Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

Kamar Berantakan = Pikiran Kacau? Ini Fakta Psikologisnya!

Kamar Berantakan = Pikiran Kacau? Ini Fakta Psikologisnya!
Ilustrasi kamar berantakan (pexels.com/Igor Starkov)
Intinya Sih
  • Kamar berantakan tidak selalu berarti pikiran kacau, namun bisa menjadi tanda adanya stres, depresi, atau gangguan fokus seperti ADHD menurut para ahli psikologi.
  • Kondisi kamar yang berantakan dapat mencerminkan berbagai hal, mulai dari tanda depresi dan rasa kewalahan hingga sekadar preferensi pribadi terhadap kerapian.
  • Meski bisa meningkatkan kreativitas dan keberanian mencoba hal baru, kamar berantakan juga berpotensi menambah stres serta menurunkan kesejahteraan emosional seseorang.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Is this "Intinya Sih" helpful?

Apakah kamu pernah merasa sulit fokus atau mudah cemas saat berada di kamar yang berantakan? Ternyata, kondisi ruang pribadi memang bisa berpengaruh pada suasana hati dan cara berpikir kita, loh!

Karena itu, muncul anggapan bahwa kamar berantakan sama dengan pikiran yang kacau. Namun, benarkah demikian? Artikel ini akan mengulas fakta psikologis di balik hubungan antara kondisi kamar dan kesehatan mental yang wajib kamu ketahui.

1. Apakah kamar berantakan = pikiran kacau?

Ilustrasi kamar berantakan
Ilustrasi kamar berantakan (pexels.com/cottonbro studio)

Kamar yang berantakan tidak secara langsung menunjukkan adanya masalah mental, karena ada banyak faktor, seperti:

  1. Faktor kesibukan jadi tidak sempat merapikan kamar
  2. Faktor terlalu banyak barang di kamar
  3. Faktor kesehatan mental

Tetapi, kita dapat melihat kamar yang berantakan sebagai tanda peringatan pikiran pemilik kamar yang sedang kacau atau terkait dengan masalah mental.

“Individu dengan depresi, kecemasan, atau ADHD (Attention Deficit Hyperactivity Disorder) sering kesulitan dalam mengatur barang karena lesu, kurang fokus, dan kelelahan,” kata Dr. Parth Nagda, Konsultan Psikiatri di Rumah Sakit Kokilaben Dhirubhai Ambani, dikutip dari laman Free Press Journal.

Ia menambahkan, kekacauan fisik mengacu pada penumpukan benda-benda yang tidak perlu, sedangkan kekacauan mental berkaitan dengan emosi yang campur aduk. Hal ini dapat berkontribusi pada perasaan kewalahan, yang selanjutnya berdampak negatif pada kesehatan mental mereka.

2. Kamar berantakan menjadi tanda apa saja?

Ilustrasi kamar berantakan
Ilustrasi kamar berantakan (pexels.com/Ron Lach)

Menurut artikel yang ditulis oleh Kendra Cherry, MSEd, seorang spesialis rehabilitasi psikososial, bertajuk "What Does a Messy Room Say About Your Personality?", yang diterbitkan di laman Verywell Mind, kamar yang berantakan menunjukkan tanda-tanda kondisi mental, di antaranya:

  • Tanda-tanda depresi
    Jika kamu biasanya rapi dan terorganisir namun tiba-tiba tidak peduli dengan ruang berantakan, mungkin merupakan tanda bahwa ada sesuatu yang terjadi dalam hidupmu. Misalnya, kekacauan terkadang bisa menjadi tanda depresi. Orang yang depresi sering merasa terlalu lelah atau putus asa untuk mengikuti rutinitas pekerjaan rumah tangga.
    Depresi juga dapat mempersulit seseorang untuk tetap fokus dan memiliki energi untuk merapikan ruangan. Jika kamu kesulitan untuk tetap mengerjakan tugas, akan sulit untuk mencurahkan waktu dan perhatian yang dibutuhkan untuk menjaga kerapian.
  • Tanda merasa kewalahan (overwhelm)
    Jika merasa frustrasi, marah, atau kewalahan karena kekacauan dan ketidakrapihan, itu adalah tanda jelas bahwa ada sesuatu yang perlu ditangani. Terkadang kekacauan bisa membuat kekacauan pikiran.
  • Tanda preferensi pribadi
    Apakah kamu adalah orang yang mempunyai kebiasaan berantakan? Beberapa orang memang tidak terlalu memprioritaskan kebersihan, keteraturan, dan letak barang-barang di tempatnya.
    Dalam hal ini, berantakan hanyalah keadaan normal. Jika rumah berantakan dan kamu tidak mempermasalahkannya, maka itu mungkin lebih merupakan tanda kepribadian dan preferensimu.

