6 Dampak Negatif Jika Upin dan Ipin Punya Gadget Sendiri

Artikel membayangkan gadget pribadi membuat Upin dan Ipin lebih fokus pada layar, sehingga tanggung jawab mandiri dan kebiasaan membantu Opah serta Kak Ros berpotensi berkurang.
Penggunaan tanpa batas dapat mengacaukan jadwal istirahat dan aktivitas; episode “Ngantuknya” menunjukkan mereka begadang bermain tablet hingga mengantuk serta bermasalah di sekolah.
Gadget dikhawatirkan menurunkan semangat belajar dan prestasi, sekaligus mengurangi permainan luar ruang bersama teman yang selama ini menjadi bagian keseharian si kembar.
Dalam serial animasinya, Upin dan Ipin digambarkan hidup sederhana di Kampung Durian Runtuh tanpa gadget. Bukannya tidak mengenal teknologi sama sekali, pada beberapa scene mereka masih diperlihatkan menggunakan tablet, misalnya saat pembelajaran di sekolah atau meminjam milik Kak Ros.
Namun, di tengah era digital seperti sekarang, di mana hampir semua anak memiliki gadget sendiri, kita tidak melihat hal itu dalam kehidupan Upin dan Ipin. Perbedaan ini bisa dilihat langsung pada Ehsan yang punya ponsel sendiri, sementara Upin dan Ipin tidak.
Dari sini, pernahkah kamu membayangkan bagaimana jadinya jika si kembar mempunyai gadget seperti kebanyakan anak di luar sana? Nah, seandainya terjadi, maka enam dampak buruk berikut ini mungkin juga akan terjadi.
Table of Content
1. Upin dan Ipin akan melupakan tanggung jawab mereka sendiri

Upin dan Ipin terbiasa melakukan sebagian besar keperluan mereka sendiri (dok. Les' Copaque Production/Upin & Ipin) Ketika menonton Upin & Ipin, kita biasa disuguhkan dengan pemandangan di mana si kembar yang terbiasa mengerjakan sebagian besar keperluan mereka sendiri. Mulai dari mandi, menyiapkan peralatan sekolah, mengerjakan PR, atau merapikan tempat tidur sendiri. Bahkan, ada momen di mana Upin dan Ipin membuat sarapan sendiri, lho!
Jika Upin dan Ipin mempunyai gadget sendiri, mereka pasti akan lebih banyak menghabiskan waktu di depan layar. Si kembar mungkin akan betah bermain game atau scroll media sosial. Jika sudah demikian, perlahan rasa tanggung jawab dan kesadaran mereka akan keperluan sendiri menjadi luntur.
2. Waktu beraktivitas dan beristirahat mereka menjadi berantakan

Upin dan Ipin lupa waktu karena asyik bermain tablet (dok. Les' Copaque Production/Upin & Ipin) Penggunaan gadget mungkin masih bisa dibatasi ketika Upin dan Ipin meminjam milik Kak Ros. Namun, akan berbeda jika mereka mempunyai gadget sendiri. Mereka bisa leluasa menggunakannya tanpa batas waktu yang jelas jika tanpa pengawasan, terutama saat di dalam kamar.
Jika kamu pernah menonton episode "Ngantuknya", episode tersebut menggambarkan akibat dari lupa waktu karena gadget. Di episode itu, Upin dan Ipin harus menahan kantuk di kelas setelah begadang semalaman untuk menyelesaikan game di tablet Kak Ros. Waktu yang seharusnya dipakai untuk beristirahat justru mereka pakai untuk bermain. Perbuatan Upin dan Ipin ini bisa membuat waktu beraktivitas dan beristirahat menjadi berantakan.
3. Upin dan Ipin akan jarang membantu Opah dan Kak Ros

Upin dan Ipin sering membantu Kak Ros dan Opah mengerjakan pekerjaan rumah (dok. Les' Copaque Production/Upin & Ipin) Selama ini kita sering melihat Upin dan Ipin membantu Opah dan Kak Ros melakukan pekerjaan rumah tangga. Mereka sering diminta untuk membeli bahan-bahan masak, membereskan rumah, atau bahkan membantu membuat kue dengan kemauan sendiri. Meski terkadang mengeluh, Upin dan Ipin hampir tak pernah menolak ketika diperintah oleh Kak Ros dan Opah.
Namun, jika Upin dan Ipin mempunyai gadget, maka kebiasaan baik itu mungkin akan hilang. Gadget bisa membuat mereka kurang peduli dengan pekerjaan rumah dan menghiraukan perintah Kak Ros maupun Opah. Setelah adanya gadget, mereka mungkin akan lebih memilih tiduran sambil bermain game daripada membantu Opah dan Kak Ros mengerjakan pekerjaan rumah seperti biasanya.
4. Beban Kak Ros dan Opah otomatis bertambah

