Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
5 Kebiasaan Dekorasi Rumah yang Mendukung Gaya Hidup Sustainability
ilustrasi memperbaiki kursi yang rusak (Magnific.com/freepik)

Menerapkan gaya hidup sustainability tidak selalu harus dimulai dari perubahan besar. Kebiasaan sederhana saat mendekorasi rumah juga dapat memberikan dampak positif bagi lingkungan jika dilakukan secara konsisten. Selain membantu mengurangi limbah, cara ini juga membuat hunian terasa lebih fungsional dan memiliki nilai estetika yang lebih personal.

Saat ini, konsep dekorasi rumah berkelanjutan semakin diminati karena mampu menggabungkan keindahan dengan kepedulian terhadap lingkungan. Kamu tidak perlu mengeluarkan biaya besar untuk menerapkannya, sebab sebagian besar kebiasaan ini justru mengajak kita memanfaatkan apa yang sudah dimiliki. Nah, berikut lima kebiasaan dekorasi rumah yang dapat mendukung gaya hidup sustainability. Keep scrolling!

1. Memanfaatkan barang lama menjadi dekorasi baru

ilustrasi merawat dekorasi rumah (magnific.com/freepik)

Sebelum membeli dekorasi baru, cobalah melihat kembali barang-barang yang sudah ada di rumah. Vas bunga lama, bingkai foto, koper vintage, hingga botol kaca bekas dapat diubah menjadi dekorasi yang menarik dengan sedikit sentuhan kreativitas. Kebiasaan ini membantu mengurangi limbah sekaligus memberikan karakter unik pada ruangan.

Selain lebih ramah lingkungan, memanfaatkan barang lama juga dapat menghemat pengeluaran. Setiap dekorasi hasil kreasi sendiri biasanya memiliki nilai sentimental yang tidak bisa ditemukan pada produk baru. Dengan begitu, rumah terasa lebih hangat karena dipenuhi benda-benda yang memiliki cerita.

2. Mengutamakan tanaman hias sebagai elemen dekorasi

dekorasi sustainable (magnific.com/atlascompany)

Tanaman hias merupakan salah satu dekorasi yang tidak pernah kehilangan pesonanya. Selain mempercantik ruangan, tanaman juga membantu menciptakan suasana yang lebih segar dan nyaman di dalam rumah. Beberapa jenis tanaman bahkan dikenal mampu membantu meningkatkan kualitas udara di dalam ruangan.

Menggunakan tanaman sebagai dekorasi juga dapat mengurangi kebutuhan akan aksesori berbahan plastik atau dekorasi sekali pakai. Pilih tanaman yang sesuai dengan kondisi pencahayaan di rumah agar mudah dirawat dan dapat bertahan dalam waktu lama. Semakin sehat tanaman tersebut, semakin indah pula tampilan ruangan secara alami.

3. Membeli dekorasi hanya saat benar-benar dibutuhkan

dekorasi rumah yang sustainable (magnific.com/wirestock)

Salah satu kebiasaan yang sering dilakukan tanpa disadari adalah membeli dekorasi hanya karena sedang tren. Padahal, tidak semua barang yang menarik perhatian benar-benar dibutuhkan untuk melengkapi isi rumah. Membeli secara impulsif justru berpotensi membuat rumah terasa penuh dan menghasilkan lebih banyak limbah di kemudian hari.

Sebelum membeli dekorasi baru, cobalah mempertimbangkan fungsi, kualitas, dan apakah barang tersebut benar-benar akan digunakan dalam jangka panjang. Kebiasaan ini akan membantu kamu lebih bijak dalam berbelanja sekaligus mengurangi konsumsi yang berlebihan. Hasilnya, rumah tetap terlihat rapi tanpa dipenuhi barang yang akhirnya hanya menjadi pajangan.

4. Memilih dekorasi dari material alami

ilustrasi keranjang anyaman (magnific.com/freepik)

Material alami seperti rotan, bambu, kayu, linen, atau katun menjadi pilihan yang lebih ramah lingkungan dibandingkan material sintetis. Selain memiliki tampilan yang hangat dan elegan, material tersebut umumnya lebih mudah terurai serta memiliki umur pakai yang panjang. Tidak heran jika dekorasi berbahan alami semakin populer dalam berbagai konsep interior modern.

Dekorasi dari material alami juga mudah dipadukan dengan berbagai gaya rumah, mulai dari minimalis hingga Japandi. Warna-warnanya yang netral membuat ruangan terasa lebih tenang dan nyaman untuk ditempati. Dengan memilih material yang tepat, kamu dapat menciptakan hunian yang indah tanpa mengabaikan kelestarian lingkungan.

5. Merawat dan memperbaiki dekorasi sebelum menggantinya

ilustrasi memperbaiki kursi yang rusak (Magnific.com/freepik)

Ketika dekorasi mulai terlihat kusam atau mengalami kerusakan ringan, banyak orang langsung memilih membeli yang baru. Padahal, sebagian besar barang tersebut masih dapat diperbaiki atau diperbarui tampilannya agar kembali terlihat menarik. Kebiasaan sederhana ini dapat memperpanjang usia pakai sebuah produk sekaligus mengurangi limbah rumah tangga.

Misalnya, kamu bisa mengecat ulang pot tanaman, memperbaiki bingkai foto yang rusak, atau mengganti sarung bantal sofa agar tampilannya terasa lebih segar. Cara ini jauh lebih hemat dibandingkan membeli dekorasi baru setiap kali ingin mengubah suasana rumah. Selain itu, kamu juga ikut mendukung prinsip sustainability dengan memaksimalkan penggunaan barang yang sudah dimiliki.

Membangun rumah yang lebih ramah lingkungan dimulai dari kebiasaan-kebiasaan kecil yang dilakukan setiap hari. Dengan menerapkan kebiasaan di atas, kamu bisa memiliki rumah tempat tinggal yang tetap estetik, nyaman, sekaligus mencerminkan gaya hidup yang lebih berkelanjutan. Ubah kebiasaanmu jadi seperti lima hal di atas, yuk!

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Editorial Team

EditorAtqo Sy

Related Article