3. Kelebihan kamar yang berantakan

Ilustrasi kamar berantakan
Ilustrasi kamar berantakan (pexels.com/Vlada Karpovich)
  • Peningkatan kreativitas
    Penelitian mendukung gagasan bahwa kekacauan juga memiliki sisi positif. Dalam sebuah studi yang dikutip dari laman Verywell Mind, Kathleen Vohs, PhD, dan rekan-rekan penelitinya melakukan serangkaian eksperimen tentang psikologi kekacauan.
    Mereka menemukan fakta, bahwa sementara bekerja di ruang yang rapi mendorong perilaku seperti kemurahan hati dan makan sehat, bekerja di lingkungan yang berantakan justru menyebabkan kreativitas yang lebih besar.
    Para peneliti percaya bahwa bekerja di ruang yang bersih dan rapi mengaktifkan norma-norma sosial yang mendorong orang untuk melakukan apa yang diharapkan dari mereka. Sebaliknya, bekerja di ruang yang berantakan justru mengurangi kebutuhan tersebut dan memungkinkan orang untuk melepaskan diri dari norma dan harapan sosial.
  • Senang mencoba hal-hal baru
    Menurut Vohs, sebuah penelitian menemukan bahwa subjek yang berada di ruangan berantakan mampu memecahkan teka-teki otak lebih cepat daripada mereka yang duduk di ruangan yang rapi. Ilmuwan Albert Einstein yang terkenal karena kejeniusan dan pemikiran kreatifnya, dikenal memiliki meja kerja yang berantakan.

4. Kekurangan kamar yang berantakan

Ilustrasi ruang berantakan
Ilustrasi ruang berantakan (pexels.com/cottonbro studio)
  • Tingkat stres yang lebih tinggi
    Kamar bisa menjadi tempat untuk bersantai dan menjadi diri sendiri yang otentik, tetapi kekacauan terkadang dapat mengubah ruang ini menjadi tempat stres dan kekacauan. Ruang yang berantakan cenderung lebih kacau, yang menurut para peneliti dapat meningkatkan stres dan emosi negatif.
  • Penurunan kesejahteraan
    Para peneliti telah menemukan fakta, bahwa rumah yang berantakan terkadang dapat berdampak negatif pada perasaan. Kamar adalah tempat yang nyaman dan aman, tetapi jika ruang itu tidak menyenangkan atau membuat kewalahan, hal itu dapat menyebabkan perasaan tertekan.
    Kamar yang berantakan dapat menurunkan kesejahteraan subjektif secara keseluruhan. Ruang yang berantakan juga dapat berkontribusi pada kualitas hidup yang lebih rendah, tetapi membersihkan dan merapikan area tersebut dapat membantu beberapa orang mendapatkan rasa kendali yang lebih besar.

Jika kamu curiga bahwa kamar berantakanmu mungkin merupakan tanda kondisi kesehatan mental, jangan ragu untuk meminta bantuan. Bicarakan apa yang terjadi dengan penyedia layanan kesehatan atau konsultasikan dengan profesional untuk mendapatkan saran khusus untuk situasi ini.

Seorang konselor, terapis, atau praktisi kesehatan dapat membantu kamu memahami akar masalah dan membantumu menyusun rencana tindakan untuk mengatasi masalah tersebut. Semoga informasi di atas bermanfaat, ya!

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Muhammad Tarmizi Murdianto
EditorMuhammad Tarmizi Murdianto
Follow Us