“Jika kamu sedang mengalami episode depresi atau sekadar merasa kewalahan, beri tahu teman-temanmu agar mereka tidak salah mengartikan ketidakhadiranmu sebagai sesuatu yang lain atau membuat asumsi sendiri mengenai alasan kamu menjauh atau tidak berkomunikasi,” ujar Danielle Bayard Jackson, friendship coach dan pembawa acara podcast Friend Forward, dikutip dari HuffPost.
Cara Menjaga Pertemanan saat Kamu Sedang Cemas atau Depresi

- Saat cemas atau depresi, beri tahu teman tepercaya bahwa komunikasi dan sosialisasi mungkin terasa sulit agar mereka tidak salah memahami sikap menjauhmu.
- Sampaikan bentuk dukungan yang dibutuhkan dan pilih komunikasi ringan, seperti pesan singkat, panggilan, atau aktivitas sederhana, sesuai energi tanpa memaksakan diri.
- Tetapkan batasan, utamakan teman suportif, dan pertimbangkan bantuan profesional bila kecemasan atau depresi mengganggu aktivitas serta hubungan.
Menjaga pertemanan saat sedang mengalami kecemasan atau depresi memang tidak selalu mudah. Kondisi tersebut bisa membuatmu kehilangan energi, menarik diri, bahkan merasa tidak sanggup sekadar membalas pesan dari teman.
Padahal, tetap terhubung dengan orang-orang yang dipercaya bisa menjadi salah satu bentuk dukungan ketika sedang menghadapi masa sulit. Kamu tidak harus selalu aktif bersosialisasi, tetapi bisa menyesuaikan cara berkomunikasi dan bertemu dengan teman sesuai kondisi diri. Berikut ini cara menjaga pertemanan dikala kamu sedang depresi.
1. Jujur kepada teman tentang kondisi yang sedang kamu alami

ilustrasi perempuan sedang menghadapi stress (pexels.com/mart-production) Ketika sedang cemas atau depresi, kamu mungkin memilih menjauh karena tidak ingin merepotkan orang lain atau takut dinilai. Namun, teman yang tidak mengetahui kondisimu bisa salah mengartikan sikap tersebut sebagai tanda bahwa kamu tidak lagi peduli. Karena itu, beri tahu teman yang dipercaya ketika kondisi mentalmu membuatmu sulit berkomunikasi atau bersosialisasi.
Kamu tidak perlu menceritakan semuanya jika belum nyaman untuk terbuka. Cukup jelaskan bahwa kamu sedang melalui masa sulit dan mungkin membutuhkan waktu lebih lama untuk membalas pesan atau bertemu. Dengan begitu, temanmu dapat memahami kondisimu tanpa membuat asumsi sendiri.
2. Sampaikan kebutuhan dan pilih cara komunikasi yang nyaman

ilustrasi teman (freepik.com/freepik) Setiap orang memiliki kebutuhan berbeda ketika sedang menghadapi kecemasan atau depresi. Ada kalanya kamu membutuhkan teman untuk mendengarkan, tetapi pada kesempatan lain mungkin justru ingin diberi ruang untuk beristirahat. Karena itu, jangan ragu menyampaikan secara langsung bentuk dukungan yang paling membantu untukmu.
Cara berkomunikasi juga tidak harus selalu melalui pertemuan langsung atau pesan panjang. Jika membalas chat terasa melelahkan, kamu bisa memilih panggilan telepon, pesan suara, atau sekadar mengirim pesan singkat untuk memberi tahu keadaanmu. Menemukan metode komunikasi yang terasa lebih mudah dapat membantu seseorang tetap terhubung tanpa membuat interaksi terasa semakin membebani.
“Salah satu cara penting untuk mempertahankan pertemanan di tengah masa sulit adalah berkomunikasi secara proaktif dan menyampaikan kebutuhanmu,” ujar Vaneeta Sandhu, psikolog klinis dan kepala emotional fitness di Coa, dikutip dari HuffPost.
3. Sesuaikan intensitas pertemanan dengan kondisimu

ilustrasi dua perempuan berbincang (pexels.com/divinetechygirl) Bersosialisasi tidak selalu berarti menghadiri acara besar atau bertemu teman dalam waktu lama. Saat energi sedang rendah, aktivitas seperti mandi, berpakaian, bepergian, hingga berada di tengah banyak orang bisa terasa lebih melelahkan. Karena itu, pilih aktivitas sederhana yang tetap membuatmu terhubung dengan teman.
Kamu bisa mengajak teman makan di rumah, berjalan sebentar, atau melakukan panggilan telepon jika belum sanggup bertemu langsung. Interaksi kecil tetap dapat menjaga hubungan tanpa membuatmu terlalu terkuras. Namun, beri dirimu ruang untuk menyendiri jika memang membutuhkannya untuk memulihkan energi.
4. Jangan terlalu menyalahkan diri ketika sulit berkomunikasi

ilustrasi perempuan sedang bersedih (pexels.com/karolina-grabowska) Ada kalanya kamu tidak sanggup membalas pesan, mengangkat telepon, atau bertemu dengan siapa pun. Hal ini bisa membuatmu merasa bersalah karena takut dianggap mengabaikan teman atau menjadi teman yang buruk. Padahal, menarik diri sementara saat menghadapi masa sulit bukan berarti kamu tidak menghargai pertemanan.
Ketika sudah siap, cobalah kembali menghubungi teman dan jelaskan bahwa sebelumnya kamu sedang melalui masa berat. Tidak perlu memberikan penjelasan panjang jika belum nyaman, karena pesan sederhana untuk memberi kabar sudah bisa menjadi langkah awal. Jika teman tidak langsung merespons, jangan buru-buru menganggap mereka marah atau tidak lagi peduli.
5. Tetapkan batasan dan pertahankan teman yang suportif

