Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Doomscrolling Demo Bisa Bikin Mental Lelah, Ini Cara Membatasi Diri
ilustrasi doomscrolling (freepik.com/freepik)

Informasi seputar demonstrasi menjadi topik yang hangat diperbincangkan sepanjang hari. Beragam berita, opini pribadi, hingga komentar dari berbagai pihak terus bermunculan di media sosial, membuat kamu sebagai pengguna tentu ingin selalu mendapatkan informasi terbaru. Keinginan untuk terus mengikuti perkembangan situasi ini pun dapat mendorong seseorang melakukan doomscrolling, yakni kebiasaan menggulir dan mengonsumsi konten negatif secara terus-menerus.

Padahal, konsumsi informasi secara berlebihan dapat menimbulkan berbagai dampak, mulai dari kelelahan fisik hingga mental. Jika tidak dilakukan secara selektif, paparan berita yang intens juga dapat memicu stres, kecemasan, hingga rasa khawatir yang berlebihan. Lantas, bagaimana cara membatasi diri di tengah situasi yang penuh informasi seperti saat ini?

1. Mengubah konten yang dinikmati

ilustrasi doomscrolling (freepik.com/freepik)

Kebiasaan doomscrolling bisa membuat diri kamu merasa kelelahan. Awalnya kamu mungkin hanya ingin mencari informasi selama lima menit, namun tanpa disadari waktu berlalu begitu cepat dan kini kamu telah menghabiskan waktu selama 2 jam. Terlebih jika ada isu hangat yang tengah terjadi, tenggelam dalam berbagai informasi media terasa menyenangkan.

Kebiasaan scrolling di media sosial secara terus menerus sebaiknya dihentikan dengan mengubah apa yang kamu konsumsi, menurut Sherry Benton, Ph.D, direktur pusat konseling di Universitas Florida dalam Psychology Today. Sherry memberi saran untuk menghentikan domscrolling dan membatasi diri dari banjir informasi dapat dilakukan dengan mengganti konten yang disaksikan. Sebab, menurutnya, semakin dramatis suatu berita, maka kamu akan semakin larut di dalamnya. Jadi ubahlah banjir informasi terkait informasi yang kompleks dengan video lucu atau konten seputar hobi.

2. Menetapkan batasan yang tegas

ilustrasi doomscrolling (pexels.com/Anna Tarazevich)

Doomscrolling dapat membuat seseorang mengalami kelelahan secara mental. Menurut psikolog Susan Albers, melakukan scrolling di media sosial secara berlebihan rentan akan emosi negatif dan bisa berdampak pada kesehatan fisik maupun mental.

Untuk itu, Susan menyarankan agar pengguna media sosial menjauhkan ponsel dari jangkauan dan membatasi waktu interaksi secara online. Menurutnya, tak masalah untuk membaca beberapa berita demi mendapat informasi, tetapi perlu juga untuk menetapkan batasan.

"Ketika mulai doomscrolling, ini berarti menetapkan beberapa parameter untuk kapan, di mana dan berapa lama Anda membaca berita," saran Susan.

3. Tanyakan pada diri sendiri, apakah perlu untuk scrolling?

ilustrasi doomscrolling saat sedang capek (pexels.com/mikoto.raw Photographer)

Menurut Susan, seseorang yang sedang mengalami depresi cenderung mencari informasi yang dapat mengonfirmasi atau menegaskan perasaan negatif yang tengah dirasakan. Pola pikir serupa juga dapat terlihat dalam perilaku doomscrolling. Ketika seseorang merasa negatif, terus-menerus membaca konten bernuansa negatif justru dapat semakin menguatkan dan mengonfirmasi perasaan tersebut.

Oleh karenanya, tanyakan mengapa kamu perlu memeriksa handphone secara terus-menerus. Susan mendorong agar individu lebih sadar dengan kebiasaan doomscrolling di medial sosial. Ketika kamu mulai mengambil handphone, tanyakan pada diri sendiri, apakah hal ini sangat penting sehingga kamu perlu untuk larut dan tenggelam di media sosial.

"Kendalikan apa yang terjadi saat ini," saran Susan.

Curated For You

Editorial Team

Related Article