ilustrasi Heimskringla (medieval.eu)
Heimskringla merupakan kumpulan 16 kisah kepahlawanan dan sejarah raja-raja Norwegia kuno, termasuk era viking, yang meliputi rentang waktu dari masa prasejarah hingga abad pertengahan. Nama Heimskringla sendiri baru mulai dipakai pada abad ke-17, diambil dari dua kata pertama dalam salah satu manuskripnya, yaitu 'kringla heimsins' yang berarti lingkaran dunia.
Buku ini ditulis dalam bahasa Old Norse di Islandia dan diperkirakan disusun sekitar tahun 1230. Meski gak ada catatan resmi soal penulisnya, banyak sejarawan meyakini kalau karya ini ditulis oleh Snorri Sturluson, seorang ksatria, penyair, sekaligus sejarawan asal Islandia yang hidup di kisaran tahun 1178-1241.
Secara garis besar, isi Heimskringla menceritakan kisah para raja Swedia dan Norwegia. Dimulai dari saga dinasti legendaris Yngling, kemudian berlanjut ke catatan para penguasa Norwegia yang lebih historis, mulai dari era Harald Fairhair di abad ke-9 sampai kematian sang pewaris takhta, Eystein Meyla, pada 1177. Sumber-sumber yang dipakai buat menyusun kisah ini juga cukup beragam, mulai dari saga-saga raja terdahulu seperti Morkinskinna dan Fagrskinna, catatan sejarah Norwegia abad ke-12, hingga tradisi lisan seperti puisi-puisi skaldik.