Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install
For
You

Apakah Meja Kerja Estetik Benar-Benar Meningkatkan Produktivitas?

Apakah Meja Kerja Estetik Benar-Benar Meningkatkan Produktivitas?
ilustrasi meja kerja (pexels.com/Daniil Komov)
Intinya Sih
  • Meja kerja estetik bisa memicu semangat dan produktivitas jika tampilannya membuat pengguna lebih nyaman serta fokus saat bekerja.
  • Tingkat efektivitas meja estetik bergantung pada tipe individu dan jenis pekerjaan, karena tidak semua orang cocok dengan lingkungan kerja yang terlalu rapi.
  • Faktor utama penentu produktivitas bukan hanya meja estetik, tetapi juga tata ruang, pencahayaan, sirkulasi udara, dan suasana sekitar yang mendukung.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Is this "Intinya Sih" helpful?

Segala sesuatu yang estetik memang sekarang lebih mencuri perhatian. Tidak seperti dahulu ketika orang-orang hanya menekankan pada fungsi. Termasuk soal meja kerja. Semua meja pada dasarnya bisa untuk menyelesaikan beragam pekerjaan.

Namun, meja kerja estetik kini lebih disukai. Estetik baik dari model meja dan kursi maupun aneka hiasan di atasnya. Meja kerja estetik sendiri gak selalu mahal. Malah banyak satu set meja dan kursi kerja kekinian dijual lebih terjangkau.

Demikian pula hiasan di atasnya seperti akuarium mini, jam, dan sebagainya. Sesuai dengan target pasarnya yaitu anak muda yang baru mulai bekerja. Namun, apakah benar meja kerja yang dirancang dan ditata secantik mungkin efektif buat meningkatkan produktivitas? Jangan-jangan cuma trik marketing.

1. Bisa ya, jika kamu menjadi lebih bersemangat untuk bekerja

meja kerja
ilustrasi meja kerja (pexels.com/Hanna Pad)

Jangan skeptis dulu terhadap pengaruh meja kerja estetik pada produktivitas. Meja estetik sangat mungkin meningkatkan kinerjamu kalau semangatmu bangkit setiap melihatnya. Apalagi ketika dirimu mulai duduk di kursinya.

Rasanya kamu sudah sangat siap untuk mulai bekerja. Mungkin energimu buat bekerja terbangkitkan karena meja tersebut ditata sedemikian rupa sehingga beda dengan meja-meja lainnya. Semua yang ada di sana berkaitan dengan pekerjaanmu dan disiapkan dengan memperhatikan keindahan.

Alat tulis diwadahi di tempat khusus yang mengesankan kerapian. Ada jam digital yang seolah-olah mengingatkanmu untuk selalu disiplin. Namun, terdapat pula tanaman atau ikan hias sebagai penghilang kantuk. Tampilan yang estetik serta bentuk ergonomis merupakan perpaduan tepat guna mendongkrak produktivitas sehari-hari.

2. Namun, tipe orang dalam bekerja berbeda-beda

meja kerja
ilustrasi meja kerja (pexels.com/Antonio Borriello)

Memang meja kerja estetik umumnya bisa membuat orang lebih produktif dibandingkan meja seadanya. Apalagi meja yang campur aduk dengan aneka piring dan mangkuk berisi makanan. Akan tetapi, jangan lupa bahwa tipe orang saat bekerja tidak sama.

Ada orang yang ketika bekerja, mejanya harus serapi dan sebersih mungkin. Berkas pekerjaan atau buku wajib ditata sangat rapi. Gak boleh ada buku yang mencuat dari barisan karena terasa mengganggu pemandangan.

Konsentrasi pun bisa terpecah karenanya. Namun, ada juga orang yang malah kesulitan fokus ke tugas kalau mejanya selalu terlihat rapi dan estetik. Mereka cenderung suka meja yang berantakan selama bekerja, tanpa kesulitan menemukan apa di mana karena telah hafal.

Meja kerjanya barangkali tidak pernah terlihat estetik baik dari model meja maupun penataannya. Akan tetapi, justru di situlah ide-ide terbaiknya terus bermunculan. Bahkan ada orang yang baik-baik saja bekerja memakai meja lipat anaknya.

3. Kalau kamu malah ribet terus menata meja, gagal produktif deh

meja kerja
ilustrasi meja kerja (pexels.com/Lisa from Pexels)

Meja kerja yang estetik sering bikin 'gatal' tangan pemiliknya. Maksudnya, kamu menjadi lebih sulit toleran terhadap hal-hal yang mengganggu estetika meja kerjamu. Semua yang ada di sekitar meja seakan-akan kudu selalu rapi.