ilustrasi tiga perempuan berteman (pexels.com/yaroslav-shuraev) Menjaga pertemanan bukan berarti harus selalu menerima setiap ajakan atau memaksakan diri terlihat baik-baik saja. Jika suatu kegiatan, tempat, atau topik membuatmu semakin kewalahan, kamu berhak mengatakan tidak dan menyampaikan batasan kepada teman. Batasan yang sehat dapat membantu menjaga kondisi mental sekaligus membuat hubungan terasa lebih nyaman.
Selain itu, perhatikan kualitas pertemanan, bukan sekadar jumlah teman yang dimiliki. Teman yang suportif seharusnya menjadi tempat yang aman untuk terbuka tanpa membuatmu merasa bersalah atau dihakimi. Jika sebuah hubungan justru dipenuhi tekanan, tidak ada salahnya mengurangi interaksi dan lebih banyak menghabiskan waktu bersama orang yang membuatmu merasa diterima.
“Saya ingin menekankan bahwa dalam mempertahankan pertemanan, yang terpenting bukanlah jumlah teman, melainkan kualitasnya. Hanya satu atau dua teman yang dipercaya dapat membuat perbedaan besar,” ujar Becky Stuempfig, terapis pernikahan dan keluarga berlisensi, dikutip dari HuffPost.
6. Jangan ragu mencari bantuan profesional

ilustrasi konsultasi dengan psikolog (pexels.com/alex-green) Teman memang bisa memberikan dukungan emosional saat kamu sedang menghadapi masa sulit, tetapi mereka bukan satu-satunya tempat untuk mendapatkan bantuan. Jika kecemasan atau depresi terus berlangsung hingga mengganggu aktivitas dan hubungan dengan orang lain, pertimbangkan untuk berkonsultasi dengan tenaga profesional kesehatan mental. Terapis dapat membantumu memahami kondisi yang dialami dan menemukan strategi yang sesuai.
Mencari bantuan bukan berarti kamu gagal menjaga diri atau tidak mampu menghadapi masalah sendiri. Justru, dukungan yang tepat dapat membantu proses pemulihan sekaligus menjaga hubungan yang penting bagimu. Jika sudah memiliki terapis atau dokter, kamu juga bisa membicarakan kesulitan dalam menjaga pertemanan sebagai bagian dari proses penanganan.
Menjaga pertemanan saat sedang cemas atau depresi tidak harus dilakukan dengan memaksakan diri untuk selalu hadir. Dengan terbuka, menyampaikan kebutuhan, menetapkan batasan, dan memilih orang-orang yang suportif, hubungan tetap bisa terjaga sambil kamu memberi ruang bagi diri sendiri untuk pulih.


![[QUIZ] Dari Pertemanan Upin Ipin, Ini yang Bikin Orang Suka denganmu](https://image.idntimes.com/post/20260816/1000018130_180da4cd-1ef1-4f20-888c-15bb380ce167.jpg)
![[QUIZ] Kalau Hidupmu adalah Buku, Apa Isi Ceritanya?](https://image.idntimes.com/post/20260821/pexels-rohit-photography-751545565-18721311_5686fb0a-415a-4458-8083-8981ca5585fc.jpg)
![[QUIZ] Krisis Ini Bocorin Seberapa Tangguh Mentalmu](https://image.idntimes.com/post/20260828/pexels-karola-g-6632983_31346eb4-9744-4b6f-9a65-9a911536b2ee.jpg)
![[QUIZ] Pilih Cara Bereaksi Waktu Di-ghosting, Kamu Move On Cepat atau Lama?](https://image.idntimes.com/post/20250729/pexels-olly-3756168_35b7f354-1db9-4bc3-b1f8-5eea3bbd7a69.jpg)
![[QUIZ] Pilih Lagu Serial Upin & Ipin, Kamu Pandai Matematika atau Bahasa?](https://image.idntimes.com/post/20251223/upload_f4f1df8e3817abc303ecdd901de1d6c9_94dacbd7-dba1-4234-89f1-4739513d52bd.png)
![[QUIZ] Kami Tahu Caramu Menghadapi Drama dari Karakter SpongeBob](https://image.idntimes.com/post/20260822/screenshot_2026-08-22-05-56-11-39_3144c96a-3d75-48b0-8cb3-e0fcefba23b8.jpg)
![[QUIZ] Dari Pantun Upin Ipin, Kamu Tipe Mendem atau Langsung Ngomong?](https://image.idntimes.com/post/20260214/pexels-liza-summer-6382662_03cb84d5-721e-45d0-9621-3935eb010ec2.jpg)

![[QUIZ] Pilih Quotes Upin Ipin, Ini Alasan Kamu Masih Nempel Sama Mantan](https://image.idntimes.com/post/20260611/pexels-ron-lach-8889035_230c88aa-a3eb-4fb9-bf02-6eafce091fd5.jpg)

![[QUIZ] Pilih Karakter Upin & Ipin Ini, Kamu Tipe Murid Seperti Apa?](https://image.idntimes.com/post/20240731/screenshot-2024-07-31-110715-9c84d19ef5d0013432e1371c5ba91423.png)


![[QUIZ] Ini Personality Kamu dari Money Habit Sehari-hari](https://image.idntimes.com/post/20260821/pexels-tima-miroshnichenko-6914471-1_4cdea1ba-ab16-425c-85c8-61137e896cb8.jpg)





