Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

Kenapa Akhir Pekan Terasa Cepat Sekali Berlalu? Ini Alasannya!

Kenapa Akhir Pekan Terasa Cepat Sekali Berlalu? Ini Alasannya!
ilustrasi perempuan berbaring (pexels.com/cottonbro)
Share Article

Pernah merasa baru menikmati Sabtu pagi, tetapi tiba-tiba sudah Minggu malam dan besok harus kembali beraktivitas? Dua hari libur yang ditunggu seminggu terasa berlalu begitu cepat. Ternyata, cara kita menjalani akhir pekan bisa memengaruhi bagaimana waktu terasa.

Mulai dari terlalu banyak bersantai hingga masih memikirkan pekerjaan, ada beberapa kebiasaan yang membuat akhir pekan terasa singkat. Lantas, kenapa akhir pekan terasa cepat sekali berlalu? Yuk, simak alasannya berikut ini!

  1. 1. Akhir pekan jadi pelarian dari rutinitas

    ilustrasi perempuan memakai beanie (pexels.com/karolinagrabowska)
    ilustrasi perempuan memakai beanie (pexels.com/karolinagrabowska)

    Setelah lima hari dipenuhi pekerjaan dan tanggung jawab, akhir pekan sering jadi waktu untuk lepas dari rutinitas. Karena sudah lama menantikannya, dua hari libur pun terasa singkat saat akhirnya tiba. Apalagi, rasa bebas di hari Sabtu membuat kita sering lupa memperhatikan waktu.

    Marla Tabaka, life and business coach, dikutip dari Inc., mengatakan bahwa bahkan orang yang menyukai pekerjaannya bisa kecewa saat akhir pekan berakhir. Berbagai tugas berat yang disisihkan selama libur akhirnya kembali dihadapi, sehingga peralihan dari Minggu ke Senin terasa begitu cepat.

  2. 2. Waktu libur berlalu tanpa aktivitas yang benar-benar berkesan

    ilustrasi tidur (pexels.com/olly)
    ilustrasi tidur (pexels.com/olly)

    Akhir pekan tanpa rencana bisa membuat waktu berlalu begitu saja karena kamu hanya mengikuti apa yang terjadi sepanjang hari. Tanpa kegiatan yang dinantikan, Sabtu dan Minggu pun terasa seperti waktu kosong yang sulit diingat. Akibatnya, Minggu malam tiba-tiba datang dan kamu merasa belum menikmati liburan.

    Alayna L. Park, asisten profesor psikologi di University of Oregon, dikutip dari HuffPost, menyarankan agar akhir pekan diisi dengan aktivitas yang memang disukai. Menurutnya, merencanakan kegiatan menyenangkan bisa membuatmu lebih mudah menjalankannya sekaligus punya sesuatu untuk dinantikan selama hari kerja.

    “Rencanakan aktivitas yang kamu sukai di akhir pekan,” ujar Alayna L. Park.

  3. 3. Terlalu banyak waktu habis untuk scrolling

    ilustrasi bermain handphone sambil berbaring
    ilustrasi bermain handphone sambil berbaring (pexels.com/rdne)

    Media sosial, video, dan hiburan digital bisa membuatmu kehilangan kesadaran terhadap waktu. Niat scrolling beberapa menit sering berujung berjam-jam, sehingga akhir pekan terasa cepat habis tanpa banyak pengalaman baru.

    Dr. Mike Sevilla, dokter keluarga di Family Practice Center of Salem, Ohio, dikutip dari HuffPost, menyarankan untuk membatasi penggunaan layar dan kembali melakukan aktivitas seperti berjalan kaki atau membaca. Kamu juga bisa mengisi waktu luang dengan mencoba hobi lama atau melakukan sesuatu yang baru.

  4. 4. Istirahat yang dilakukan tidak benar-benar memulihkan energi

    ilustrasi perempuan berbaring (pexels.com/cottonbro)
    ilustrasi perempuan berbaring (pexels.com/cottonbro)

    Setelah minggu yang melelahkan, menghabiskan akhir pekan di tempat tidur atau sofa memang terasa menggoda. Namun, jika seluruh waktu libur hanya dihabiskan untuk bermalas-malasan, tubuh dan pikiran belum tentu benar-benar pulih. Akhirnya, dua hari libur pun terasa cepat berlalu tanpa banyak pengalaman baru.

    Tracy Dumas, associate professor bidang manajemen dan sumber daya manusia di Ohio State University, dikutip dari HuffPost, menjelaskan bahwa waktu di luar pekerjaan penting untuk membantu proses pemulihan. Menurutnya, istirahat tetap diperlukan, tetapi sebaiknya diimbangi dengan aktivitas menyenangkan atau memberikan stimulasi baru.

    “Pemulihan adalah proses mengisi kembali sumber daya yang terkuras akibat usaha yang dikeluarkan saat bekerja,” ujar Tracy Dumas.

  5. 5. Pikiran masih terbawa pekerjaan

    ilustrasi perempuan fokus di depan laptop
    ilustrasi perempuan fokus di depan laptop (pexels.com/liza-summer)

    Meski sudah berada di rumah, pikiran tentang pekerjaan sering kali tetap ikut terbawa hingga akhir pekan. Deadline, email, tugas yang belum selesai, atau rencana untuk Senin dapat membuat perhatianmu terus tertuju pada pekerjaan. Akibatnya, tubuh memang sedang beristirahat, tetapi pikiran belum benar-benar keluar dari mode kerja.

    Marla Tabaka menjelaskan bahwa ia pernah merasa seperti menyerahkan kendali atas harinya kepada perusahaan ketika mulai bekerja. Karena itu, ia memilih menyelipkan sedikit liburan dalam setiap harinya, misalnya dengan menikmati kopi, menenangkan pikiran di alam, atau melakukan sesuatu yang berbeda dari pekerjaan.

    “Menjauhkan pekerjaan dari pandangan dan juga dari pikiran dapat membantu membuat akhir pekan terasa sedikit lebih panjang,” ujar Dr. Mike Sevilla.

    Memberi jarak dari pekerjaan tak harus dengan pergi berlibur atau mengambil cuti panjang. Cukup matikan notifikasi, jauhkan laptop, dan luangkan waktu untuk melakukan hal yang kamu sukai agar pikiran ikut beristirahat.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share Article
Editorial Team

Related Articles

See More