Cara berpikir seperti ini belakangan sering disebut lazymaxxing, yaitu memilih cara paling praktis untuk mendapatkan hasil yang diinginkan tanpa mengeluarkan usaha lebih dari yang diperlukan. Bentuknya bisa muncul dari kebiasaan kecil yang mungkin selama ini kamu lakukan tanpa sadar, lho. Yuk, langsung lihat apa saja kebiasaan yang ternyata bisa termasuk lazymaxxing!
5 Kebiasaan Kecil yang Bisa Jadi Bentuk Lazymaxxing

Kadang ada hal yang sebenarnya bisa kamu lakukan sendiri, tetapi rasanya malas kalau harus repot mengerjakannya dari awal sampai selesai. Bukan karena pekerjaannya sulit, hanya saja kamu merasa hasil yang didapat gak sebanding dengan tenaga atau waktu yang harus dikeluarkan. Akhirnya, kalau ada cara yang lebih gampang dan hasilnya tetap sama, kenapa harus memilih cara yang lebih ribet?
1. Pesan makanan saat malas masak

ilustrasi pesan makanan online (unsplash.com/JESHOOTS.COM) Bahan makanan di rumah sebenarnya masih ada, tetapi malam itu rasanya gak pengin masuk dapur terlebih kamu baru saja pulang kerja. Kamu lantas bimbang, sebab kalau mesti masak sendiri berarti harus meluangkan waktu lagi, sementara pesan makanan tinggal pilih menu yang diinginkan dan tunggu sampai datang. Kalau tujuan akhirnya cuma makan malam, cara kedua tentu terasa jauh lebih praktis, bukan?
Kebiasaan seperti ini termasuk bentuk lazymaxxing karena kamu memilih jalan yang paling gampang untuk mendapatkan hasil yang sama. Bukan berarti kamu gak mau melakukan apa-apa, hanya saja kamu gak melihat alasan untuk repot kalau ada cara yang lebih sederhana. Selama masih sesuai dengan kondisi keuangan, pesan makanan ketika sedang malas masak ya sah-sah saja.
2. Kerja dari tempat yang paling nyaman

ilustrasi WFH (unsplash.com/Resume Genius) Kalau hari itu gak ada meeting, gak perlu ketemu klien, dan semua pekerjaan memang bisa dikerjakan lewat laptop, buat apa, kan harus pergi jauh-jauh ke kantor? Duduk di rumah dengan pakaian yang nyaman sambil kerja dari spot favorit rasanya jauh lebih asyik daripada harus bersiap, dandan, keluar rumah, lalu menghabiskan waktu di perjalanan. Toh, yang dikerjakan tetap sama dan laptop juga sudah ada di depan mata.
Kebiasaan seperti ini juga sering dipilih ketika badan lagi gak pengin diajak ke mana-mana. Mau bikin kopi tinggal ke dapur, lapar tinggal ambil camilan, bahkan kalau mau istirahat sebentar pun gak perlu mencari tempat lain. Selama pekerjaan tetap beres dan memang gak ada aturan yang mengharuskan datang ke kantor, memilih tempat kerja yang paling nyaman bisa jadi cara sederhana untuk mengurangi kerepotan yang sebenarnya gak perlu.
3. Pakai outfit yang sama berulang kali

ilustrasi outfit (pexels.com/Ono Kosuki) Kalau sudah menemukan baju yang enak dipakai dan ternyata kelihatan bagus, kenapa harus buru-buru mencari yang lain? Masih banyak, lho outfit yang tinggal ambil dari lemari, pakai, lalu berangkat tanpa perlu berdiri lama sambil mikir mau pakai apa hari ini. Apalagi kalau besok ada acara lagi, tinggal ganti atasan atau celana, terus tak lupa kamu styling sedikit dan urusan OOTD beres.
Namun, nyatanya buat sebagian orang, mikirin outfit setiap hari memang bisa terasa merepotkan. Jadi, daripada bereksperimen terus dengan isi lemari, mereka memilih beberapa kombinasi yang sudah pasti nyaman dan tinggal diulang. Ketimbang pusing layering sana-sini mending pakai kemeja dan juga celana jeans meski faktanya dua hari yang lalu kamu suah memakai outfit yang serupa. Selama bajunya masih bersih dan gak ada yang mempermasalahkan, mengapa harus repot mencari kombinasi baru setiap kali mau keluar rumah, ya kan?
4. Olahraga dari rumah

ilustrasi olahraga di rumah (pexels.com/Vlada Karpovich) Niatnya, sih memang mau olahraga, tapi begitu kepikiran harus pergi ke gym rasanya sudah malas duluan. Belum jalan ke sana, belum pilih outfit,belum macet kalau naik kendaraan, belum harus ketemu orang dan menunggu alat yang mau dipakai. Kalau akhirnya cuma mau treadmill sebentar atau latihan 30 menit, kadang muncul pikiran, “Ngapain, sih jauh-jauh?”
Makanya, olahraga di rumah terasa lebih masuk akal buat orang yang sedang cari cara paling mager. Tinggal gelar matras, buka video workout yang disukai, lalu mulai gerak. Selesai olahraga pun gak perlu ke mana-mana lagi, tinggal mandi dan lanjut rebahan. Tujuannya tetap olahraga, cuma versi yang gak mengharuskan kamu repot keluar rumah.
5. Bayar jasa untuk pekerjaan rumah

ilustrasi membersihkan rumah (pexels.com/Polina Zimmerman) Cuci baju sebenarnya gampang. Membersihkan rumah juga bukan pekerjaan yang gak mungkin dikerjakan seorang diri. Tapi kalau setiap minggu harus meluangkan waktu untuk mencuci baju seabrek, menyapu, ngepel, sampai beres-beres barang yang berantakan, rasanya memang ada kalanya pengin tinggal bayar orang aja dan semua urusan rumah selesai.
Apalagi kalau kamu tengah banyak kerjaan atau memang punya uang untuk membayar jasanya. Daripada hari libur habis buat beberes, kamu tinggal kirim pakaian ke laundry atau panggil jasa bersih-bersih ke rumah. Memang, sih mesti keluar uang, tetapi waktu dan tenaga tetap utuh untuk dipakai melakukan hal lain.
Kadang, malas bukan berarti gak mau melakukan apa-apa, melainkan cuma gak mau repot saja lagipula kalau ada cara yang lebih gampang, kenapa tidak? Selama pilihan tersebut gak bikin urusan lain berantakan, menghemat tenaga dengan cara seperti ini sebenarnya cukup masuk akal. Dari lima kebiasaan tadi, manakah yang paling relate sama kamu?
![[INFOGRAFIS] AI Jadi Tempat Curhat: Tren Baru Gen Z & Milenial](https://image.idntimes.com/post/20260429/upload_9c2883de31fbc7ad993691764c90e6e3_dfc3c6ee-e42f-48f6-9f1a-cde1ce74477c.jpg)























