Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Kebiasaan Keluarga Membawa Intan Pratiwi Berkarya lewat Tulisan Kuliner
Intan Pratiwi Buchr, Community Writers of The Month September 2026 (dok. Pribadi/Intan Pratiwi Buchr)
  • Intan Pratiwi Buchr meraih Community Writer of the Month September 2026 setelah aktif menulis Food dan Travel di IDN Times Community sejak 2019.
  • Setelah sempat kehilangan semangat menulis, Intan berkembang lewat panduan dan revisi editor, meski pernah menghadapi penolakan serta kritik atas gaya penulisan.
  • Kebiasaan keluarga seputar memasak mengarahkan Intan ke tulisan kuliner; karyanya menghasilkan pembaca tinggi, pendapatan, portofolio, serta peningkatan kemampuan menulis dan memasak.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Bagi pembaca IDN Times, nama Intan Pratiwi Buchr mungkin tidak asing lagi. Intan merupakan salah satu penulis di IDN Times Community yang kerap menghiasi kanal Food dan Travel. Tulisan kuliner milik Intan bahkan sudah langganan masuk ke dalam Top Article setiap minggunya.

Bisa dibilang, kuliner menjadi salah satu topik yang mudah untuk dieksplorasi. Intan pun mengamini hal tersebut. Banyak sisi menarik yang bisa dikupas dari sebuah kuliner, misalnya, sejarah, ulasan makanan, rekomendasi tempat makan, hingga tips untuk membuat sebuah makanan menjadi lebih nikmat.

Berbekal secuil pengetahuan seputar memasak dari keluarga, Intan membuktikan bahwa tulisan artikel kulinernya patut diperhitungkan. Kini, Intan kembali meraih prestasi di IDN Times dengan menyabet gelar Community Writer of the Month edisi September 2026

Perjalanan Intan berkarya di IDN Times Community nyatanya tidak selalu mulus. Ini saatnya kita mengenal lebih dalam perempuan asal Bogor, Jawa Barat, tersebut.

1. Hasrat menulis sempat padam, Intan kembali menemukan harapan lewat IDN Times Community

Intan Pratiwi Buchr, Community Writers of The Month September 2026 (dok. Pribadi/Intan Pratiwi Buchr)

Intan pertama kali bergabung dengan IDN Times Community pada 2019, tepatnya di bulan Februari. Sebelum rajin menulis di platform milik IDN Times tersebut, Intan sebenarnya sudah aktif menulis di platform lain. Namun, ia merasa kemampuan menulisnya stuck karena tidak ada proses editing.

“Aku merasa kemampuan menulisku di situ-situ aja dan jauh dari kata layak baca. Semakin lama jadi kayak gak ada hasrat untuk lanjut menulis,” ungkap perempuan 26 tahun itu.

Beruntungnya, pada sore hari yang cerah di bulan Februari 2019, berbekal iseng scrolling di Google, Intan berjodoh dengan IDN Times Community. Intan pun mengaku bahwa ia langsung membuat akun di hari yang sama, tetapi mengurungkan niat untuk langsung menulis karena ingin membaca panduan terlebih dahulu.

Lewat IDN Times Community, Intan menemukan kembali spark kecintaannya pada menulis. Ia selalu memulai kegiatan menulisnya pada pagi hari untuk mengirim tulisannya. Baginya, menulis di pagi hari itu lagi segar-segarnya.

“Kalau sudah selesai, biasanya aku kerjakan pekerjaanku yang lain sampai malam. Nah, malamnya, aku buka lagi IDN Times Community untuk nulis draft yang bakalan aku submit keesokan harinya.”

2. “Surat cinta” dari editor menjadi cara Intan lebih melek soal kesalahan dalam penulisan

Intan Pratiwi Buchr, Community Writers of The Month September 2026 (dok. Pribadi/Intan Pratiwi Buchr)

Intan mungkin memang bergabung dengan IDN Times Community pada Februari 2019, tetapi tulisan pertamanya tidak terbit di bulan yang sama, lho. Pada Mei 2019, "5 Kue Lebaran Ini Dibikin dengan Digoreng, Rasanya Nikmat" menjadi artikel pertama Intan yang terbit di IDN Times Community.

