Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

Tips Hidup dari Upin Ipin untuk Gen Z yang Lagi Kehilangan Spark

Tips Hidup dari Upin Ipin untuk Gen Z yang Lagi Kehilangan Spark
orangtua Upin dan Ipin lulus kuliah (youtube.com/Les' Copaque Production)
Share Article

Ada kalanya hidup terasa kehilangan gairah. Hal semacam ini, biasanya disebut kondisi kehilangan spark of life, ketika seseorang kehilangan antusias, rasa bahagia, atau dorongan untuk menikmati hal-hal yang sebelumnya terasa menyenangkan. Hal ini pun bisa dialami siapa saja, termasuk Gen Z.

Kalau kamu mengikuti kisah Upin dan Ipin, mungkin kamu menyadari bahwa dua bocah kembar ini juga sesekali menghadapi situasi yang membuat semangat mereka meredup. Meski begitu, mereka selalu punya cara sederhana untuk menemukan kembali keceriaan dan antusiasmenya. Lantas, bagaimana cara Upin dan Ipin untuk menciptakan kembali 'spark' dalam hidup yang bisa dicoba Gen Z?

  1. 1. Berhenti menjalani mimpi orang lain

    Upin dan Ipin membawa foto keluarga (youtube.com/Les' Copaque Production)
    Upin dan Ipin membawa foto keluarga (youtube.com/Les' Copaque Production)

    Kehilangan semangat hidup pada dasarnya merupakan hal yang normal, ada fase ketidakpastian yang mungkin saja dialami oleh manusia sehingga mendatangkan rasa ragu. Menurut Psikolog Mark Travers Ph.D dalam Psychology Today, seseorang dapat kehilangan arah dalam hidup juga menjalani hidup berdasarkan tujuan atau standar yang dibentuk oleh orang lain. Sebaliknya, jika menjalani hidup dengan tujuan personal yang dibentuk oleh eksplorasi diri, maka pencapaian itu akan berjalan lebih selaras dalam jangka panjang.

    Upin dan Ipin mungkin memiliki banyak mimpi dalam hidupnya, misal menjadi angkasawan. Dorongan untuk belajar dan mencapai mimpi tersebut akan terkesan lebih tulus jika tujuan tersebut memang benar-benar dibentuk oleh diri mereka sendiri.

    Dalam sebuah jurnal kepribadian dan psikologi sosial, ditemukan bahwa individu yang mengadopsi impian atau harapan orang lain tanpa melakukan refleksi diri, lalu menetapkan tujuan yang terlalu ambisius akan menunjukkan pemikiran yang kaku dan berjuang di bawah tekanan. Oleh karenanya, penting untuk melakukan eksplorasi nilai dan keinginan pribadi, sebagaimana yang dilakukan Upin dan Ipin yang gemar mencari tahu niiai dirinya.

  2. 2. Lebih banyak dengarkan diri sendiri

    Upin dan Ipin bersama mak dan abah (youtube.com/Les' Copaque Production)
    Upin dan Ipin bersama mak dan abah (youtube.com/Les' Copaque Production)

    Kehilangan spark dapat bersumber dari perasaan tak cukup memahami diri sendiri. Mungkin saja kamu kehilangan waktu dan kesempatan untuk lebih mengenal pribadimu, biasanya terjadi karena banyaknya tuntutan sosial dan kesibukan. Sebuah penelitian yang dijelaskan dalam Psychology Today menyebutkan, ketika otak terlalu aktif dengan rutinitas yang konstan, maka sulit untuk mendengar apa yang dipikirkan atau dirasakan.

    Untuk itu, cobalah agar hidup lebih perlahan dan lakukan momen refleksi secara lebih sadar. Sama halnya dengan Upin dan Ipin yang selalu berusaha hidup slow living, merefleksikan diri secara lebih mendalam setelah melakukan suatu tindakan, manusia juga memerlukan jeda untuk mencerna apa yang tengah terjadi pada kehidupannya.

  3. 3. Pahami kembali nilai diri kamu

    Upin dan Ipin berjualan (youtube.com/Les' Copaque Production)
    Upin dan Ipin berjualan (youtube.com/Les' Copaque Production)

    Antusias dalam hidup yang kian meredup, kemungkinan terjadi karena kamu tak lagi memahami value diri serta kehilangan tujuan hidup. Sayangnya, keyakinan diri atau rasa percaya kepada diri sendiri adalah kunci untuk menvigasi kehidupan, tanpanya kamu mungkin kehilangan kejelasan untuk tumbuh. Kehilangan spark dapat berarti kamu tersesat dalam tempat yang tidak membuatmu nyaman atau bahagia.

    "Memiliki rasa tujuan sangat penting untuk kesejahteraan dan kesehatan mental secara keseluruhan. Itu memberi kita arah, motivasi, dan makna dalam hidup," ujar Kristin Wilson Chief Experience Officer di Newport Healthcare dalam VeryWell Mind.

    Lantas bagaimana caranya untuk menemukan kembali diri sendiri? Berlatih untuk melakukan refleksi diri dengan memahami berbagai elemen dasar yang terjadi pada dirimu, bahkan dimulai dari pola pengasuhan, pengalaman hidup, hingga harga diri yang selama ini dipegang. Kristin juga memberi saran untuk mengeksplorasi lebih banyak minat untuk mengetahui hal apa saja yang menggairahkan dan memotivasi. Langkah ini tentunya sangat selaras dengan kebiasaan Upin dan Ipin yang gemar menjelajah minat diri demi menemukan kebahagiaan dan tujuan-tujuan kecil dalam kehidupan mereka.

    Kehidupan Upin dan Ipin memang fiksi dan hanya terjadi di layar kaca, namun kisah mereka dapat memberi inspirasi hingga pelajaran hidup yang berharga. Kamu bisa belajar banyak dari anak kembar itu.

Share Article
Editorial Team

Related Articles

See More