"Sebagai pembicara yang percaya diri, berbicara secara ringkas dan tidak mendominasi percakapan. Nyaman mendengarkan,” kata Karen.
5 Hal yang Selalu Dilakukan Orang Percaya Diri saat Ngobrol

Orang yang percaya diri dalam percakapan biasanya tidak selalu menjadi yang paling banyak bicara. Karen Laos, pakar komunikasi dan pengembang kepercayaan diri, dalam laman Parade mendefinisikan seseorang yang percaya diri sebagai orang yang bebas dari beban kekhawatiran tentang apa yang dipikirkan orang lain dan teguh pada jati dirinya.
Mereka juga cenderung mengekspresikan diri tanpa takut dihakimi atau terlalu terpaku pada kesempurnaan. Berikut ini beberapa hal yang selalu dilakukan orang percaya diri saat ngobrol.
1. Mendengarkan dengan penuh perhatian

Orang percaya diri tidak merasa harus mendominasi percakapan. Mereka justru memberi ruang bagi lawan bicara untuk menyampaikan pendapatnya. Sikap mendengarkan aktif membuat percakapan terasa lebih hangat dan menunjukkan bahwa mereka menghargai orang lain.
Orang yang percaya diri biasanya tidak sibuk memikirkan bagaimana dirinya terlihat saat orang lain berbicara. Karena itu, mereka mampu fokus mendengar tanpa memotong pembicaraan. Sikap ini membuat lawan bicara merasa dihargai dan lebih nyaman membuka percakapan lebih dalam.
2. Tidak takut mengatakan “aku tidak tahu”

Banyak orang merasa harus selalu terlihat pintar dalam percakapan. Padahal, orang yang benar-benar percaya diri justru tidak takut mengakui kalau mereka tidak tahu sesuatu dan berani bertanya. Mereka tidak merasa harga dirinya turun hanya, karena belum memahami sebuah topik.
“Berusahalah untuk memahami dengan mengajukan pertanyaan terbuka. Lebih tertariklah pada orang lain daripada khawatir tentang menjadi menarik. Ini penting karena orang akan lebih menyukaimu ketika kamu menunjukkan minatmu pada mereka,” kata Karen.
Mengakui ketidaktahuan menunjukkan seseorang cukup nyaman dengan dirinya sendiri. Mereka lebih fokus belajar daripada menjaga gengsi. Dalam percakapan, sikap seperti ini justru membuat orang terlihat lebih dewasa dan autentik dibanding mereka yang selalu memaksakan diri tampak benar.
"Bentuk kepercayaan diri tertinggi adalah keautentikan, terutama selama percakapan. Kepercayaan diri adalah kenyamanan dalam diri sendiri, jadi apa pun yang kamu lakukan, ujilah berdasarkan nilai-nilai dan suara kamu sendiri. Menjadi diri sendiri sepenuhnya adalah kepercayaan diri dalam tindakan,” kara pembicara dan pelatih Sally Zimney dikutip dari Parade.
3. Berbicara dengan tenang dan menunjukkan kehangatan

Orang percaya diri cenderung berbicara dengan tempo yang lebih tenang. Mereka tidak merasa harus buru-buru mengisi setiap keheningan atau langsung menjawab tanpa berpikir. Cara bicara yang stabil biasanya memberi kesan bahwa seseorang nyaman dengan dirinya sendiri.
Karen juga mengatakan bahwa orang percaya diri mereka akan terlihat ramah dan tersenyum. Mereka ingin menunjukkan kehangatan dengan lawan bicaranya.
“Ketika orang merasakan kehangatan di hadapanmu, mereka ingin terus berbicara denganmu karena itu adalah pengalaman yang lebih baik dan kamu lebih menarik dan mudah didekati,” katanya.
“Mereka merasa nyaman karena kamu tampak tertarik pada mereka dan baik hati,” tambahnya.
4. Mereka rentan dan tidak selalu ingin menang dalam percakapan

Salah satu tanda kepercayaan diri yang sehat adalah tidak merasa perlu memenangkan setiap argumen. Orang percaya diri mampu menerima perbedaan pendapat tanpa langsung menyerang atau meremehkan orang lain. Mereka tahu bahwa percakapan bukan kompetisi.
Bahkan, orang percaya diri juga tidak takut untuk mengakui bahwa dirinya juga bisa menjadi rentan. Menurut Sally, percaya diri bukan berarti membangun tembok dan tidak membiarkan siapa pun melihat sisi lembutmu.
“Percaya diri bukanlah tentang berpura-pura bahwa kamu memiliki segalanya dan menampilkan apa yang kamu yakini ingin dilihat orang lain,” jelasnya.
“Ketika kita berbagi kesalahan atau kekeliruan yang kita buat, kita lebih mudah dipahami oleh orang lain karena kemanusiaan kita menghubungkan kita. Kita akan tampak lebih percaya diri karena kita nyaman berbagi kesalahan, dan ketika kita mengakui bahwa kita tidak sempurna, orang lain merasa lebih terhubung dengan kita,” tambah Karen.
5. Menjaga kontak mata dan bahasa tubuh

Bahasa tubuh sering berbicara lebih kuat daripada kata-kata. Orang percaya diri biasanya menjaga kontak mata secukupnya, duduk dengan posisi terbuka, dan tidak terlalu gelisah saat berbicara. Sikap ini memberi kesan bahwa mereka nyaman berada dalam situasi sosial.
Amy Cuddy, profesor dan peneliti perilaku dari Harvard Business School, pernah menjelaskan bahwa bahasa tubuh dapat memengaruhi cara orang melihat diri sendiri dan orang lain.
“Tubuh kita mengubah pikiran kita, dan pikiran kita dapat mengubah perilaku kita,” ujar Amy Cuddy dalam TED Talk.
Kontak mata yang sehat menunjukkan perhatian dan rasa percaya diri. Namun, orang percaya diri juga tahu batasnya sehingga tidak membuat lawan bicara merasa tidak nyaman. Mereka menggunakan bahasa tubuh untuk membangun koneksi, bukan untuk mendominasi percakapan.
"Untuk hadir sepenuhnya selama percakapan, lakukan kontak mata, menyimpan ponselmu, dan fokus untuk hadir, tidak hanya secara fisik, tetapi juga secara emosional," saran Sally.
Percaya diri dalam percakapan ternyata bukan soal menjadi paling vokal atau paling menonjol. Orang yang benar-benar percaya diri justru sering terlihat tenang, mampu mendengarkan dengan baik, dan tidak sibuk membuktikan dirinya lebih hebat dari orang lain.


















