbagai aktivitas yang mereka jalani setiap hari.

    Selain itu, ketika tidak diarahkan untuk melakukan sesuatu, anak memiliki kebebasan memilih kegiatan yang mereka sukai. Kebebasan tersebut membuat mereka lebih tertarik untuk terlibat dan menikmati aktivitas yang dipilih sendiri.

    “Ketika anak-anak memiliki kebebasan untuk memilih apa yang ingin mereka lakukan, mereka jauh lebih mungkin untuk terlibat di dalamnya," kata Uhls.

  3. 3. Melatih kemampuan berpikir kritis

    ilustrasi anak menggunakan setelan kerja (pexels.com/cottonbro studio)
    ilustrasi anak menggunakan setelan kerja (pexels.com/cottonbro studio)

    Sementara itu, Eran Magen, pendiri dan CEO Early Alert dan parentingforhumans.com, mengatakan, rasa bosan juga memberikan kesempatan bagi anak untuk beristirahat dari berbagai aktivitas. Momen ini membantu anak menikmati waktu mereka tanpa selalu bergantung pada orang lain untuk menentukan apa yang harus dilakukan.

    Saat anak diberi kebebasan untuk mengisi waktunya sendiri, imajinasi dan kreativitas pun dapat berkembang. Mereka terdorong untuk berpikir kritis dalam mencari ide, menciptakan permainan, dan mencari cara sendiri agar waktu luang terasa menyenangkan.

    Dr Magen menyebut, saat anak mengatakan bahwa ia bosan, anggaplah itu sebagai kesempatan untuk orangtua memberdayakannya. Orangtua bisa mendorong kemampuan berpikir kritis serta mengasah kreativitasnnya dengan mengajak anak untuk mencari tahusendiri apa yang ingin mereka lakukan.

  4. 4. Melatih kemandirian anak

    ilustrasi anak bermain
    ilustrasi anak bermain (pexels.com/Tatiana Syrikova)

    Membiarkan anak merasa bosan juga bermanfaat untuk membantu anak memahami bahwa mereka gak selalu membutuhkan orang dewasa, camilan, atau layar untuk mengatasi perasaan gak nyaman. Mereka belajar menghadapi kebosanan dan mencari cara sendiri untuk mengatasinya.

    Dr. Becky Kennedy , Psikolog Klinis, mengutip dari Good Inside, mengatakan, pengalaman ini membantu anak mengembangkan kemampuan mengatur emosi. Keterampilan tersebut penting untuk membangun kemandirian dan akan berguna bagi anak dalam menghadapi berbagai situasi hingga mereka tumbuh dewasa.

    Rasa bosan ternyata bukan selalu hal yang perlu dihindari. Dengan memberi anak ruang untuk menikmati waktu luang, orangtua dapat membantu mereka mengembangkan kreativitas, kemandirian, hingga kemampuan mengelola emosi. Jadi, sesekali biarkan anak merasa bosan dan menemukan keseruannya sendiri.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share Article
Editorial Team

Related Articles

See More