Senangnya lagi, dalam waktu 1 minggu, ada 2 artikel lain milik Intan yang juga ikut diterbitkan. Semua artikel yang sudah terbit pun ia konversi menjadi rupiah, sehingga membuat Intan semakin semangat untuk menulis dan mengirimkannya ke IDN Times Community.

Diterbitkannya artikel Intan bukan berarti membuatnya aman dari “surat cinta” editor. Intan mengaku bahwa dirinya berkali-kali menerima revisi terkait tulisannya.

“Aku dapat revisi soal cara ambil gambar, gaya menulis, atau bahkan pernah langsung masuk kolom rejected karena tulisanku gak sesuai, tidak menarik, atau kurang informatif. Semua itu berlangsung selama 1-2 bulan,” ujar Intan.

Merasa down karena mendapatkan revisi dari editor adalah hal yang wajar, Intan pun merasa demikian. Namun, Intan memilih untuk terus mengevaluasi tulisan-tulisannya. Ia akan terus kembali menulis karena masih ingin memperbaiki kesalahan dalam penulisannya.

“Catatan dari mereka (editor) bikin aku termotivasi untuk terus belajar bikin tulisan yang layak dibaca dan menarik.”

3. Kebiasaan keluarga membuat Intan mantap berkarya lewat artikel kuliner

Intan Pratiwi Buchr, Community Writers of The Month September 2026 (dok. Pribadi/Intan Pratiwi Buchr)

IDN Times memiliki banyak kanal yang bisa dieksplorasi oleh penulisnya. Intan pun pada akhirnya menjatuhkan pilihannya pada kanal Food dan Travel. Namun, intensitas Intan dalam menulis lebih banyak di Food.

Intan sempat membagikan kisah uniknya dalam memilih menulis artikel kuliner. Selain karena mudah dieksplorasi, perempuan yang sempat berkuliah di Jakarta ini tumbuh besar dengan kebiasaan keluarga yang berkutat pada makanan. Misalnya, Intan kerap melihat sang ayah membantu nenek membuat kue Lebaran setiap libur bekerja.

“Selain itu, ibuku juga sering membantu memasak makanan berskala besar bareng tanteku. Nah, itu yang bikin masa kecilku banyak dipenuhi dengan informasi seputar kuliner,” kata Intan saat diwawancarai secara online oleh IDN Times.

Intan juga mengangkat kuliner di daerahnya. Di awal penulisannya, Intan mengaku kalau beberapa makanan populer di tempatnya belum punya informasi selengkap sekarang. Ketika diterbitkan, Intan merasa puas dan merasa menulis kuliner adalah passion-nya.’

Pada akhirnya, menulis kuliner memang seperti ditakdirkan untuk Intan. Pasalnya, banyak artikel kulinernya yang mendulang banyak pembaca. Beberapa di antaranya adalah sebagai berikut.

  • Resep Salmon Wellington, Suguhan Pastry Asin untuk Berbagai Acara; 71.162 views

  • Resep Tteokkochi, Sate Kue Beras ala Korea yang Chewy; 77.786 views

  • Resep Chili Crisp, Variasi Chili Oil yang Lebih Renyah dan Garing; 87.178 views

  • 5 Tips Bikin Custard Isian Bakpao yang Lembut dan Padat; 91.867 views

  • 5 Tips Membuat Puding Lapis agar Hasilnya Memuaskan; 123.826 views

4. “Writer’s block sering bikin tulisanku gak selesai, aku pilih tutup laptop!”

