Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

8 Kebohongan pada Diri Sendiri yang Perlu Kamu Hentikan Segera

8 Kebohongan pada Diri Sendiri yang Perlu Kamu Hentikan Segera
spiceee.net
Share Article

Untuk menenangkan diri yang sedang stres, tak jarang kita melakukan berbagai upaya. Mulai dari dengan bergaul bersama teman-teman hingga menyendiri sambil merenungkan apa yang sudah terjadi. Kadang, kita juga sedikit memanipulasi pikiran agar terasa lebih baik dengan membohongi diri sendiri.

Dari sekian banyak kebohongan yang pernah kamu ucapkan ke diri sendiri, delapan hal ini harus segera kamu hentikan.

  1. 1. Hidup adalah peperangan yang gak bisa kamu menangkan

    unsplash.com/@euniveeerse
    unsplash.com/@euniveeerse

    Tentu saja, kehidupan pasti akan memberikan kejutan yang gak akan pernah kita duga. Tapi perbedaan hati yang kuat dan pikiran yang lemah adalah anggapan bahwa kita tak akan pernah selamat. Hal ini yang sering dipikirkan manusia, bukan? 

    Untuk memenangkan pertarungan, meski pun membutuhkan pengorbanan yang membuatmu putus asa, kamu akan selalu punya kekuatan untuk menang.

  2. 2. Hanya kamu yang paling mengerti bagaimana rasa sakit sebenarnya

    unsplash.com/@larm
    unsplash.com/@larm

    Aku juga pernah seperti ini. Berjuang melawan masalah kesehatan mental, rasanya terlalu mudah untuk percaya bahwa perjuangan ini hanya milik sendiri. Padahal, kamu, aku, kita, gak akan pernah sendirian.

  3. 3. Kita gak punya kekuatan untuk mengubah hal yang selama ini menyakiti

    unsplash.com/@thewzrdharry
    unsplash.com/@thewzrdharry

    Itu sama sekali gak benar. Faktanya, kamu adalah satu-satunya orang yang punya kekuatan tersebut dan itu adalah hal paling menakjubkan yang pernah ada. Kita bisa mengubah apa pun yang kita inginkan. Kita gak harus mengikuti apa pun yang membuat kita merasa tak berharga menjadi manusia.

  4. 4. Cinta bisa memperbaiki semuanya

    unsplash.com/@seteales
    unsplash.com/@seteales

    Tentu saja cinta adalah hal yang indah, tapi tak berarti bisa menjawab semua pertanyaan. Kadang, kehidupan itu gak jelas dan gak adil. Kadang, cinta gak bakal bisa memperbaiki apa yang memang sudah rusak dari dalam.

    Mungkin, hanya mungkin, kita butuh hal yang lebih dari cinta untuk memperbaiki keadaan. Logika, misalnya.

  5. 5. Aku berhak mendapatkan rasa sakit ini, setelah semua yang terjadi

    unsplash.com/@majak
    unsplash.com/@majak

    Kamu gak perlu merasa seperti itu. Sepanjang waktu, kita merasa bahwa kita pantas mendapatkan semuanya sebagai balasan apa yang sudah kita lakukan. Dan jika ada beberapa hal yang membuat kita kewalahan saat berjuang, kita menganggap bahwa kita pantas menerima semua kekalahan.

    Padahal gak, kita gak berhak untuk dihukum karena dunia memang kejam.

  6. 6. Kebahagiaan kita ditentukan oleh kesuksesan yang kita dapatkan

    unsplash.com/@brookecagle
    unsplash.com/@brookecagle

    Kita sangat berhak untuk berbahagia, tak peduli apa pun keadaan kita. Kita gak perlu hal-hal mewah, kita hanya perlu sedikit cinta dan istirahat dari hiruk-pikuk dunia.

  7. 7. Hal-hal buruk dalam hidup pantas diterima setelah kesalahan yang kita perbuat

    unsplash.com/@domenika
    unsplash.com/@domenika

    Dengerin nih, itu semua bukan salah kamu dan gak akan pernah jadi salah kamu atau siapa pun. Kadang, satu-satunya cara agar kita bisa menghadapinya adalah dengan mencari seseorang atau sesuatu untuk disalahkan.

    Kadang, satu-satunya tempat dan orang itu adalah diri kita sendiri, padahal bukan berarti kamu adalah tempat yang tepat untuk rasa bersalah itu.

  8. 8. Kita gak bisa mengubah dunia

    unsplash.com/@adryan19
    unsplash.com/@adryan19

    Padahal, mengubah dunia cuma butuh satu orang. Dan orang itu cuma kamu. Kadang yang perlu kita lakukan adalah bercermin dan melihat lekat-lekat wajah itu di cermin.

    Karena orang yang bisa menyelamatkan dirimu sendiri ya kamu.

    Punya masalah memang menyebalkan, dan gak ada yang suka. Tapi bukan berarti kita bisa menyerah dengan mudahnya. Tak peduli seberat apa pun kita merasa masalah kita tak punya jalan keluar, percayalah bahwa tak selamanya hidupmu menyedihkan.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share Article
Editorial Team

Related Articles

See More