Setiap benda harus berada di posisinya. Kotoran sekecil apa pun kudu segera dibersihkan atau kamu takut sisi estetiknya seketika berkurang. Bukannya dirimu bekerja dengan tenang di meja tersebut, malah ribet sendiri.

Gak apa-apa kamu tetap membeli meja kerja dan menatanya seestetik mungkin. Akan tetapi, kendalikan diri agar tak setiap waktu dirimu membetulkan ini itu. Lakukan pemberesan meja kerja hanya di waktu-waktu tertentu. Seperti setelah semua pekerjaan beres dan bukan di tengah-tengah kamu bekerja.

4. Meja estetik penting buat content creator yang harus live

meja kerja
ilustrasi meja kerja (pexels.com/Burst)

Jenis pekerjaan juga memengaruhi seberapa penting meja kerja estetik dalam keseharian seseorang. Meja kerja yang dirancang agar indah dipandang serta ditata dengan konsep tertentu menjadi salah satu model kreator konten. Khususnya content creator yang mesti melakukan siaran langsung di meja tersebut.

Meja estetik sangat menambah kualitas konten yang dihasilkan. Penonton akan lebih betah menyaksikannya dan percaya pada apa yang disampaikan. Baik kreator konten dagangan atau motivasi, selama meja kerja muncul di layar memang kudu estetik.

Sebaliknya, orang yang pekerjaannya tak perlu mengekspos meja kerja gak begitu membutuhkannya. Meja kerja estetik atau biasa saja tidak berpengaruh besar pada tugas-tugasnya. Jangan menjadikan ketiadaan meja estetik sebagai alasan sulit produktif padahal pekerjaanmu sepenuhnya di belakang layar.

5. Meja estetik hanya membantu, bukan penentu produktivitas

meja kerja
ilustrasi meja kerja (pexels.com/Pixabay)

Kamu menyukai meja kerja estetik tentu amat wajar. Memang mejanya indah untuk dipandang. Kebetulan desainnya juga pas sehingga tidak ketinggian maupun terlalu rendah. Kursinya pun sesuai dengan tinggi meja.

Namun, hindari keyakinan meja kerja yang estetik adalah segalanya. Seolah-olah dirimu tidak bisa bekerja dengan baik tanpa meja estetik tersebut. Semua kembali pada orang yang akan menjalaninya.

Rewel soal meja kerja kudu estetik tidak menjamin setelahnya hasil kerjamu lebih baik. Daripada menggantungkan produktivitas pada satu set meja dan kursi, lebih baik membangun mindset yang tepat soal bekerja. Sesimpel bila sudah tiba waktumu untuk bekerja maka tetaplah bekerja. Seperti apa pun meja kerjanya.

6. Ruangan secara keseluruhan dan suasana sekitar lebih utama

meja kerja
ilustrasi meja kerja (pexels.com/Alpha En)

Pengaruh meja kerja estetik pada produktivitas tidak sebesar tata ruangan secara keseluruhan. Ini meliputi banyak hal seperti pencahayaan, sirkulasi udara, rak atau barang-barang lain di ruang kerja, dan sebagainya. Semuanya mesti pas supaya produktivitas terjaga.

Sebagai contoh, meja kerjamu sudah sangat estetik. Akan tetapi, ruang kerja terlalu sempit, gak ada jendela, lampu remang-remang, dan masih disesaki barang-barang yang tak berkaitan dengan pekerjaan. Seperti rak sepatu, kardus berisi pakaian tidak terpakai, dan sebagainya.

Kalau begini semangat kerja tetap tidak 100 persen. Belum lagi suasana di sekitar berisik terus sehingga dirimu sulit berkonsentrasi. Kamu butuh lebih dari sekadar meja kerja estetik buat meningkatkan produktivitas. Dirimu perlu ruangan yang layak dan suasana sekitar yang mendukung.

Tren meja kerja estetik dapat menjadi kebutuhan bagimu atau tidak. Kamu kudu mengenali seberapa besar manfaat seandainya punya meja kerja estetik atau tak memilikinya pun sama sekali bukan masalah. Gak terlalu bergantung pada meja estetik lebih baik biar produktivitasmu tetap stabil di berbagai kondisi.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Siantita Novaya
EditorSiantita Novaya
Follow Us

Related Articles

See More