Intan Pratiwi Buchr, Community Writers of The Month September 2026 (dok. Pribadi/Intan Pratiwi Buchr)

Sepanjang 7 tahun berkarya di IDN Times Community, perjalanan penulisan Intan gak selalu mulus. Intan mengaku bahwa dirinya sempat menghadapi tantangan terbesarnya saat mengeksplorasi tulisan soal makanan. Baginya, penggunaan pola kalimat berulang terkadang membuat tulisannya terasa monoton. 

“Beberapa kali aku sempat kena tegur editor soal kalimat berulang ini. Terlebih lagi, deskripsi yang bisa dipakai lumayan terbatas. Sampai sekarang, aku masih sering pusing memikirkan kalimat alternatif agar tidak diulang-ulang,” aku perempuan yang suka nonton pertandingan badminton tersebut.

Selain tantangan teknis dalam penulisan, tantangan lain yang dirasakan oleh Intan adalah writer’s block atau kebuntuan dalam menulis. Kebuntuan itu sering membuat tulisan Intan menggantung atau bahkan tidak selesai. Alhasil, ia memilih untuk rehat sejenak.

“Aku memilih menutup laptop dan melakukan screen time break. Aku bakal jalan-jalan atau memasak,” katanya.

Intan akan melakukan beberapa aktivitas yang membuatnya merasa rileks dan siap kembali menyentuh laptop untuk menulis. Beberapa di antaranya adalah jalan santai di kebun teh sambil makan soto atau fokus memasak tanpa memikirkan akan dibuat menjadi tulisan. Seru juga, ya!

5. Menulis membuat Intan mendapat pengetahuan baru yang dapat diimplementasikan dalam kehidupannya

Intan Pratiwi Buchr, Community Writers of The Month September 2026 (dok. Pribadi/Intan Pratiwi Buchr)

Bergabung menjadi bagian dari IDN Times Community ternyata membawa dampak baik bagi kehidupan Intan. Selain sudah pasti membantu dari sisi kebutuhan finansial, Intan mengaku dapat menyalurkan hobi menulisnya dengan tepat. Ia juga memiliki portofolio menulis yang berguna untuk kebutuhan pekerjaan.

Hingga kini, Intan mengaku sudah mengumpulkan puluhan juta dari hasilnya menulis di IDN Times Community. Meski lupa nominal tepatnya, Intan masih ingat kalau pendapatan pertamanya dari menulis di sini ia gunakan untuk “penyelamatan akhir bulan”, seperti top-up saldo KRL.

Namun, manfaat paling signifikan yang Intan rasakan adalah berkembangnya kemampuan menulisnya. “Aku dapat banyak pengetahuan baru dari berbagai referensi yang dijadikan acuan untuk kerangka tulisanku,” cerita perempuan yang lulus kuliah pada 2023 lalu itu.

Uniknya lagi, Intan mengaku bahwa tulisan-tulisannya tentang memasak, seperti tips masak, terkadang ia praktikkan sendiri di rumah dan hasilnya cukup memuaskan. “Percaya atau enggak, kapabilitasku dalam baking dan memasak juga ikut improve gara-gara keseringan nulis Food.”

6. Writing should be fun!

Intan Pratiwi Buchr, Community Writers of The Month September 2026 (dok. Pribadi/Intan Pratiwi Buchr)

Menulis seharusnya tidak menjadi hal yang membebani. Intan pun memberikan pesan manisnya untuk Community Writer lainnya agar terus menulis. Meski artikel sedang pending, jangan ragu untuk terus mengirimkan tulisan, karena kesempatan untuk dilirik oleh editor selalu ada.

Intan juga menegaskan bahwa menulis harus menyenangkan. “Writing should be fun, kerjakan dengan sungguh-sungguh dan sepenuh hati,” kata Intan.

Dari Intan, kita bisa belajar bahwa pantang menyerah adalah salah satu kunci kesuksesan dalam hidup, tidak cuma menulis. Intan memilih untuk meraih kembali spark menulisnya, alih-alih membiarkannya padam pada 2019 lalu. Selamat Intan, kamu memang layak menjadi Community Writer of the Month!

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Curated For You

Editorial Team

Related Article