Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install
For
You

Film Pesta Babi Ramai, Ini Buku yang Bikin Lebih Paham Kekerasan pada Rakyat

Film Pesta Babi Ramai, Ini Buku yang Bikin Lebih Paham Kekerasan pada Rakyat
Poster Film Dokumenter Pesta Babi: Kolonialisme di Zaman Kita (2026). (https://jubi.id/polhukam/2026/film-dokumenter-pesta-babi-papua-bukan-tanah-kosong/)
Share Article

Film dokumenter Pesta Babi kembali ramai dibicarakan. Karya visual yang mendokumentasikan kenyataan dan fakta kehidupan masayrakat Papua ini kembali menimbulkan pro dan kontra. Film hasil karya Dandhy Dwi Laksono dan antropolog Cypri Jehan Paju Dale ini menggambarkan perjuangan masyarakat adat di Papua Selatan yang ruang hidup dan hutan adatnya terancam oleh eksploitasi.

Untuk memahami lebih mendalam terkait dengan isu kemanusiaan dan kekerasan yang terjadi di Papua, kamu dapat menambah pengetahuan dengan membaca sejumlah buku di bawah ini. Menambah wawasan menjadi modal yang besar untuk berpikir kritis dan melihat suatu situasi politik secara objektif.

1. Papua Versus Papua

Buku Papua
Buku Papua Versus Papua. (shopee.co.id/DIVA Press Group Official Shop)

Buku Papua Versus Papua menggambarkan bagaimana kondisi sosial, politik dan kurtual dalam kehidupan masyarakat Papua. Buku karya I Ngurah Suryawan memberi perspektif bagaimana sebagian besar orang-orang Papua menjadi bagian dari perubahan besar yang terjadi di tanahnya sendiri, buka sekadar penonton sebagaimana yang kerap disalah artikan selama ini.

Buku ini juga memberi penjelasan tentang studi kebudayaan Papua dan produksi kuasa, terutama tentang bagaimana reproduksi pengetahuan 'menyingkirkan' perspektif emansipatif dan transformatif terhadap orang-orang Papua. Tak hanya itu, melalui catatan I Ngurah Suryawan, pembaca akan memahamii pemekaran daerah dan "lokalitas kekuasaan" yang tumbuh subur di Papua

2. Membangun Tanpa Menggusur: Perjuangan Kampung Susun dari Reruntuhan hingga World Habitat Award

Buku
Membangun Tanpa Menggusur: Perjuangan Kampung Susun dari Reruntuhan hingga World Habitat Award. (gramedia.com)

Membangun Tanpa Menggusur: Perjuangan Kampung Susun dari Reruntuhan hingga World Habitat Award merupakan catatan Untung Widyanto dan M. Azka Gulsyan. Buku ini mungkin tak sepenuhnya membahas terkait tanah Papua, melainkan perjalanan warga Kampung Akuarium, Bukit Duri, dan Kunir di Jakarta, dari luka penggusuran hingga meraih World Habitat Award 2024.

Membaca buku ini akan mengangkat perspektif baru bagaimana masyarakat harus melihat kampung mereka runtuh, dan bangkit bersama kampung susun yang dibangun oleh pemerintah. Penelusuran kedua penulis dapat memberi pandangan terntang bagaimana korban penggusuran yang kehilangan rumah dan penghidupan, tak selalu harus kehilangan kehidupan. Mereka dapat menjadi simbol keadilan, hal ini menjadi bukti bahwa pembangunan yang manusiawi dapat terwujud tanpa penggusuran.

3. Rezim Pangan dan Masalah Agraria

Buku
Rezim Pangan dan Masalah Agraria. (shopee.co.id/Penerbit INSISTPress)

Buku dengan tema politik, hukum dan ilmu sosial ini akan memberi perspektif berbeda bagaimana masalah agraria dan pangan bersifat imperial, intensif, korporat. Ditulis oleh Philip McMichael, buku ini meninjau kembali masalah agraria berdasarkan sejarah dan implikasinya dalam kehidupan masa kini.

Dalam analisisnya, Philip mengemukakakn interpretasi atas rezim pangan berbasis kawasan, dengan memadukan dimensi gender, tenaga kerja, finansial, ekologi, dan gizi. Catatan ini akan menguak keterkaitan krisis pangan, energi, iklim dan keuangan yang membentuk rezim serta kedaulatan pangan.

Sederet buku di atas dapat menjadi bahan bacaan untuk lebih memahami situasi yang terjadi di Papua, meskipun tak seluruh study case diambil di tanah Papua. Harapannya dapat memberi wawasan yang lebih luas bagi pembaca.

Share Article
Topics
Editorial Team
Pinka Wima Wima
EditorPinka Wima Wima

Related Articles

See More

Takut Jarum Saat Donor Darah? 5 Trik Ini Bisa Bantu Kamu!

31 Mei 2026, 18:26 WIBLife