beban Kak Ros dan Opah akan bertambah jika Upin dan Ipin lupa tanggung jawab mereka (dok. Les' Copaque Production/Upin & Ipin) Selama ini Opah dan Kak Ros sudah bekerja keras mengurus pekerjaan rumah dan mencari penghasilan. Untungnya, Upin dan Ipin termasuk anak yang mandiri untuk anak seusia mereka. Si kembar yang mampu mengurus sebagian besar keperluan mereka sendiri membuat Opah dan Kak Ros tidak terlalu terbebani.
Hal ini mungkin akan berubah jika Upin dan Ipin mempunyai gadget sendiri. Ketika sudah melupakan tanggung jawab mereka sendiri, otomatis beban Kak Ros dan Opah bertambah. Memaksa mereka bekerja dua kali karena harus mengerjakan tugas yang sebelumnya menjadi tanggung jawab Upin dan Ipin. Terlebih, jika si kembar sudah jarang membantu, maka beban Kak Ros dan Opah juga menjadi semakin banyak.
5. Prestasi Upin dan Ipin di sekolah menurun

Upin dan Ipin dimarahi Cikgu Melati karena lupa membawa buku (dok. Les' Copaque Production/Upin & Ipin) Di lingkungan sekolah, Upin dan Ipin termasuk anak yang cukup menonjol. Meski mungkin tak sepintar Mei Mei, kepintaran mereka terbilang lebih dibanding teman-temannya yang lain. Selain aktif menjawab pertanyaan guru, mereka juga terbiasa mengerjakan pekerjaan rumah tepat waktu. Upin dan Ipin juga tergolong anak yang semangat sekolah, meski terkadang masih diselingi rasa malas seperti anak-anak pada umumnya.
Pada episode "Ngantuknya", diperlihatkan bagaimana kehidupan sekolah Upin dan Ipin yang menjadi berantakan setelah asyik bermain tablet milik Kak Ros. Mereka mengerjakan PR matematika dengan asal-asalan hanya karena ingin segera bermain game. Sementara keesokan harinya mereka berakhir dihukum oleh Cikgu Melati karena lupa membawa buku.
Dari sini, kita bisa melihat bahwa gadget bisa membuat prestasi Upin dan Ipin menurun. Ketika sudah asyik dengan game, Upin dan Ipin akan menjadi malas belajar. Perlahan, PR dari Cikgu Melati pasti terlupakan, buku-buku tidak dibuka, dan akhirnya nilai mereka turun.
6. Upin dan Ipin menjadi jarang bermain di luar ruangan bersama teman-teman

Upin dan Ipin biasa bermain di luar ruangan bersama teman-teman (dok. Les' Copaque Production/Upin & Ipin) Salah satu dampak buruk yang paling terlihat jika Upin dan Ipin punya gadget adalah hilangnya kebiasaan bermain di luar. Selama ini Upin dan Ipin dikenal sebagai anak yang sangat aktif. Sepulang sekolah, mereka biasanya berkumpul bersama teman-teman untuk bermain. Entah itu bermain bola, kelereng, kejar-kejaran, atau bersepeda.
Nah, identitas Upin dan Ipin sebagai anak yang aktif dan ceria ini bisa saja memudar jika mereka memiliki gadget. Gadget bisa mengubah kebiasaan Upin dan Ipin tersebut menjadi enggan bermain di luar. Mereka akan lebih memilih berdiam diri di dalam rumah sambil menatap layar ponsel untuk bermain game atau menonton video daripada bermain bersama teman-teman. Hal ini juga bisa membuat persahabatan mereka dengan teman-teman perlahan renggang.
Pada akhirnya, keputusan untuk tidak memberikan gadget pribadi kepada Upin dan Ipin sepertinya adalah keputusan terbaik yang dibuat oleh Opah dan Kak Ros. Dengan begitu, mereka tidak terpaku pada layar dan tidak melupakan tanggung jawab mereka. Sebenarnya, tidak ada yang salah dengan memberikan mereka gadget. Hanya saja, Kak Ros harus lebih tegas lagi dalam membatasi penggunaan gadget pada kedua adiknya. Bagaimana menurutmu?





















