3 Konsekuensi Memelihara Hewan di Dalam Rumah

- Rajin membersihkan rumah setiap hari untuk menghindari rambut dan kotoran hewan peliharaan yang bisa membuat rumah kotor dan berbau tidak sedap.
- Kemungkinan barang rusak seperti sofa, gelas, atau televisi karena tingkah laku hewan peliharaan yang sering bermain di dalam rumah.
- Momen istirahat bisa terganggu karena hewan peliharaan akan mengikutimu atau berisik saat kamu ingin tidur di dalam rumah.
Memiliki hewan peliharaan, terutama jenis hewan kesayangan seperti kucing dan anjing, merupakan hal yang menyenangkan. Pasalnya, hewan-hewan itu bukan hanya punya wajah dan tingkah laku yang lucu dan menggemaskan, tetapi sering kali mereka juga seolah bisa diajak berkomunikasi. Kalau sedang stres, seperti saat baru saja pulang kerja, bermain dengan mereka bisa menjadi obat pelipur lara yang sangat manjur.
Supaya tetap aman, hewan memang dianjurkan dipelihara di dalam rumah. Kendati begitu, keputusan ini juga bukan tanpa risiko, terutama bagi pemilik. Jika kamu ingin memelihara hewan di dalam rumah, maka juga harus bersiap untuk menghadapi beberapa konsekuensi berikut ini, ya!
1. Wajib untuk rajin membersihkan rumah setiap hari

Punya peliharaan kucing atau anjing yang lucu tentu menghadirkan kegembiraan dalam kehidupan sehari-hari. Bermain dan menghabiskan waktu dengan hewan itu, apa lagi setelah menghadapi hari yang melelahkan, bisa kembali membangkitkan semangat. Namun, bila hewan itu tinggal di dalam rumah, kamu tentu harus rajin membersihkan rumah setiap hari.
Bagaimana tidak, hewan seperti kucing atau anjing pasti mengalami kerontokan rambut dan buang kotoran setiap hari. Kalau tidak ingin rumah kotor dan berbau tidak sedap, kamu wajib membersihkan setiap benda dan ruangan yang didatangi oleh hewan. Aktivitas ini memang cenderung melelahkan, tetapi harus dilaksanakan demi menjaga kebersihan dan kenyamanan, bukan begitu?
2. Besar kemungkinan akan ada barang yang rusak

Salah satu hal yang besar yang membuat banyak orang memutuskan untuk memelihara hewan adalah karena makhluk tersebut sering menunjukkan tingkah laku yang menghibur. Ketika bermain, kucing atau anjing sering berlarian ke berbagai sudut rumah, naik ke atas lemari, dan sebagainya. Namun, dibalik keseruan yang dipertontonkan, ada mebel yang turut menjadi korban.
Kamu harus rela bila sofamu nanti penuh dengan bekas cakaran, ada gelas atau vas bunga yang pecah karena didorong dari meja, atau pun televisi yang hampir jatuh karena tersenggol hewan saat mereka bermain. Semua itu merupakan konsekuensi dari memelihara hewan di dalam rumah. Namun, bila rasa kasih sayangmu jauh lebih besar, biasanya tetap tidak akan tega memarahi atau menghukum, ya.
3. Sering terganggu saat beristirahat

Ada satu lagi konsekuensi nyata dari memelihara hewan di dalam rumah, yaitu harus siap bila momen istirahatmu jadi terganggu. Bagaimana tidak, bila kamu rebahan di sofa, mereka akan mengikutimu. Jika memutuskan tidur di kamar dengan kondisi pintu tertutup pun, mereka akan mencakar, mengeong, atau menggonggong tanpa henti sampai pintu dibuka. Kalau ikut tidur sih tentu tidak akan menimbulkan keributan. Masalahnya, mereka malah berisik dan bermain saat kamu ingin tidur!
Nah, situasi semacam itu memang tidak dapat dihindari saat memutuskan untuk memelihara hewan di dalam rumah. Kendati begitu, bila kamu merasa tidak keberatan, maka semua akan baik-baik saja. Cepat atau lambat, kamu bisa beradaptasi, sehingga mampu beristirahat meski kucing atau anjingmu sibuk mengerjakan "proyek" mereka.
Hewan yang dipelihara di dalam rumah memang lebih terjamin keselamatannya. Kendati begitu, keputusan tersebut juga membawa konsekuensi tersendiri, seperti yang dijelaskan dalam artikel. Oleh sebab itu, persiapkan dirimu dengan baik agar mampu menjalani pilihan dengan hati yang riang gembira, ya!


















