Dalam kehidupan sehari-hari, banyak kalimat yang terdengar biasa saja dan bahkan sering diucapkan tanpa dipikir panjang. Kalimat-kalimat ini kerap dianggap sebagai bagian dari candaan, nasihat, atau sekadar komentar ringan. Karena sudah terlalu sering terdengar, banyak orang tidak menyadari bahwa di baliknya terdapat makna yang merendahkan atau membatasi individu berdasarkan gender.
Padahal, penggunaan kalimat seperti ini dapat membentuk pola pikir yang tidak sehat jika terus dinormalisasi. Anak-anak dan orang di sekitar kita bisa menyerap pesan yang terkandung di dalamnya tanpa disadari. Oleh karena itu, penting untuk mulai lebih peka terhadap bahasa yang digunakan sehari-hari agar tidak ikut melanggengkan stereotip dan ketidaksetaraan. Berikut ini lima contoh kalimat yang dianggap biasa tapi mengandung seksisme. Kenali dan hindari mulai dari sekarang!
